01
Ternyata memang tidak mudah…selain hikmah yang gw ambil sebagai pelajaran, ternyata (pasti) ada efek samping dan akibat dari hal yang terjadi dalam hidup gw beberapa waktu lalu.
Seperti yang udah gw ceritain pada postingan gw yang sebelumnya (kalo blom baca silahkan dibaca dulu yah), gw belum akan lulus semesternya. Singkat kata, gw nggak bisa lulus dalam 4 tahun/8 semester dan harus nambah 1 semester lagi jadi 4,5 tahun.
Akibat langsungnya pastilah waktu kuliah gw bertambah, berimplikasi langsung juga pada pengeluaran untuk BOP yang harus dibayarkan pada semester depan. Selain akibat itu, ada juga beberapa akibat langsung yang secara langsung mau tidak langsung mempengaruhi kehidupan gw. Satu hal yang telah gw sadari dari beberapa waktu lalu adalah gw membuat beberapa pihak kecewa. Mereka kecewa karena gw nggak berhasil lulus tepat waktu (baca: 4 tahun), dan mungkin ditambah dengan tidak melanjutkan TAnya. Jujur, gw sedih dan merasa bersalah karena harus bikin mereka kecewa. Ortu, keluarga, sahabat, teman, dosen, Limas, dll. Makanya, setelah gw ngasih tau ke publik mengenai kondisi gw, saatnya gw ngasih penjelasan kepada mereka ini, agar mereka juga bisa memahami kondisi gw.
Alhamdulillah gw udah berhasil menjelaskan ke ortu gw, juga ke keluarga inti gw (kecuali Mas Dody, belum ada kesempatan). Ke temen dan sahabat juga udah beberapa. Tapi ke sahabat terdekat gw, Indra, gw justru belum. Gw yakin dia pasti bakal kecewa banget kalo tau kita nggak bisa lulus dan wisuda bareng. Yah, tapi gw yakin pada akhirnya dia pasti bakalan ngerti, karena dia sahabat yang paling bisa ngerti gw. Ke dosen, udah beberapa, terutama yang terkait dengan gw. Tapi ada yang belum juga, Insya Allah dalam waktu dekat. Satu lagi ke pihak Limas.
Nah, untuk yang terakhir ini, sebenarnya dari awal tahun ini antara gw (dan penerima beasiswa lainnya) terjadi kurang komunikasi, terutama dalam bentuk ketemuan atau kontrol akademis. Biasanya di awal tahun ada pertemuan antara direksi dengan penerima beasiswa, tapi tahun ini belum ada. Bagi diri gw, hal itu berimbas pada kurangnya responsible dan keterikatan gw dengan pihak mereka. Namun, sore ini pihak Limas menelpon ke hape gw lewat mas Daiz. Dia menanyakan kondisi akademis gw, terutama tentang kelulusan gw. Awalnya gw sempet kaget, karena udah lama banget nggak ada kabar, eh tau-tau nelpon nanya kagak gitu. Ya udah gw jelasin aja kondisi gw yang bakal nambah 1 semester lagi. Dari nada bicaranya, jelas dia kecewa dan agak bete gitu. Gw tau banget hal itu karena gw udah kenal dia dari pertama dapet beasiswa. Setelah dia puas/cape nanyain kenapa, akhirnya dia minta gw untuk ngirimin email yang jelasin alasan dan kondisi gw saat ini. Katanya sih buat pertanggungjawaban dia ke atasannya, direksi salah satunya.
Dari awal gw berani ngambil keputusan ini, gw udah tau resiko yang harus gw tanggung karena gw nggak bisa menuhin syarat di kontrak beasiswa. Gw sampe baca ulang tiap klausul yang ada di surat kontrak, untuk memastikan resiko yang gw terima. Insya Allah gw udah siap jelasin ke pihak-pihak yang perlu tau. Gw harap mereka bisa ngerti kondisi gw.
Selain efek samping dan akibat yang gw alamin, ada juga beberapa pelajaran tambahan yang gw rasain. Terutama banget masalah kesabaran dan keikhlasan. Dalam beberapa pekan ke depan mungkin gw harus tahan dan sabar dengan pertanyaan dari orang-orang yang belum tau kalo gw lulus semester depan. Bakal sering muncul pertanyaan: “Kapan sidang?”, “Kapan wisuda?”, “Kenapa belum lulus sekarang?”, dll yang berkali-kali ditanyakan ke gw. Yah, itu namanya efek samping, Insya Allah bakal jadi tes kesabaran buat gw. Gw juga jadi bisa belajar ikhlas nerima kenyataan gw nggak bisa lulus dan wisuda bareng sama sahabat dan temen-temen gw. Belajar ikhlas nggak lulus semester ini, padahal dia otak udah bertumpuk ide dan rencana buat acara wisuda semester ini. Belajar ikhlas belum bisa mencantumkan gelar strata 1 pada saat nyari kerjaan. Belajar ikhlas dan menikmati proses yang terjadi dalam hidup gw sendiri.
Hikmah lain yang gw rasain juga setelah hal ini, gw jadi lebih dewasa dalam memandang hidup. Nggak lagi over-ambitious like i was. Nggak lagi menggunakan ‘aku’ dalam memecahkan semua masalah. Kalo dipikir dengan jernih, mungkin yang kemaren itu gw telah sampai pada satu titik di hidup gw dimana terjadi stagnansi. Nah, Allah Yang Super Duper Maha Bijaksana memutuskan bahwa gw harus berubah, dengan menjadikan kenyataan yang sekarang gw alami. So, pasti ini adalah suatu proses. Nggak selamanya gw ada di atas, dan nggak selamanya juga gw ada di bawah. Saat ini berarti gw sedang mendaki menuju puncak lagi. Untungnya gw suka mendaki, seberapapun tingginya puncak gunung tersebut, hehe…
Momen ulang tahun alias milad gw kemaren juga membawa dampak positif dalam usaha perbaikan gw. Gw jadi punya kesempatan menyambung lagi ikatan yang sempat terputus. Gw jadi bisa ngobrol dan sharing lagi sama febi, bisa bertukar kabar dan kondisi dengan vita, bisa nanya-nanya, ngasih semangat, minta saran dan masukan, dll yang biasa dilakukan manusia dalam berinteraksi dengan manusia lain. Satu hal lagi yang gw sadarin adalah bahwa ternyata banyak orang yang peduli dan perhatian sama gw. Sangat amat egois kalo gw harus jadi orang yang tertutup dan ngabur. So, ini kesempatan buat gw nunjukin ke dunia bahwa gw bisa bangkit dan jadi Sidik yang lebih baik dari sebelumnya.
Minta doanya yah kawan agar saya bisa tetap istiqomah dan tegar dalam proses pendakian hidup ini…
Go Go Sidik Go!!
27
21 Tahun Kehidupan: Titik Tolak Kebangkitan dan Momen Pendewasaan Diri
Posted in Cerita hari-hariku, Keluarga, RenunganHari ini, 27 Juni 2009, saya genap berusia 21 tahun.
Selama 21 tahun perjalanan hidup saya sejak dilahirkan pada tahun 1988 hingga saat ini, telah banyak hal yang saya lakukan, rasakan, dan alami. Namun, saya merasakan bahwa proses pertambahan usia saya dari 20 tahun ke 21 tahun sangatlah berkesan. Berkesan dalam artian saya mengalami banyak sekali hal, yang menyenangkan dan menyedihkan, ada naik dan ada turun, ada kesuksesan ada keterpurukan, semuanya tersaji selama 1 tahun terakhir dimulai dari ulang tahun saya yang ke-20.
Masih sangat lekat dalam ingatan saya, ulang tahun saya yang ke-20 tahun lalu saya rayakan bersama keluarga baru saya di Limas saat saya melaksanakan kerja praktik di sana. Sebagai anak baru di sana, Alhamdulillah saya diberi selamat oleh rekan-rekan kerja sekantor di Patra Kuningan. Saya juga berkesempatan untuk berbagi sedikit rezeki yang saya miliki dengan membeli beberapa makanan ringan untuk dibawa ke kantor. Benar-benar berkesan, karena mereka dengan tulus menerima kehadiran saya, hal yang saya syukuri.
Setelah itu mulailah perjalanan selama 1 tahun dari hari itu untuk tiba pada hari ini, di saat usia saya bertambah 1 tahun. 1 tahun perjalanan itu ternyata menjadi salah satu bagian yang paling berat yang saya alami dalam hidup saya. Pada masa itu saya untuk pertama kalinya benar-benar merasa terpuruk dan tidak bisa berpikir dengan jernih. Saya berusaha lari dari masalah. Saya mengambil jalan yang termudah, walaupun jelas itu bukan yang terbaik. Saya menghilang dari dunia saya. Saya tiba-tiba menjadi orang yang tertutup, yang tidak mau berbagi ke orang lain, termasuk orang-orang terdekat saya. Saya menjadi orang yang lain. Yah, walaupun itu hanya terjadi di separuh 1 tahun tersebut, tapi bisa disebut itu sebagai masa kegelapan bagi saya.
Sampai tiba akhirnya saya menyadari bahwa saya tidak bisa selamanya berada dalam zona nyaman yang saya anggap sebagai tempat yang aman dari masalah. Padahal sesungguhnya itu hanyalah alasan saya untuk melarikan diri dari masalah. Tepat 10 hari sebelum hari ini saya benar-benar berpikir sebenarnya apa yang terjadi dengan diri saya, apa yang salah dengan diri saya, apa yang sebenarnya saya inginkan di dunia ini, dan re-state kembali rencana hidup saya. Alhamdulillah, Allah masih memberi kesempatan bagi diri saya untuk bisa menyadari kondisi tersebut dan berusaha untuk memperbaikinya. Dan sampai akhirnya saya memproklamasikan bahwa pada hari ini, 27 Juni 2009 adalah titik tolak kebangkitan bagi kehidupan saya, juga menjadi momen pendewasaan diri saya menuju Sidik yang lebih baik.
Satu hal yang sangat-sangat salah yang saya lakukan beberapa waktu lalu adalah berusaha untuk menjauh dari orang lain dan mencoba-coba “hidup” menyendiri. Dan Alhamdulillah sekarang saya telah sadar sesadar-sadarnya bahwa saya tidak bisa hidup sendiri, menjadi manusia introvert dan jauh dari orang-orang yang saya sayangi dan perhatian ke saya. Saya sadar saya sangat membutuhkan keluarga saya, dan berbagi apabila sedang mengalami masalah agar mendapatkan solusi yang terbaik. Saya sadar bahwa saya sangat butuh sahabat-sahabat saya, teman-teman saya, tempat untuk bercerita dan berbagi, mendapatkan saran, masukan, dan kritik atas apa yang saya lakukan. Saya sadar bahwa saya butuh kegiatan yang dapat memfasilitasi saya untuk bersosialisasi seluas-luasnya dengan orang banyak. Intinya, saya tidak bisa hidup sendiri, bahkan saat hanya mencoba-coba.
Ini adalah saatnya saya bangkit. Bangkit kembali menjadi Sidik yang optimis. Sidik yang mempunyai visi besar bagi Indonesia, Islam, dan dunia. Sidik yang ceria dan easy-going. Sidik yang lugas, tegas, dan berani. Sidik yang pekerja keras. Bukan menjadi Sidik yang pesimis, pemalas, hanya memikirkan hal-hal kecil yang kadang tidak penting, berpikiran negatif, dan tertutup. Tentunya bangkit dan berubah menjadi Sidik yang lebih baik, yang meminimalisasi sifat dan sikap negatifnya, yang mengoptimalkan segala yang positif dalam dirinya. Dan ini juga merupakan momen yang sangat tepat untuk proses pendewasaan diri saya. Selama setahun terakhir, banyak masalah yang saya alami. Dan saya berharap semua masalah tersebut menjadikan saya menjadi Sidik yang lebih dewasa dalam berpikir, memandang masalah, dan bertindak.
Pada akhirnya, kita tidak dapat kembali ke masa yang lalu untuk mengubah takdir yang sudah terjadi. Saat ini saya telah berdamai dengan keadaan dan berusaha memaafkan masa lalu. Namun, saya tidak akan melupakannya sebagai pelajaran agar saya tidak melakukan kesalahan yang sama dan menjadi manusia yang lebih baik. Saya telah menerima kenyataan bahwa tidak semua hal yang saya rencanakan dan inginkan bisa saya dapatkan. Saya sangat yakin Allah super duper Maha Bijaksana dan tahu apa yang terbaik untuk diri saya. Untuk itu, yang selanjutnya akan saya lakukan adalah kembali menjalani hidup ini dan memperbaharui tujuan hidup saya, dengan Allah menjadi tujuan akhir.
***
Di momen 21 tahun usia saya ini, saya ingin mendedikasikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setingginya bagi orang-orang yang telah mendukung saya secara sadar ataupun tidak, yang telah memberikan sokongan yang saya sadari ataupun tidak, dan telah menghadirkan hal-hal baik dan mengesankan dalam hidup saya. Terima kasih dan segala puji bagi Allah yang masih memberikan saya kesempatan untuk merasakan usia 21. Terima kasih dan sayang baktiku untuk Bapak dan Ibu yang selalu menerima dan mendukung saya, bagaimanapun adanya saya. Terima kasih untuk Mas Dody, Teh Tuti, Mbak Septi, Mas Nur, Mbak Yanti, dan Aa Muhyidin, kakak-kakakku yang telah memberi perhatian, kasih sayang, dan semangat. Terima kasih dan peluk cium sayang untuk Terabitha, Naufal, Afifah, dan Rafif, keponakanku yang imut-imut dan lucu-lucu, yang selalu memberi warna-warni dalam hidup saya.
Terima kasih untuk Munir, Indra, Ilman, Franova, Dani, Kemal, Bram, Mia, Danu, Hari, Irvan, Yudha, Fithri, Mardian, Dyta, Yoyo, Nisa, Rina, Novi, Aqien, Krisna, Ichsan, Meldi, Nur, Nanta, Nulad, Jenggo, Niko, Kamal, Mursal, Lia, Pipit, Anjar, Yans, Haris, Ikhlas, Ipur, Didit, Andreas, Mahend, Arya, Jono, Agung, Leni, Meri, Chandra, Irene, Toni, Zebew, Rama, Chamat, Zahra, Lutfi, Dhiemas, Irsyad (Keluarga Kecil BEM Fasilkom 2008), Metti, Berna, Chubby, Hening, Haryadi, Ricky, Adhit NR, Kelompok C2, C3, dan C4 (Asdos PPL dan Kelompok PPL kelas C), Dita, Putri, Sela, Alfi, Ating, Ace, Leo, Ikhma, Cabe, Lezi, Haido, Pak Ilham, Mas Daiz, Bu Monic, Om Bos Khrisna, Pak Arif, Pak Arief, Kang Toni, Pak Jono (rekan kerja di Limas), dan semua yang telah menjadi sahabat, teman, sobat, dan bagian dari hidup saya. Terima kasih untuk Bu Ika, Bu Kasiyah, Bu Aminah, Bu Putu, Pak Thalib, Pak Harry, para dosen yang telah banyak membantu saya dan saya repotkan terutama selama 1 tahun ini.
Terima kasih juga buat semua yang udah ngasih selamat dan doa lewat sms, email, plurk, blog, facebook, friendster, ataupun secara langsung. Terima kasih buat semua yang mungkin lupa disebut, karena banyak banget orang yang udah berjasa bagi diri saya, terutama selama 1 tahun ini. Semoga Allah akan membalas kebaikan yang telah diberikan pada saya dan semoga kita bisa sukses dan berhasil dalam apapun hal yang kita lakukan, Amin.
19
Dengan adanya tulisan di blog ini, saya ingin memberitahukan bahwa saya belum akan lulus semester ini. Artinya, saya tidak menyelesaikan studi dalam 4 tahun dan Insya Allah diperpanjang menjadi 4,5 tahun.
Ada beberapa hal sebenarnya yang membuat saya pada akhirnya mau tidak mau (baca: terpaksa) mengambil keputusan ini.
Pertama, sejak awal semester lalu, saya jelas tidak serius ingin menjadikan TA sebagai bagian dari syarat kelulusan saya. Dari awal niat pun sudah agak salah sebenarnya. Memang, sejak awal saya mempertimbangkan dua pilihan, antara lulus dengan course-based atau memberanikan diri mengambil TA. Pada akhirnya saya memilih mengambil TA, utamanya karena 2 alasan, alasan baik dan alasan laten (kurang baik). Alasan baiknya adalah karena saya tidak ingin masa studi saya di Fasilkom selama 4 tahun ini tidak menghasilkan suatu karya yang bermanfaat di akhir. Sedangkan alasan latennya, saya ngerasa kalo lulus tanpa TA (atau SP) itu nggak seru dan nggak keren. Dalam perjalanannya, akhirnya kedua alasan tersebut tidak cukup kuat untuk membuat saya berjuang sekuat tenaga dan mendedikasikan waktu saya untuk mengerjakannya.
Kedua, kesalahan strategi dalam pengambilan mata kuliah. Harusnya, pada saat saya mengambil TA sebagai mata kuliah pilihan, saya telah mendapatkan 144 sks sampai akhir semester ini. Sehingga, apabila TA belum selesai, saya tetap bisa lulus karena telah mendapatkan 144 sks. Untuk kasus ini saya sendiri belum memastikan apakah bisa seperti itu. Namun, seharusnya sih bisa karena TA kan mata kuliah pilihan. Akibatnya paling hanya mata kuliah TA di transkrip tertulis nilai I atau tidak lengkap.
Ketiga, sekali lagi faktor dari diri saya yaitu saya tidak bisa menikmati (walaupun harus) mengerjakan sesuatu (khususnya karya tulis) pada bidang yang saya tidak cintai. Mungkin bagi sebagian orang hal ini hanya excuse saya saja. Namun, memang hal itu yang saya rasakan. Saya sampai saat ini tidak menemukan sesuatu yang menyenangkan dan menarik pada saat saya ngoding ataupun hal lain di bidang ilmu komputer. Biasa saja. Seperti yang selalu dibilang oleh Ilman yang meng-quote omongannya Steve Jobs (eh, pake ’s’ nggak sih??), kira-kira begini, lakukan sesuatu yang engkau yakini hal tersebut merupakan hal yang hebat/besar dan engkau mencintainya/memiliki passion. Nah, yang saya rasakan, hal ini bukan hal besar dan tidak saya cintai. Kurang apa lagi? doh…
Yah, ketiga alasan itu hanya sebagian saja alasan yang mungkin sekali lagi bagi sebagian orang cuma excuse saya saja. Penyesalan pun sudah terlambat karena nggak akan mengubah kenyataan bahwa saya harus bertahan Insya Allah 1 semester lagi di Fasilkom.
Akan tetapi, dibalik kenyataan kurang mengenakkan bahwa saya tidak bisa lulus semester ini, saya juga bisa mengambil beberapa pelajaran dan hikmah yang dapat membantu saya untuk menjadi lebih baik di masa yang akan datang. Mengambil kata-kata dari Bapak Jusuf Kalla dalam debat capres semalam, beliau meng-quote perkataan dari Nelson Mandela, “Forgive but not Forget”. Walaupun hal ini nggak enak, tapi saya harus belajar berdamai dengan keadaan, belajar memaafkan saya yang lalu, namun tidak melupakan hal-hal buruk di masa lalu sebagai pelajaran agar menjadi lebih baik di masa depan.
Pertama, dalam mengerjakan sesuatu itu memang sebaiknya dengan serius, dan memilih sesuatu yang memang kita memiliki passion dan kecintaan kepadanya, sehingga dalam mengerjakannya kita dapat merasakan senang dan terpacu. Dalam salah satu episode Oprah Show, Oprah Winfrey pernah mengatakan sebuah kalimat yang cukup manis, kira-kira isinya “Cari tahu bagaimana agar kita dibayar/mendapatkan uang, untuk melakukan sesuatu yang kita cintai”. Memang paling enak jika kita mengerjakan sesuatu yang kita cintai. Hal ini menjadi suatu pengingatan bagi saya bahwa saya harus segera mengetahui dengan jelas hal apa yang saya cintai dan akan menjadi jalan hidup saya nantinya, karena jelas saya tidak mencintai dunia ilmu komputer (baca: programming).
Kedua, Allah memberikan saya perpanjangan waktu minimal 1 semester untuk tetap menjadi mahasiswa, dan saya yakin hal ini pasti ada tujuannya. Allah punya rencana indah bagi saya. Saya sadari, memang masih ada beberapa hal yang masih tertinggal yang perlu saya selesaikan dengan baik. Semoga dalam masa 1 semester mendatang, masalah-masalah yang masih ada dapat saya selesaikan sehingga pada saatnya nanti ketika saya lulus dari Fasilkom, saya bisa meninggalkan sejarah yang baik. Selain itu, 1 semester ini harus saya lihat sebagai suatu peluang untuk bisa berbuat lebih, karena dari sekarang sampai nantinya perkuliahan semester mendatang dimulai, saya tidak begitu sibuk kuliah, jadi dapat memanfaatkan waktu untuk mengerjakan hal-hal lain yang produktif, misalnya mengurus acara jalan-jalan CSUI05.
Ketiga, ini sebenarnya hikmah laten yang sebenarnya tidak secara langsung berpengaruh terhadap studi saya. Dengan kenyataan bahwa saya harus lulus lebih dari 4 tahun, berarti saya telah gagal untuk mempertahankan beasiswa prestasi Limas yang saya peroleh. Sesuai klausul kontrak beasiswa, apabila penerima beasiswa tidak dapat lulus dalam masa studi 8 semester, maka penerima beasiswa tidak lagi menerima beasiswa dari Limas. Artinya, saya tidak lagi terikat dengan kontrak dan ketentuan yang ada di dalamnya, termasuk kewajiban untuk bekerja selama 2 tahun di bidang ekonomi dan pasar modal setelah lulus. Hal ini bisa berarti keuntungan bagi saya, karena saya bebas untuk menentukan langkah hidup saya setelah lulus nanti, apakah akan meneruskan studi, bekerja di bidang apapun, atau memulai usaha sendiri. Yah, walaupun pastinya ada pengorbanan yang harus saya lakukan, yaitu harus mengeluarkan biaya tambahan untuk BOP 1 semester mendatang. Alhamdulillah, seluruh biaya pendidikan saya telah dapat saya tanggung sendiri tanpa sokongan finansial dari orangtua, sehingga biaya BOP pun saya yang menanggung sendiri dari tabungan saya.
Yang harus saya lakukan mulai sekarang adalah menerima kenyataan ini dan segera merancang rencana hidup yang disesuaikan dengan kondisi ini. Tidak mudah memang, karena rencana awalnya saya ingin lulus 4 tahun dan kemudian langsung bekerja. Perlu penyesuaian dan strategi yang baik agar hidup saya tetap produktif walaupun ‘nanggung’ masih jadi mahasiswa. Rencananya, Insya Allah di semester mendatang saya akan mengambil 4-6 sks untuk menggenapkan 140 sks yang telah saya peroleh sampai semester ini. TA rencananya tidak akan saya lanjutkan (semoga bisa, amin) dan beralih untuk berusaha lulus dengan course-based. 4-6 sks berarti adalah 2 mata kuliah, dan saya berencana mengambil mata kuliah luar Fasilkom. Saya ingin mencoba mata kuliah yang ditawarkan di fakultas lain, sekaligus refreshing. Kemungkinan juga saya akan mengambil mata kuliah pilihan lintas program studi SI, jika tersedia.
Nah, sambil kuliah ‘nanggung’ tersebut, Insya Allah saya akan mencari kerjaan yang memungkinkan saya bisa bekerja sambil kuliah tersebut. Rencananya, 2 mata kuliah tersebut saya usahakan agar berada pada 1 hari yang sama, sehingga hari-hari lain dapat saya fokuskan untuk bekerja. Saya juga berencana untuk merealisasikan mimpi-mimpi saya, seperti menjadi duta anti-rokok dan/atau duta donor darah, membuka usaha sendiri yang sudah saya rancang dengan judul Pondok Betawi Bang Sidik (restoran keluarga), dan mengaktualisasikan diri saya seluas-luasnya, selama masih ‘nanggung’ menjadi mahasiswa.
Insya Allah perpanjangan waktu 1 semester ini bukanlah kiamat bagi saya, namun justru menjadi kesempatan dan peluang bagi saya untuk menjadi lebih baik lagi, amin. Saya mengucapkan selamat bagi teman-teman saya Fasilkom angkatan 2005 yang akan lulus pada semester ini. Selamat berjuang dan semoga sukses pada kehidupan pasca-kampusnya nanti. Doakan saya ya semoga bisa tetap berjuang dan sukses bersama-sama dengan kalian!
Sidik, mahasiswa ‘nanggung’ yang berusaha untuk selalu menjadi lebih baik dari sebelumnya.
NB: Makasih banget buat Franova “Smel” Herdiyanto karena udah mau dengerin gw cerita dan ngasih masukan+encouragement.
12
Belakangan ini gw mencatet beberapa hal yang gw pengenin. Yah, untuk saat ini gw pikir yang terpenting adalah nyatet dulu aja, kan ga harus semuanya langsung ada saat ini juga. Biar ga lupa juga sih, karena ada yang penting juga. Kenapa gw tulis di blog ya biar gw inget, hehe…![]()
Listnya dibuat ga diurutin sih, cuma dari yang gw inget aja, sekalian penjelasan kenapa gw pengen punya…
Setelan jas buat wisuda
Untuk yang ini sebenarnya gw udah pengen dari jaman wisudaan SMA, tapi berhubung belum ada uangnya, jadi belum bisa punya. Ada 2 pilihan sih, beli jadi 1 setel mulai dari jas, celana, kemeja, sama dasi, atau bikin di penjahit. Pilihan pertama harusnya bisa lebih murah dan juga lebih simpel, karena ya tinggal beli aja. Pilihannya juga banyak kok, apalagi akhir-akhir ini di koran gw sering ngeliat iklan obral jas buatan Italia di sekitar Jakarta. Pilihan kedua jelas lebih mahal, karena harus beli kain bahannya, belum lagi buat penjahit yang sekarang mahal banget ongkosnya. Emang ada enaknya sih, biasanya hasilnya tuh lebih pas dan enak buat dipake karena kan diukur dulu pas bikin biar pas sama badan.
Sampe sekarang gw masih lebih milih pilihan pertama, yaitu beli setelan jas aja. Insya Allah tetep bagus kualitasnya dan enak di badan, asal pinter milih.
Obat jerawat yang mujarab
Buat yang kenal dan pernah ketemu langsung sama gw, pasti tau kalo gw punya masalah yang cukup berat sama jerawat di muka. Gw tipe orang yang gampang jerawatan, entah kenapa. Kemungkinan besar sih karena pori-pori kulit gw gede ditambah jenis kulit gw yang berminyak. Akibatnya, gw gampang keringatan dan pori-pori yang gede menyebabkan kotoran gampang masuk. Hasilnya, gw jerawatan. Apalagi kalo gw lagi stress dan banyak pikiran, misalnya pas lagi musim ujian, pasti jerawat gw panen, hahaha…![]()
Sekarang sih Alhamdulillah lagi agak mendingan. Tapi bukan berarti gw berhenti berusaha bersihin muka gw. Apalagi kebiasaan gw ngorek-ngorek jerawat menyebabkan banyak bekas-bekas jerawat lama yang nggak bisa ilang. Nah, makanya gw butuh obat jerawat yang mujarab buat mengobati, menghilangkan, dan mencegah si jerawat bersarang di muka gw. So, kalo lo-lo pade ada yang punya saran obat jerawat apa yang mujarab, tolong kasih tau yaah…![]()
Sepatu futsal
Sepatu yang biasa gw pake buat maen futsal sekarang udah ancur, haha…lagian juga udah lama gw pake nih sepatu, dari setahunan yang lalu. Selama ini kalo maen futsal gw kagak pernah pake sepatu futsal yang beneran, gw pakenya sepatu taekwondo yang tipis dan enteng. Kalo lo nggak tau sepatu taekwondo yang kayak apa, liat aja di bagian bawah sepatunya, kalo ada motif lingkarannya, berarti itu sepatu tekon.
Gw pengen kali ini beli sepatu futsal yang beneran, maksudnya model sepatu Adidas, Puma, atau Lotto gitu. Itung-itung investasi lah sekalian beli yang mahal. Insya Allah ntar pas gw kerja, gw juga bakalan ikut maen futsal kalo temen-temen kantor ngadain (dulu pas jaman kerja praktek, gw sering diajakin). Yah, semoga bisa kebeli, walaupun nggak urgen banget sih.
SIM C (dan mungkin SIM A juga)
Hari gini belum punya SIM C dik??!!
Hahaha…padahal umur gw bentar lagi udah 21. Alasan utamanya sih karena gw males. Males dateng ke Daan Mogot yang jauh dan berada di belahan dunia lain, haha..(lebay, padahal masih sama-sama Jakarta). Males juga ngeluarin duit kalo mau ikutan SIM kolektif yang makin lama makin mahal aje. Duh…
Sebenarnya gw pengennya bikin dengan jalan jujur dan normal. Tapi ya males jalan ke Daan Mogotnya. Jauh bener dari rumah, apalagi kalo ntar ternyata ga langsung lulus dan harus bolak-balik ke sana lagi. Trus juga, kalo di Jakarta sih katanya lebih susah kalo mau jujur, beda sama di daerah, misalnya Bogor atau Depok. Hmmm, tapi dalam waktu dekat gw bakalan segera bikin sih, biar enak dan ga perlu bikin waswas kalo bawa motor.
Kalo SIM A sih bukan prioritas, mengingat gw (baca: ortu gw) juga kagak punya mobil. Yang bingung ya latihannya pake mobilnya siapa, hahaha…Ntar aja deh, nunggu punya sendiri, atau nunggu punya istri yang bisa nyetir biar bisa diajarin gratis, hahaha…Beda kan sama orang yang ortunya punya mobil banyak, anak-anaknya udah disediain masing-masing 1 mobil, dari SMP mungkin udah bawa mobil, hahaha…No no no, bukan gw banget.
Kendaraan pribadi (baca: motor)
Setelah gw punya SIM C, baru gw mikirin beli motor. Di rumah ada sih motor, tapi motor bapak. Itu juga dipake sama kakak ipar buat ngantor. So, ya nggak ada motor. Tapi emang gw nggak kepengen pake motor punya orang lain kok. Gw pengen pake motor yang gw beli pake hasil keringat dan kerja keras gw sendiri. Gw sadar lah ortu gw bukan orang kaya yang bisa manjain anak-anaknya dengan beliin apa aja yang anaknya mau. Gw justru bersyukur, karena gw nggak jadi anak manja yang cuma bisa minta-minta sama ortunya.
Emang sih, buat beli motor kayaknya gw perlu nabung lumayan lama, apalagi pemasukan gw selama ini juga harus gw pake buat gw hidup karena gw udah lebih dari 2 tahun terakhir berhenti meminta uang dari ortu dan belajar hidup mandiri. Insya Allah gw yakin bisa, asal gw tetap berusaha untuk mencari rizki halal yang udah Allah siapin buat gw. Motornya apa ya?? Sampai sekarang sih gw masih kesengsem sama CBR black and white
, hahaha…kita liat saja nanti…
===
Daftar ini gw bikin buat diri gw sendiri, karena jadi atau tidaknya gw punya semua hal yan gw tulis di atas yah tergantung sama gw. Apakah gw mampu mengoptimalkan diri gw buat menjadikan hal-hal tersebut tercapai (dengan bekerja dan menghasilkan). Semoga bisa, Insya Allah
.
Hidup Berdikari! Say no to manja!
05
Om Ganteng Dengan Empat Orang Keponakan Yang Imut dan Lucu
Posted in Cerita hari-hariku, Keluarga, Kenangan, RenunganBismillah…
Postingan kedua nih setelah postingan pertama (ya iya lah…)
Kali ini gw pengen cerita tentang serunya menjadi om dari empat orang keponakan. Oiya, mungkin ada yang blom kenal sama gw, boleh liat di page about me. Singkat kata, gw Sidik, anak ke 4 dari 4 bersaudara alias anak bontot. Ketiga kakak gw udah berkeluarga semua. Masing-masing juga sudah punya anak, yang menjadi keponakan gw. Saat ini gw punya 4 orang keponakan, 1 dari kakak pertama, 1 dari kakak kedua, dan 2 anak kembar dari kakak ketiga. 2 orang cowok dan 2 orang cewek.
Kalo tentang keponakan gw yang pertama, gw udah pernah ceritain di sini. Namanya Terabitha Alilatul Bariza. Sekarang umurnya udah 2,5 tahunan. Dia malah udah sekolah di PAUD. Si Terabitha ini biasanya dipanggil Bitha. Anaknya aktif banget dan ga bisa diem. Tapi kelebihan dia adalah dia tuh termasuk anak yang cerdas. Yah, walaupun rame tapi cerdas, hehe…
Sebenernya gw lebih suka dia pas masih kecil, sekitar umur 7 bulan – 1 tahun. Pas lagi itu si Bitha lagi lucu-lucunya, belajar merangkak, lonjak-lonjak. Ketawanya juga lucu banget. Semakin hari ya si Bitha makin gede. Kelakuannya jadi macem-macem. Kadang kala agak nyebelin sehingga bikin gw bete. Tapi Alhamdulillah setelah gw makin sering ada di rumah (dulu gw sempet ngekos), gw bisa deket lagi sama dia.
Ini nih foto dia sekarang, lebih kurus dibandingkan pas gw posting tulisan tentang dia dulu.
Lanjut ke keponakan gw yang selanjutnya. Kalo berdasarkan umur sih yang duluan adalah 2 anak kembar dari kakak gw yang ketiga. Mereka lahir terlebih dulu daripada anaknya kakak kedua gw. So, gw ceritain tentang si kembar dulu aja karena cerita mereka seru loh…
Kakak gw yang ketiga, Mbak Yanti, punya anak kembar cowok cewek yang nggak identik. Jadi, walaupun mereka kembar, tapi dari lahir pun mereka udah nggak mirip, hehe…Dua orang keponakan kembar gw ini namanya bagus-bagus, Naufal Sabiq Ammarudin dan Afifah Sabiq Ammarunnisa. Yang cowok panggilannya Auf (Naufal) dan yang cewek panggilannya Aif (Afifah). Alhamdulillah, walaupun mereka kembar, tapi dari pas masih di perut ibunya mereka sehat dan beratnya normal kayak bayi yang nggak kembar. Kan biasanya kalo kembar tuh pas lahir beratnya kurang dari 3 kg, bahkan cuma 1 koma kayak anaknya Pak HNW. Tapi si Auf sama Aif sehat bener deh, mereka gede-gede sehingga perut ibunya pas lagi hamil juga gede banget, hahaha..
Oia, karena mereka bukan kembar identik, maka mereka jadinya nggak mirip. Kalo menurut istilah medis sih, itu dimungkinan karena pembuahan terjadi karena adanya 2 sperma yang membuahi 2 buah sel telur. Bisa dibilang kakak gw itu kayak punya 2 anak, tapi hamilnya sekalian, hehe…
Karena hamil kembar ini juga, Mbak Yanti ngelahirinnya di Jakarta. Mungkin karena di Pulau Bintan tempat dia tinggal nggak ada rumah sakit yang bisa menangani persalinan kembar kali ya. Tapi Alhamdulillah juga ngelahirinnya di sini, karena pastinya kan repot banget ngurus bayi yang baru lahir, apalagi langsung 2 bayi. Kalo di sini kan ada ibu gw yang bantuin ngurus, ada gw juga yang bisa bantuin gendong kalo nangis. Mbak Yanti sama Auf dan Aif kemaren sekitar 2 bulanan, sampai si Auf dan Aif boleh dibawa pulang ke Bintan naek pesawat.
Selama 2 bulanan mereka tinggal di rumah, rumah jadi rame. Ya gimana kagak rame coba, wong di rumah jadi ada 3 orang bayi (si kembar plus keponakan gw yang satunya lagi). Apalagi kalo 3 bayi itu kompakan nangis, wuaaah rame banget dah. Mereka udah kayak kontes kenceng-kencengan nangis, tapi seru juga sih. Jadi, pas mereka sekitar akhir Januari pulang ke Bintan, orang rumah pada nangis semua, huhu…Sedih lah, soalnya selama 2 bulanan bareng-bareng sama mereka, eh trus harus pisah. Gw juga ngerasain sedih karena harus berpisah sama 2 keponakan yang gw sayangin.
Sekarang umur mereka udah 5 bulanan, pasti mereka makin lucu. Kata bapak yang kemarin abis dari Bintan sih, si Auf udah bisa bolak-balik telentang-tengkurep, mundur-mundur. Pasti lucu banget dah si Auf yang gendut mundur-mundur, haha…Kalo si Aif katanya lebih kalem, maklum kan cewek. Si Aif juga udah bisa bolak-balik, tapi nggak seaktif si Auf. Masing-masing mereka punya karakter yang agak beda sih, tapi malah jadi makin lucu deh…
Nih dia nih foto mereka pas umurnya 4 bulan. Wuih, si Auf udah gede benar dah, hahaa…
Sekarang gw pengen ceritain ponakan gw yang paling kecil nih, anak dari kakak gw yang kedua. Si ganteng ini namanya Abdad Aidin Rafif, biasa dipanggil Rafif. Umurnya cuma beda nggak nyampe 1 bulan dari si kembar. Si kembar tuh lahir tanggal 25 November, sedangkan si Rafif lahir tanggal 17 Desember. Kalo si kembar dipanggilnya abang sama ade, kalo si Rafif biasa dipanggil si mas.
Awalnya, pas si kembar dan mbak Yanti masih di Jakarta, di rumah gw ada tiga bayi, termasuk si Rafif juga. Alhamdulillah, karena ada banyak bayi di rumah, gw jadi punya kesempatan buat ikut belajar ngerawat bayi-bayi itu. Yang dimaksud dengan ngerawat ya macem-macem, menggendong, memandikan, mendandani, mendiamkan kalo nangis, dan becandain. Dari mulai si Auf dan Aif baru berumur 2 minggu alias masih orok banget, gw udah di-encourage untuk berani gendong mereka. Awalnya agak kagok dan takut juga, wajar banget lah, tuh bayi masih kecil dan enteng banget, hehe…Tapi lama kelamaan gw justru jadi ketagihan gendong mereka, abis mereka lucu-lucu sih. Yah, walaupun cape dan pegel juga tangan dan lengan gw awalnya, walaupun akhirnya jadi terbiasa.
Kalo sama mas Rafif ini, bisa dibilang gw mengikuti banget perkembangannya dia mulai dari lahir sampe sekarang berumur 4.5 bulan. Eksperimen ngerawat bayi paling banyak gw lakukan ke Rafif. Mulai dari berbagai macam gaya gendong, menidurkan, mendiamkan kalo nangis, memandikan, sampe mendandani dia. Haha..seru banget deh. Si Rafif nya juga seneng dan udah ngerti banget sama gw. Dia tahu kalo gw itu om yang sayang sama dia, jadi dia betah dan nyaman sama gw.
Yah, emang kenyataannya gw sayang banget sama dia. Mungkin karena gw anak bungsu kali ya, dalam hati gw sebenarnya gw pengen punya seseorang yang gw ajarin berbagai kebiasaan anak cowok. Karena gw nggak punya adek, makanya gw deket banget sama si Rafif. Gw pengen banget ngajarin si Rafif maen bola, lari-lari, naek sepeda, dan kegiatan-kegiatan seru lainnya.
Sekarang salah satu hobi gw adalah memfoto si Rafif. Dia tuh lucu banget, sering membuat ekspresi muka yang lucu. Apalagi sekarang dia udah bisa ketawa-tawa, tambah lucu lagi karena dia blom punya gigi, jadi ompong kayak almarhum pak Tile, hahaha…Dari jaman Bitha masih kecil dulu sih emang gw rajin memfoto ponakan-ponakan gw, jadi ada kenangannya. Gw nggak mau mereka kayak gw yang jumlah foto masa kecilnya dikit banget, huhu…(curcol detected
)
Oiya, ini nih fotonya mas Rafif. Ni anak ganteng dan lucu deh…
Wah, panjang juga postingan gw yang ini. Seru sih ceritain keempat keponakan gw yang lucu-lucu itu. Alhamdulillah banget Allah ngasih gw keluarga yang MANTABH. Yah, walaupun nggak bergelimang harta dan kemewahan, gw justru menemukan arti sesungguhnya keluarga di dalam keluarga gw. Terima kasih Ya Allah atas anugerah terindah dalam hidupku ini.
01
Assalamualaikum…
postingan pertama di tahun 2009, padahal udah mau masuk bulan kelima, hehe…
Gw akuin, selama beberapa bulan terakhir, gw emang bisa dibilang non-aktif dari dunia ngeblog. Jujur aja, kemaren-kemaren gw sempet kehilangan hasrat dan keinginan untuk ngeblog. Bahkan gw sempet lupa kalo gw punya blog yang udah di-hostingin ini. Sebenarnya kan rugi juga udah bayar hostingan tapi kagak pernah diisi, hehe…
Anyway…yang sudah berlalu biarkan berlalu. Sebenarnya banyak banget yang pengen gw ceritain di blog ini, tapi semuanya terhenti di otak karena malasnya untuk menuliskan dan memasukkannya ke blog. Gw berpikir, seandainya udah ada device yang mau meng-convert pemikiran dalam otak gw ke dalam bentuk tulisan, pasti hal tersebut sangat membantu gw.
Akan tetapi, akhirnya gw tergerak lagi untuk mengisi blog yang bisa dibilang udah cukup dikenal di dunia ngeblog ini. Ada beberapa hal yang membuat hasrat ngeblog gw naek lagi. Salah satunya karena kemaren gw iseng-iseng search di google gambar dengan keyword “sidicx”. Yang muncul adalah gambar yang beragam, yang mengingatkan gw bahwa banyak banget cerita seru dan menarik yang sempet gw posting disini, di www.sidicx.com. Selain itu, gw juga tergerak untuk nge-blog lagi, karena ternyata postingan dengan jumlah comment terbanyak di blog ini adalah postingan yang berisi panduan menggunakan emulator nds. Artinya, banyak orang yang merasakan manfaat dari tulisan yang gw bikin ini. Dan itu memacu keinginan gw untuk berbagi yang lebih. Trus kalo dilihat dari daftar kunjungan menurut google analytic, emang sih udah menurun dibandingin dulu-dulu pas gw aktif nge-post. Namun tetep aja cukup tinggi untuk blog yang udah hampir setengah tahun ga aktif.
Hmm, mungkin gw bosan kali ya…pengen juga sih ganti layout dan tampilan blog ini. Tapi, sekarang gw blom sempet karena lagi disibukin sama urusan TA dan PPL yang cukup menyita waktu, itupun kalo gw pengen bikin layout sendiri. Mungkin gw bakal nyari layout gratisan kali, trus gw kreasikan sesuai dengan diri gw, misalnya dengan warna mayoritas yang hitam putih.
Terakhir, semoga aja ke depannya gw bisa aktif kembali untuk menghadirkan tulisan-tulisan yang menarik, seru, dan bermanfaat. Walaupun gw tahu, butuh waktu untuk bisa mengembalikan kualitas tulisan gw, karena gw udah lama ga nulis…
Selamat menikmati lagi www.sidicx.com, The Black and White of My Life (blue-nya kemungkinan besar akan dihilangkan)
11
Nggak berasa…bentar lagi semester 7 udah mau selesai. Berarti semester depan udah semester 8, saatnya bikin skripsi…
Ternyata orang banyak yang berubah ya setelah dia kuliah. Banyak temen gw yang ternyata udah selesai skripsi/tugas akhir dan bakal lulus 3,5 tahun. Padahal dulu pas lagi SMA nggak keliatan aja kalo tuh orang demen belajar (peace yoo…).
Mungkin setelah mereka kuliah, mulai ngerasain kali ya bahwa bidang yang mereka jalanin ya jalan hidup mereka. Mereka jadi serius deh ngejalaninnya.
Gimana dengan gw? Gw serius juga kok. Bedanya, gw dari awal pertama kali masih udah bertekad mau lulus 4 tahun, nggak kurang nggak lebih. Kalo harus lulus 3,5, rasanya kok kecepatan yaah, jadi gw ngerasa kurang menikmati. Kalo lebih dari 4 tahun, gw jadinya ngecewain ortu gw tersayang yang pengen gw lulus cepat dan normal alias 4 tahun.
So, selamat deh buat lo-lo pade yang bakalan lulus 3,5 tahun. Semoga setelah lulus, lo bisa meraih cita-cita yang lo inginkan. Doain gw bisa menyusul jejak lo jadi sarjana, tapi pertengahan tahun depan, hehehe…
25
Kisah pertama
Ceritanya gw lagi berjalan di sisian tembok…
Awalnya gw melihat ada celah sempit yang bisa gw masuki…
Tapi lama kelamaan celahnya menyempit dan gw terdesak keluar…
Sekarang celahnya sudah tertutup rapat…
Setelah itu gw coba berjalan lagi di sisian tembok…
Hanya berjalan saja. Mungkin akan ada celah yang terbuka lagi…
Tapi sekarang gw udah sadar dan nggak mau jalan di sisian tembok lagi…
Ini saatnya gw kembali ke tengah-tengah keramaian, seperti biasa…
Selesai.
Kisah kedua
Ada seseorang yang terapung di tengah samudera yang luas…
Dia hanya berpegang erat pada sebongkah kayu yang terlihat rapuh…
Kemudian datang sebuah kapal yang berniat untuk menolongnya…
Di kapal itu ceritanya gw yang jadi nahkodanya…
Tapi apa yang terjadi…
Orang itu tidak mau melepaskan pegangannya dari bongkahan kayu tersebut…
Waktu berlalu. Ia tetap berpegang erat, makin erat…
Sang nahkoda sadar mungkin memang orang itu tidak mau ditolong dan pergi…
Selesai.
========
Kisah yang menarik (penting banget dah, hahaha…tapi dari kemaren-kemaren pengen banget gw posting)
Semangat Dik !!!
24
Beberapa hari yang lalu gw mengikuti personality test yang ada di ipersonic.com. Tes itu memakai sistem yang ditemukan oleh Mbak Carl Gustav Jung. Pemikiran si Mbah Jung tadi kemudian dikembangin lagi. Jadi masing-masing orang katanya akan terbagi ke dalam 16 tipe yang berbeda gitu sesuai dengan Myers-Briggs Type Indicator (MBTI).
Pertama yang diuji adalah Attitudes, Extraversion (E) alias Extrovert atau Introversion (I) alias Introvert. Kedua yang diuji adalah Perceiving functions, Sensing (S) atau Intuition (N). Ketiga yang diuji adalah Judging functions, Thinking (T) atau Feeling (F). Terakhir, yang diuji adalah Lifestyle, Judgment (J) atau Perception (P).
Nah, setelah gw mengikuti tes di situs tersebut, ternyata gw dikategorikan sebagai Dynamic Thinker alias si DT. Hmm, dulu gw juga pernah tes-tes kayak ginian, tapi yang muncul bukan DT atau DI, tapi hasil dari masing-masing tahap yang diujikan. Dan hasilnya tetep sama dari dulu sampe sekarang, yaitu ENTJ alias Extrovert, Intuition, Thinking, dan Judgment.
Menurut si ipersonic.com itu, Dynamic Thinker tuh orangnya kayak gini nih…
==========
Dynamic Thinkers are confident and independent persons. They radiate enthusiasm and energy. Dynamic Thinkers pursue their objectives actively and energetically. They love nothing better than new challenges. This type is the born leader, competent, energetic and responsible. They have a sharp eye for errors and can criticise without mercy if they see the success of a project endangered. They are completely unconcerned as to whether they alienate anyone in the process. But they are always open to objective arguments; they love discussions, they are very gifted rhetorically and they are good at convincing and enthusing others.
As they are very sociable, Dynamic Thinkers like to have a lot of friends around them, preferably those with whom they can share their interests and discuss all sorts of subjects. They are very direct but never in an underhand or scheming manner. If you can bear being spoken to frankly, you have in them a loyal and unwavering advisor as friend. Everything new and unknown stimulates Dynamic Thinkers and awakens their curiosity. However, rules, routine and traditional things arouse their resistance. If something does not go the way they want it to, they can react rather pigheadedly and obstinately.
Dynamic Thinkers expect a great deal of themselves and of others. Whoever does not fit in with their scheme of things does not have it easy. They sometimes appear to be rather severe due to their frankness. Partners and family also find it difficult to satisfy Dynamic Thinkers. They know exactly what they want and compromising is inconceivable to them. Whoever has an Dynamic Thinker as partner should have a strong personality and have a great deal of independence and sufficient self-confidence in order to give this dominating type some opposition. Normally, for Dynamic Thinkers, a partnership only takes second place after their profession. But they like to have someone at their side who is a match for them intellectually, with whom they can pursue mutual objectives and have interesting discussions all night long; preferably factual discussions – sentimentalism and romance are not their thing.
Adjectives which describe your type
extroverted, theoretical, logical, planning, rational, self-confident, ambitious, direct, open, severe, organised, determined, witty, independent, purposeful, dynamic, energetic, optimistic, competent, responsible, clever, intellectual, enthusiastic, demanding, structured, controlled, aggressive
These subjects could interest you
literature, sport (golf, tennis, running), travel, career, strategy games, politics
(Diambil dari http://www.ipersonic.com/type/DT.html)
===========
Ternyata memang sesuai banget dengan kepribadian gw. Bahkan semua kata sifat yang mendeskripsikan sang Dynamic Thinker juga mendeskripsikan diri gw, hehe…
Yang menarik bagi gw adalah kalimat penutup dari paragraf panjang yang menjelaskan mengenai sang Dynamic Thinker. Kalimat itu adalah “Sentimentalism and romance are not their thing”. Pertama baca kalimat itu gw langsung ketawa ngakak, hahahaha…
Kenapa bisa seperti itu ya?? Haha…mungkin karena si DT ini orangnya ambitius, bebas, dan dinamis kali ya sampe-sampe nggak mikirin masalah cinta romance ya?? Atau karena terlalu sibuk dengan segala macam “kesempurnaan dunianya” akhirnya selalu gagal dalam masalah cinta romance itu?? Haha…gw cuma bisa ketawa aja…
Saking menariknya tuh kalimat, sampe-sampe gw jadiin quote gw mulai hari ini hingga waktu yang tidak ditentukan, “ROMANCE IS NOT MY THING”.
19
~buset dah, udah lama gw nggak posting di blog…~
Assalamualaikum…
Judulnya agak-agak berbau sinetron gitu sih, wakakaka…
Ada beberapa hal yang gw targetkan (kebiasaan) dan ternyata justru apa yang terjadi malah 180 derajat terbalik…makanya gw bilang ironis, hehe…
Memang Allah udah menggariskan apa yang akan terjadi dalam hidup gw. So, belum tentu apa yang kita inginkan bakal sesuai dengan yang terjadi. Untuk kasus gw malah 180 derajat berlawanan, hehe…
Gw pengen mengurangi kebiasaan memprediksi suatu hal…karena justru bakal mengecewakan kalo yang terjadi malah sebaliknya. Mending berusaha ngasih yang terbaik deh yang gw bisa…cape klo memprediksi, terus berusaha banget supaya prediksi itu terjadi. Padahal kan ada takdir Allah yang udah mutlak…
Hmmm, kayaknya ini momen yang tepat buat gw untuk kembali menyusun bunga seroja satu per satu bagian dari mimpi gw. Yakin aja, sama diri sendiri, sama kemampuan diri, sama keluarga dan sahabat yang selalu ngasih semangat dan dukungan, sama Allah yang pasti tau yang terbaik bagi kita. Insya Allah, bisa…
Ayo Berjuang Dik, Semangat !!!








