Archive for July, 2006
29
Kampusku sangat ramai. Saat ini adalah waktu penyambutan mahasiswa baru yang berhasil lulus ke FK. Di sana-sini banyak terdapat wajah-wajah calon dokter yang masih terlihat ceria. Belum ada raut kesusahan di wajah mereka. Mungkin karena mereka belum merasakan betapa beratnya perjuangan kuliah di kedokteran.
Aku tidak ikut sibuk karena aku bukan panitia penyambutan mahasiswa baru. Sudah bosan. Itu alasan utamaku karena memang tahun lalu aku sudah menjadi panitia. Tahun ini aku ingin merasakan sedikit aroma kebebasan.
Aku pun terus bergerak menuju ruangan kelasku saat ada suara yang terdengar seperti menyebut namaku. Aku mencari-cari darimana suara itu berasal. Rasa penasaran dalam hatiku agak terjawab saat aku menoleh ke belakang.
“Assalamualaikum, Kak Ivan.” terdengar suara yang terasa begitu familiar bagiku.
Di hadapanku berdiri sesosok wanita berjilbab rapi dengan gamis berwarna merah hati. Aku mencoba mereka-reka identitas wanita ini. Namun, tetap aku tidak mampu mengingat mengenai dirinya. Yang terbayang dalam benakku hanya sesosok bidadari bermata jeli yang hadir di hadapanku. Subhanallah. Apakah aku bermimpi?
“Waalaikumsalam warahmatullah wabarakatuh. Siapa ya?” tanyaku padanya.
“Kak Ivan ga ingat siapa aku? Alhamdulillah, berarti aku sudah banyak berubah.” jawabannya membuatku bertambah penasaran.
“Maaf ya Ukhti, tapi saya benar-benar ga ingat siapa anda.”
“Aku Dinda, Kak. Adinda Saraswati Putri. Adik kelas kakak waktu SMP yang sempat dekat dengan kakak. Alhamdulillah berkat doa kakak aku diberikan hidayah oleh Allah untuk berhijrah. Sejak terakhir kali kita bertemu pun aku sudah mempelajari ajaran Islam, seperti yang kakak harapkan dariku. Sesuai juga dengan ajaran Islam.”
“Subhanallah, Maha Suci Allah. Dinda, Subhanallah. Kakak benar-benar ga mengenali kamu. Sekarang kamu sudah banyak berubah.” kalimat pujian menyeruak dari ucapku.
“Alhamdulillah. Ini juga karena doa kakak kan. Alhamdulillah juga Dinda akhirnya bisa lulus di kedokteran. Sesuai dengan harapan Dinda.”
Ya Allah, apakah kembalinya Dinda dalam kehidupanku adalah sebuah kebaikan bagiku. Atau Engkau menguji keimananku. Teguhkanlah pendirianku dalam kebenaran-Mu ya Allah.
“Din, sekarang kamu udah tahu kan bagaimana ajaran Islam mengatur hubungan ntara dua orang yang bukan muhrim. Kamu juga sudah mempelajari ajaran Islam. Kakak sarankan kamu untuk bergabung dengan lembaga dakwah di kampus ini. Insya Allah banyak sahabat yang bisa saling mengingatkan dalam usaha menjadi manusia yang lebih baik.”
“Insya Allah, Kak. Dinda akan bergabung dengan teman-teman di lembaga dakwah. Dinda kan juga masih perlu banyak belajar.”
Kata-kata dari Dinda begitu mendamaikan hatiku. Allah telah menghadirkan seorang pejuang Islam baru di kampus ini. Pejuang yang akan menyebarkan nilai-nilai Islam di kampus yang makin gersang ini.
Semoga Allah menjadikan hubungan antara aku dan Dinda sebagai hubungan yang suci. Bukan hubungan seperti dulu, yang menyalahartikan makna cinta yang hakiki dan menggantinya dengan cinta semu.
Ya Allah Yang Maha Menggenggam hati, condongkanlah hatiku kepada din-Mu dan kepada ketaatan pada-Mu.
Temen-temen yang baca, tolong dikomentarin ya….boleh secara keseluruhan maupun bagian endingnya….kalopun nanti harus ada perubahan, boleh asal ke arah yang lebih baik….
27
Pergilah Adinda…(Part Three)
Posted in My MasterpieceHatiku bimbang tak menentu. Sekali lagi aku dilanda kebingungan yang seakan tiada bertepi. Begitu banyak pertanyaan yang berkelebat di pikiranku. Sama banyaknya dengan pertimbangan dan konsekuensi yang harus aku pertanggungjawabkan. Aku bertanggung jawab kepada Allah atas segala perbuatan yang aku lakukan. Aku pun khawatir kalau teman-temanku di lembaga dakwah tahu kalau aku sedang berdua dengan seorang wanita yang dulunya adalah pacarku. Namun, lebih dari semuanya, aku bingung harus menjawab apa saat ditanya oleh Allah nanti di Padang Mahsyar tentang kejadian ini.
Lama kami berdua berada dalam keheningan. Aku berpikir dan dia menunggu. Hebat benar dia bisa tetap sayang padaku selama 5 tahun dan tidak pacaran dengan orang lain. Padahal untuk ukuran seorang siswa SMA, Dinda jelaslah di atas rata-rata. Wajah cantik, rambut hitam tergerai bak bintang iklan shampoo, tubuh proporsional yang ditambah juga dengan otak yang cerdas. Entah kurang apa lagi yang dia punyai. Wajar apabila banyak pria yang menginginkan untuk pacaran dengannya. Tidak hanya satu atau dua saja, kalau dihitung sudah lebih dari dua puluh orang pria yang “nembak” Dinda.
Sekarang aku bertambah bingung. Aku yakin keputusanku kali ini akan berpengaruh besar dalam kelanjutan hidupku nantinya. Pilih Dinda atau pilih yang satunya. Batinku merajuk. Ya Allah tolonglah hamba-Mu ini.
“Kak Ivan, gimana jawabannya? Jangan biarkan Dinda menunggu lebih lama lagi.” suara itu terdengar merintih.
Sekali lagi dengan mengucap basmalah dalam hati, aku bulatkan tekad bahwa aku harus mengambil jalan ini, jalan yang kuyakini kebenaran ada padanya.
“Kakak nggak bisa, Din. Maafkan Kakak untuk yang kesekian kali. Untuk waktumu yang telah lama terbuang untuk menungguku. Untuk semua air mata yang tertumpah ke bumi. Maafkan aku, Dinda.”
Seketika juga kulihat raut muka Dinda berubah. Tak ada lagi suara indah yang keluar dari lisannya. Hanya isakan tangis yang tersisa. Aku yakin dia sangatkecewa kepadaku. Tetapi mau bagaimana lagi. Aku telah memutuskan hal ini dan aku tidak dapat mencabutnya. Karena Allah. Ya, aku yakin karena Allah.
“Tapi kenapa Kak? Kakak kan tahu kalo Dinda sayang banget sama kakak. Kakak juga tahu kalo selama 5 tahun ini Dinda udah menunggu supaya bisa balikan lagi sama kakak. Kenapa Kak? Kakak masih sayang kan sama Dinda?” pertanyaan Dinda keluar begitu saja seperti juga air matanya yang terus saja menetes.
“Memang benar kakak masih sayang sama kamu, tapi kecintaan kakak sebatas cinta dan kasih sayang saudara sesama muslim karena Allah. Kamu mau tahu alasannya? Kita ga bisa pacaran kayak dulu lagi karena dalam ajaran Islam, dalam ajaran agama yang kakak dan kamu anut, tidak ada yang namanya pacaran. Hubungan antara laki-laki dan wanita yang bukan muhrim atau ga ada hubungan keluarga dalam Islam adalah dosa. Kakak ga mau kita berdua akhirnya harus menanggung dosa akibat pacaran yang kita lakukan.”
“Tapi, kak…tapi…” perkataan Dinda terhenti.
“Sejak kakak masuk SMA, kakak mulai bersentuhan dengan nilai-nilai Islam. Mulai dari cara pergaulan yang sesuai dengan ajaran Islam hingga akhirnya kakak bergabung dengan Rohis SMA kakak dulu. Akhirnya kan kakak ga pernah menghubungi kamu lagi ya untuk mencegah hubungan kita bertambah dekat. Kakak sadar apa yang telah kita lakukan dengan berpacaran adalah sebuah kesalahan dan bisa mengakibatkan dosa.”
“Tapi kita kan saling menyayangi dengan tulus kak, kenapa ga boleh?”
“Adikku yang baik, mungkin kamu sekarang belum bisa menerima kenapa yang kita lakukan itu ga boleh dalam Islam. Coba deh kamu lebih mendalami ajaran Islam. Insya Allah kamu akan merasakan nikmatnya hidup dalam Islam.” kataku dengan bijaksana.
Waktu terasa begitu lambat bergulir. Dinda terdiam. Isakannya makin melemah. Mungkin ia sudah lelah menangis. Aku pun tetap bersanding dalam kesunyian. Aku telah siap menerima apa pun reaksi dari Dinda kepadaku. Keyakinan ini terasa begitu kuat karena aku yakin jalan yang kupilih ini adalah benar.
“Ya udah, Kak. Semoga kakak bahagia dengan kehidupan kakak. Dinda mau pulang, agak ga enak badan.”
Kata-kata Dinda semakin membuatku merasa bersalah. Memang aku yakin keputusan yang aku ambil benar, tetapi hal ini sangat berat bagi Dinda. Benar kata seorang bijaksana, kebenaran haruslah dinyatakan walaupun pahit.
“Hati-hati ya, Din. Sekali lagi kakak minta maaf atas semua kesalahan yang kakak perbuat ke kamu. Semoga Allah mempertemukan pasangan yang terbaik untuk kita.”
“Amin. Dinda pulang dulu Kak, Assalamualaikum.”
“Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.”
Amin. Itulah kata-kata terakhir yang dikatakan oleh Dinda. Saat itu pulalah saat terakhir kali aku dan Dinda bertemu. Setelah itu aku tidak pernah mendengar kabar mengenai dirinya.
Ya Allah, jadikanlah keputusan yang telah aku ambil ini menjadi keputusan yang terbaik pada aku dan Dinda. Berikanlah hidayah kepada Dinda untuk bisa merasakan kenikmatan berislam secara kaffah. Amin. (to be continued, belom abis lho..!!)
22
Pergilah Adinda…(Part Two)
Posted in My Masterpiece“Adinda…betulkan Adinda Saraswati ??”
Sambil tetap tersenyum manis ia menganggukkan kepalanya tanda kalau jawabanku benar. Nama lengkapnya Adinda Saraswati Putri. Aku mengenalnya ketika aku kelas 3 SMP dan dia kelas 1. Saat itu sedang masa orientasi siswa baru. Aku sebagai pengurus OSIS di sekolah mendapat tugas menjadi panitia masa orientasi siswa. Adinda kebetulan berada di kelas tempat aku bertugas. Kesan pertama akhirnya menumbuhkan benih-benih cinta antara kami berdua.
“Kak Ivan tidak banyak berubah ya…masih tetap ganteng seperti dulu.”
“Ah, kamu bisa saja.” pujiannya membuat aku tersenyum malu-malu.
“Kamu kesini bareng sama siapa?”
“Aku sendirian kok kak. Tadi emang aku ngajak temenku, tapi merekanya ga mau.”
Dalam hatiku aku bilang kalau nada bicaranya masih tetap lembut dan manja seperti dulu. Dari yang aku lihat memang dia belum banyak berubah.
“Ah, cukuplah sekali saja dulu.” kataku dalam hati.
“Kakak lagi sibuk ga?” pertanyaan Dinda menyadarkan diriku dari lamunan.
“Sekarang sih udah ga terlalu sibuk, emangnya kenapa?”
“Bisa ga kita berdua jalan-jalan sambil ngobrol? Ga jauh-jauh kok, cuma di sekitar sini aja”
Batinku meragu. Aku bingung apakah mengiyakan atau menolak. Setelah berdoa dalam hati seraya mengucap basmalah aku akhirnya mengiyakan.
“Boleh deh, tapi jangan lama-lama ya.”
Kemudian kami pun segera beranjak dari stand FK menuju ke pintu keluar. Saat kami akan keluar, ada seorang teman yang terheran-heran melihat aku berdampingan dengan seorang wanita cantik.
“Van, siapa nih? Pacar elo ya? Kenalin donk!”
“Apaan sih, adik kelas gw kok. Udah ah gw lagi buru-buru nih.”
Tanpa basa-basi aku meninggalkan teman usil yang masih tertawa senang karena bisa membuatku kesal. Sekilas tanpa sengaja aku melihat wajah ceria Dinda saat temanku bilang kalau dia adalah pacarku. Perasaanku makin tidak enak.
“Kak Ivan…” suara itu akhirnya muncul setelah kami mulai berjalan perlahan sambil menikmati hiruk-pikuk di sekitar.
“Apa…” jawabku singkat.
“Terakhir kali kita bisa jalan sambil ngobrol kayak gini kapan ya?”
“Hm…kalo ga salah sih 5 tahun yang lalu.” jawabku kurang yakin.
“Selama itu pernah ga kakak berhubungan dengan cewe selain Dinda?”
“Maksud kamu apa? Kakak ga nyambung nih.”
“Maksud Dinda ya pacaran. Selama 5 tahun kita ga ketemu kakak pernah pacaran ga?” nada suaranya agak meninggi.
“Emangnya kenapa, Din?”
“Ya kan pas dulu kita belum putus. Maksudnya belum ada kata putus gitu. Kakak tahu ga semenjak terakhir kita ketemu itu Dinda belum pernah pacaran sama orang lain. Dinda masih sayang sama Kakak.” kata-kata Dinda agak bergetar.
“Sampai sekarang?”
“Sampai sekarang.” jawab Dinda ditambah anggukan.
Ya Allah, teguhkanlah pendirianku pada kebenaran-Mu. Jangan jadikan peristiwa saat ini untuk membuatku menjadi hamba-Mu yang kembali ke saat-saat jahiliyah seperti dulu.
“Jadi, kamu sekarang maunya gimana, Din?”
“Dinda ga minta macam-macam. Dinda cuma mau kalo kita balik kayak dulu, kita pacaran lagi. Dinda selama 5 tahun ini udah menyimpan rasa sayang ke kakak dan Dinda yakin kakak juga sama kan?”
Deg, tepat seperti yang aku perkirakan. Akhirnya kata-kata pamungkas tersebut keluar juga dari lisan Dinda.
“Aku ingin kita balik kayak dulu.” (to be continued…)
19
Pergilah Adinda…(Part One)
Posted in My MasterpieceTubuhku sekarang telah berada di ruangan yang sangat besar ini. Mengalirkan kembali ingatanku saat aku pertama kali hadir di ruangan ini sebagai mahasiswa baru. Aku memang jarang kemari karena kampus tempatku belajar sehari-hari tidak terdapat di komplek kampus yang ini. Kampusku terdapat di tengah kota, berbeda dengan di sini, yang terletak di wilayah pinggiran kota yang masih cukup segar.
“Van”
Suara temanku memecahkan lamunanku saat masih menjadi mahasiswa baru. Hampir saja aku terjatuh dari bangku yang kududuki.
“Aduh, kamu mengagetkan saja. Kalau aku jantungan gimana?”
“Ah, masa calon dokter cuma dikagetin aja udah kena serangan jantung.” temanku masih saja tak mau disalahkan.
Syarif nama temanku ini. Dari logatnya yang masih kental nuansa Melayu, orang dengan mudah dapat mengetahui kalau dia berasal dari daerah Sumatera.
“Aku orang Padang.” begitu yang dikatakannya ketika pertama kali kami berkenalan di ruangan ini. Dulu, saat masa orientasi.
Kami pun tertawa bersama saat aku menceritakan apa yang ada dalam lamunanku tadi. Kemudian, kami baru sadar kalau waktu telah menunjukkan pukul delapan kurang dua puluh.
“Van, kita harus bersiap-siap. Dua puluh menit lagi acara akan dimulai.”
“Insya Allah persiapan kita sudah cukup, tinggal tunggu mulai saja.”
Kemudian aku memeriksa barang-barang yang kami bawa sebagai persiapan acara ini. Brosur, leaflet, dan souvenir telah tertata rapi di meja. Laptop yang ku bawa pun telah menyala.
Syarif berjalan menuju pintu masuk. Panitia bersiap-siap mengamankan arus ribuan pelajar yang dengan semangat 45 menuju ke sini. Aku tetap di stand fakultasku bersama beberapa teman wanita yang sedang merapikan beberapa bagian dari stand. Tak berapa lama Syarif kembali dan melaporkan kondisi yang dia lihat.
“Di luar ramai sekali. Aku kira-kira ada sekitar seribu orang lebih.” logat melayunya masih sangat kental walaupun hampir 2 tahun ia sudah tinggal di Jakarta.
Sejurus kemudian pintu-pintu pun dibuka. Terlihat aliran manusia yang bagaikan air bah memasuki ruangan tempatku berada. Kami pun segera menyambut kedatangan mereka. Kebetulan letak stand kami agak jauh dari pintu masuk, jadi para pelajar itu tidak bertumpuk dan menghalangi lalu lalang para pengunjung yang lain.
Para pelajar yang datang ke stand kami menanyakan berbagai macam hal. Mulai dari jalur masuk, pelajaran yang ada, hingga kehidupan yang ada di fakultas tempatku berada. Tetapi, dari semua pertanyaan yang mereka lontarkan, paling banyak yang menanyakan tentang admission fee atau kadang disebut juga uang pangkal.
Memang, kebijakan yang dikeluarkan birokrasi kampusku ini sangat memberatkan pihak mahasiswa baru. Aku pun dulu saat baru masuk kuliah merasakan hal yang serupa. Kenyataannya, sejak pertama kali diberlakukan saat aku masuk kuliah hingga saat ini, tidak terlihat jelas manfaat dan keuntungan buat mahasiswa.
“Kak, kalo masuk FK tuh bayar berapa sich ??” tanya seorang pelajar.
“Sebenarnya ada dua jenis biaya yang ada di Universitas ini. Yang pertama adalah admission fee dan kedua adalah biaya pendidikan per semester. Untuk FK, admission fee atau uang pangkal yang wajib dibayar adalah 25 juta. Sedangkan untuk biaya per semester sebesar 1,5 juta. Namun, kalian jangan takut dengan biaya tersebut karena terdapat keringanan untuk yang kurang mampu.” penjelasan panjang lebarku akhirnya selesai juga.
Hilir mudik para pelajar SMA di depan stand FK terus terjadi. Tanpa terasa waktu di jam tanganku menunjukkan pukul sepuluh kurang lima menit. Aku yang sudah agak lelah akhirnya menyerahkan tugas untuk melayani pertanyaan pengunjung stand kepada Syarif. Selanjutnya aku hanya duduk sambil memberikan brosur kepada pelajar yang lewat.
“Kak Ivan…”
Sebuah suara wanita yang agaknya aku kenal memanggil namaku. Mataku mencari-cari ke penjuru ruangan mencari sumber suara tersebut. Tak lama kemudian datang di hadapanku sesosok wanita cantik berambut hitam tergerai indah. (to be continued…)
17
Allah memang Maha Adil. Dia menciptakan 2 sisi yang saling berlawanan. Ada manis, pasti ada juga pahit. Begitulah kehidupan. Kadang kita mengalami kenyataan yang manis, namun pasti ada saatnya kita akan merasakan kenyataan yang pahit. Hal itu dialami oleh semua manusia di dunia, tanpa ada kecuali.
Pemain-pemain Italia yang notabenenya adalah pemain klub Juventus merasakan kenyataan pahit ini. Mereka yang sedang mengalami masa-masa keemasan dalam karir dan kehidupan mereka langsung mendapatkan kenyataan buruk bahwa tim yang mereka bela harus terdegradasi ke Serie B Lega Calcio dan mendapatkan pengurangan 30 poin pada awal musim.
Juventus yang saat ini dituduh melakukan skandal pengaturan skor yang melibatkan petinggi klub yaitu Direktur Tekniknya Luciano Moggi dan juga ada Antonio Giraudo. Padahal dalam kenyataannya permasalahan yang terjadi belumlah jelas adanya. Dan peradilan untuk kasus sebesar ini tidak mungkin cukup untuk dilakukan hanya dalam waktu sebulan-dua bulan saja. Harusnya perlu dilakukan pemeriksaan dan kroscek dari berbagai pihak yang terlibat. Jangan sampai pada akhirnya orang yang bersalah tidak dikenakan sanksi dan malahan orang yang tidak tahu apa-apa mendapat sanksi.
Hal ini menjadi sebuah antiklimaks bagi prestasi klub Juventus, salah satu klub terbaik dan terkaya di dunia. Kalau kita mau lihat kembali ke belakang, track record dari tim ini sangatlah baik. Contohnya apa yang terjadi pada World Cup 2006 kemarin. Saya pribadi telah melakukan riset dan pengamatan statistik yang terjadi. Ini adalah faktanya !!
- Tim Italia yang pada World Cup 2006 kemarin menjadi juara dunia untuk yang keempat kalinya itu ternyata didominasi oleh pemain Juventus lho. Dari total pemain timnas yang berjumlah 23 pemain, ada 5 pemain Juventus disitu. Mereka adalah Gianluigi Buffon, Fabio Cannavaro, Gianluca Zambrotta, Mauro Camoranesi, dan Alessandro Del Piero. Jumlah 5 pemain ini lebih banyak dari semua klub yang menyumbang pemain di timnas, selain milan yang sama-sama menyumbang 5 pemain. persentasenya adalah 5/23 = 21,7 %
- Pada partai final tanggal 9 Juli 2006 di Stadion Olimpiade Berlin yang menyuguhkan pertandingan kelas dunia antara Italia melawan Prancis, terdapat pemain Juventus yang cukup banyak. Pada saat kick-off alias pemain starter kedua tim, terdapat 6 pemain Juventus, 4 dari Italia dan 2 dari Prancis. Berarti ada 6 pemain dari 22 pemain yang ada pada saat kick-off berlangsung adalah pemain Juventus. Persentasenya adalah 6/22 = 27,3 %. Kemudian apabila dihitung totalnya dari seluruh pemain yang tampil (termasuk 3 pemain pengganti dari tiap tim), terdapat 8 orang dari 28 orang pemain. Persentasenya adalah 8/28 = 28,6 %
- Pada daftar World Cup 2006 All Stars Team yang dikeluarkan oleh FIFA, terdapat 5 orang pemain Juventus dari 11 pemain yang terpilih. Mereka adalah Gianluigi Buffon, Fabio Cannavaro, Gianluca Zambrotta dari Italia serta Lilian Thuram dan Patrick Vieira dari Prancis. Sungguh prestasi yang sangat-sangat hebat, bahkan tidak ada satu pun klub sepakbola dari beribu-ribu klub di seluruh dunia yang mampu melakukan hal ini. Five out of Eleven !! Jadi, kalau mau dihitung persentasenya 5/11 = 45,5 %
- Fakta lain yang ada adalah pada sisi transfer. Juventus mencetak banyak rekor pada bidang ini. Pertama, Juventus melakukan pembelian untuk Gianluigi Buffon yang pada akhirnya menjadikan kiper ini sebagai The Most Expensive Goalkeeper in the World. Akhirnya hal ini berimbas pada penampilannya dan dia pun meraih gelar The Best Goalkeeper in the World. Kedua, Rekor transfer tertinggi pada saat Juventus menjual Zinedine Zidane ke Real Madrid. Memang lah, Juventus mempunyai banyak rekor pada transfer pemain.
Fakta-fakta yang terjadi diatas ini adalah sebuah bukti perjalanan sejarah Juventus, sebuah klub yang bisa dikatakan salah satu yang terbaik di dunia. Apa jadinya persepakbolaan dunia tanpa kehadiran dari klub yang satu ini. Sayangnya, saat ini klub ini sedang mengalami sebuah tragedi terbesar dalam sejarah klub ini.
Juventus yang selama lebih dari 100 tahun keikutsertaannya dalam kompetisi Serie A, tidak pernah yang namanya terdegradasi dari Serie A. Dan akhirnya pada tahun ini Juventus terkena skandal Calciopoli yang menyebabkan Juventus harus “turun level” ke Serie B. Hal ini adalah salah satu “Bencana terbesar” bagi persepakbolaan dunia. Salah satu klub terbaik dunia harus absen dari kompetisi terbaik di Eropa. Pastinya daya tarik dari cita rasa sepakbola dunia akan berkurang kelezatannya tanpa kehadiran Juventus.
Kembali lagi pada kenyataan yang pahit ini. Para tifosi, pemain, official dan petinggi Juventus pastinya sekarang mengalami saat-saat yang paling mengecewakan dalam hidup mereka. Saya pun termasuk diantara mereka yang kecewa. Kecewa pada sistem peradilan yang masih belum transparan, kecewa pada kasus ini, kasus Calciopoli yang menodai persepakbolaan Italia dan dunia. Saya tidak menyalahkan siapa pun. Apalagi kalau harus menyalahkan Juventus, tim yang saya bela. Kenyataannya biarlah Allah yang Maha Mengadili untuk memutuskan siapa pihak yang bersalah.
Kenyataan lainnya…
Saat ini berbicara mengenai kenyataan di dunia sepakbola, di bagian lain kehidupan pun kita bisa mengambil pelajaran dari apa yang terjadi. Kehidupan adalah belajar dan menuntut ilmu. Jadikanlah setiap hela nafas kita menjadi hikmah bagi diri kita.
Tyo Nugros, Drummer grup band Dewa 19, salah satu grup band papan atas di Indonesia, mengalami satu bagian paling menakutkan dalam dirinya. Lelaki berumur 36 tahun yang memiliki nama asli Wistyo Nugroho ini mengalami cedera pada kakinya, bagian tubuh yang sangat vital bagi kehidupannya.
Bagaimana tidak, profesinya yang seorang drummer membutuhkan kaki yang kuat dan sehat. Apalagi memang drummer adalah pekerjaan yang hampir seperti olahraga, mempergunakan seluruh anggota tubuh. Ia mengalami luka dalam pada bagian tulang dan otot kakinya. Sebenarnya cedera tersebut sudah lama dirasakannya, namun ia masih memaksakan diri untuk tetap menggebuk drum. Akhirnya cedera itu semakin parah dan membuatnya harus menjalani pengobatan yang cukup serius ditambah waktu recovery sekitar 3-6 bulan.
Sebegitu seriusnya cedera tersebut sampai-sampai apabila tidak segera diambil tindakan medis, maka Tyo akan mengalami cedera seumur hidupnya. Wah, ternyata parah ya….Saya sebagai salah satu Baladewa menyampaikan keprihatinan yang mendalam akan apa yang dialami oleh Mas Tyo. Semoga cepat sembuh ya…!!
Nah, dari kasus-kasus di atas kita dapat mengambil sebuah titik temu, bahwa kenyataan pahit dapat dirasakan oleh siapa saja. Tidak peduli ia orang miskin atau kaya, hitam atau putih, Islam atau bukan. Allah pasti memberikan kita kenyataan pahit tersebut agar kita menjadi orang yang lebih baik lagi. Tinggal bagaimana kita menyikapi sesuatu yang pahit ini agar menjadi manis dan indah.
Layaknya secangkir kopi, akan kurang nikmat rasanya kalau tidak ditambah gula. Seperti juga kehidupan, akan kurang sempurna kalau setiap keindahan dalam hidup kita tanpa adanya keseimbangan dengan ketidakindahan. Mungkin hanya kita sendiri yang merasakan bahwa apa yang Allah berikan kepada kita itu tidak indah, padahal hanya Allah lah yang mengetahui yang terindah dan terbaik bagi makhluk ciptaannya.
Sekarang, saat ini, detik ini juga, belajarlah untuk berpikir positif akan apa yang terjadi dalam hidup kita. Kita adalah apa yang kita pikirkan. Pikirkan yang terbaik. Niscaya Allah akan memberikan yang terbaik bagi kita. Tentukan perbaiki juga keimanan kita agar semuanya serba indah. Keimanan kita baik, Insya Allah kita akan mendapatkan yang terbaik. Semoga !!
Mohamad Sidik
170706
06
Alessandro Del Piero
Di Jerman (sekarang kan mau tanding final)
atau di rumahnya di Turin, Italia
Mas, tahu ga kalo dari aku mulai ngerti kalo bola itu buat ditendang, aku udah nge-fans sama mas. Apalagi pas mas dulu masih muda dan maen keren banget di Juventus. Wah, pokoknya keren banget deh buat aku.
Mas Del Piero itu dalam hidupku sangat berarti. Alessandro Del Piero telah tertulis dalam hatiku sebagai salah satu figur manusia yang menginspirasikan diriku untuk selalu menjadi manusia yang lebih baik. Alessandro Del Piero adalah manusia yang menjadi idolaku dalam bermain sepakbola. Tidak ada pesepakbola yang lebih hebat dari pada Mas menurutku. Pokoknya mas itu udah menjadi pahlawanku dalam Sepakbola. The Best World Ever Had, Better than Pele, Better than everyone. You’re my Hero.
Makasih ya mas atas golnya kemarin yang akhirnya mengantarkan Italia untuk sampai ke Final piala dunianya yang ke 6. Terus berjuang mas karena perjuangan belum berakhir sampai Italia bisa juara untuk yang ke 4. Buktikan kalo Mas Del Piero itu belum “habis”, seperti yang dikatakan oleh orang-orang yang ga suka atas kesuksesan mas. Buktikan kalo usia mas yang udah hampir menginjak 32 tahun tidak menjadi masalah dalam berprestasi setinggi-tingginya. Buktikan kepada seluruh dunia kalo sebenarnya orang yang paling pantas memakai kostum nomor 10 itu mas, bukan Francesco Totti.
Masalah Juventus yang dituduh melakukan kecurangan selama ini, aku hanya bisa berdoa semoga Juventus selamat dari segala tuduhan dan sanksi yang akan dijatuhkan. Semoga Tuhan yang Maha Kuasa membuka mata Hakim yang terhormat agar melihat kenyataan bahwa sebenarnya bukan juventus yang melakukan kecurangan, tapi justru tim memiliki backingan mantan orang penting di pemerintahan Italia. Siapa lagi kalo bukan ** *****.
Mas Del Piero, jangan menyia-nyiakan kesempatan emas di Final Piala Dunia melawan Prancis ini. Jangan sampai kejadian tahun 2000 di Final Euro 2000 dimana Itali dikalahkan Prancis terulang lagi di Berlin. Ketika itu, penampilan yang kurang baik dari Mas akhirnya dijadikan penyebab kekalahan Italia dari Prancis. Buktikan kalo mas adalah pahlawan Gli Azzuri, pahlawan Itali, pahlawan Dunia, Pahlawanku juga….
Balaskan dendam terhadap Prancis, yang mengalahkan Italia tahun 2000. Walaupun sebenarnya pertemuan antara Italia melawan Prancis adalah partai reunimu dengan teman-teman lamamu di Juventus. Kamu bersama dengan Buffon, Cannavaro, Zambrotta, Peruzzi dan Camoranesi akan bertemu dengan kawanmu juga yaitu Zidane, Trezeguet, Thuram, Henry, dan Vieira. Tetapi, hal itu jangan mempengaruhi penampilanmu ya Mas….profesional tetap profesional….menang lawan teman akan sangat berarti lho….
Ya udah deh mas, suratnya segini dulu. Salam buat Mbak Sonia Amoruso yang cantik di rumah, bilang ada seorang fans yang mau bertamu ke rumah, hehe…..Oiya…kapan nih mau menghadirkan Del Piero jr. di rumah. Biar tambah seru kan, siapa tau nantinya bisa jadi penerus bapaknya buat jadi pesepakbola terhebat di jagad raya…..Amin. Salam juga buat semua anggota timnas Italia yang akan berjuang di final di Berlin nanti. Tetap semangat walaupun banyak orang yang menghina. Biarkan anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu. Cukup buktikan dengan tropi piala dunia di tanganmu. Sukses selalu.
Forza Alessandro Del Piero, Forza Lippi, Forza Gli Azzuri, iL Pinturicchio Never Die…..!!!!
Salam kagumku selalu,
Tifosi Gli Azzuri dan La Vecchia Signora
Kemayoran City, Indonesia
03
Seperti sudah kita ketahui bersama-sama, dalam 2 tahun ini telah terjadi berbagai macam bencana, baik dari alam maupun karena faktor lain. Apabila mau dirunut dari mulai Tsunami, Banjir Bandang, Tanah Longsor, Gempa Bumi, Angin Topan, Gunung Meletus, bahkan hingga Longsor Sampah pun ada di Indonesia.
Memang bencana yang terjadi tersebut membuat hati siapa saja menjadi sedih. Bagaimana tidak, telah ratusan ribu korban jiwa yang tiada akibat bencana tersebut. Namun, kadang kala perasaan sedih dan prihatin tersebut tidak dapat memunculkan solusi dan jalan keluar. Yang ada hanya rasa penyesalan dan putus asa tanpa dapat menemukan arah.
Untuk itu, kita sebagai umat yang beragama (dalam hal ini Islam) haruslah introspeksi diri kita kenapa bencana ini bisa menimpa secara terus menerus. Dengan berintrospeksi diharapkan kita dapat mengambil ibrah(pelajaran) dan hikmah dari bencana yang melanda.
Allah sebagai pemilik segala kehendak mengenai apa yang terjadi pada diri makhluknya pastilah memberikan sebuah pelajaran dalam bencana yang diturunkan kepada umat manusia. Ada tiga hal yang menyebabkan bencana itu dapat terjadi menurut Al-Qur’an.
1. Bencana yang timbul di negeri kita tercinta ini diakibatkan karena perbuatan tangan manusia. Hal ini tentu telah jelas terlihat di sekitar kita. Adanya pembalakan hutan secara liar yang mengakibatkan gundulnya hutan penampung air. Pencemaran lingkungan yang menyebabkan banyak penyakit menimpa manusia. Masih banyak contoh perbuatan tangan manusia yang menyebabkan kerusakan di muka bumi lain. Mungkin kalau mau dituliskan akan menghabiskan berlembar-lembar kertas.
Allah telah mengungkapkan kenyataan tersebut dalam Al-Quran yaitu pada QS 30:14 atau pada Surat Ar-Rum ayat 41,
Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).
Secara jelas tertulis dalam ayat diatas bahwa adanya kerusakan di darat dan laut diakibatkan oleh manusia. Akibatnya pun sekarang telah kita rasakan. Tujuan Allah menunjukkan kepada kita akibat kerusakan tersebut adalah agar kita kembali ke jalan yang benar. Masalahnya adalah, apakah kita sekarang telah kembali ke jalan yang benar setelah merasakan akibat perbuatan kita sendiri ??
2. Bencana yang timbul di negeri yang kita cintai ini adalah karena Allah memberikan azab kepada ummat manusia yang telah berlaku zhalim. Allah murka atas kezhaliman yang telah melampaui batas dan merusak peradaban manusia.
Sudah banyak kisah yang kita dengar ataupun kita baca mengenai azab yang Allah turunkan kepada ummat-ummat sebelum kita. Di Al-Quran banyak terdapat ayat yang menjelaskan mengenai kehancuran peradaban manusia di masa lampau. Kebanyakan peradaban tersebut adalah kaum yang diturunkan nabi atau rasuk diantara mereka. Namun, kebanyakan dari mereka mengingkari kebenaran yang dibawa oleh utusan Allah.
Contohnya adalah kaum nabi Nuh yang ditenggelamkan dalam banjir terbesar sepanjang sejarah peradaban manusia. Kaum ini mengingkari ajaran yang dibawa oleh nabi Nuh, padahal beliau telah berdakwah selama 950 tahun !! Allah pun akhirnya murka dan memusnahkan kaum ini untuk digantikan dengan kaum yang baru. Ataupun kisah kaum nabi yang lain seperti
- Kaum nabi Luth yaitu bangsa Sodom. Mereka telah melakukan tindakan Homoseksual antara sesama mereka. Allah memusnahkan mereka dengan menurunkan hujan batu dan hancurlah peradaban mereka karena kefasikan mereka (QS 27:58).
- Kaum nabi Hud yaitu bangsa ‘Aad. Mereka telah dikaruniai oleh Allah dengan kekayaan yang melimpah dengan gedung-gedung yang tinggi menjulang. Mereka pun menjadi sombong dan merasa paling hebat. Akhirnya Allah menurunkan suara keras yang mengguntur atau petir yang hebat untuk memusnahkan mereka (QS 41:16).
- Kaum nabi Soleh yaitu bangsa Tsamud. Mereka telah dikarunia teknologi tinggi dibuktikan dengan kemampuan mereka untuk membangun rumah dari gunung-gunung yang dipahat. Namun mereka mengingkari nikmat Allah. Mereka pun dibinasakan oleh Allah dengan gempa bumi yang memusnahkan semua kehidupan yang ada (QS 7:78).
- Kaum nabi Syuaib yaitu bangsa Madyan. Mereka telah melakukan kecurangan dengan mengurangi takaran dan timbangan dalam setiap transaksi perdagangan. Allah mengazab mereka dengan gempa yang dahsyat (QS 29:37).
Masih banyak contoh kaum lainnya yang menerima azab dari Allah dan sekarang telah musnah dari muka bumi. Melihat keadaan yang saat ini terjadi di dunia, kerusakan dan kemaksiatan yang terjadi jauh lebih parah dari pada zaman ummat terdahulu.
3. Allah menurunkan bencana kepada negeri yang kita cintai ini juga bisa jadi dikarenakan Allah sedang memberikan ujian kepada kita. Layaknya seorang pelajar yang ingin naik kelas, maka haruslah melewati sebuah ujian terlebih dahulu. Apabila lulus maka anak naik kelas, sedangkan kalau tidak lulus maka tetap di kelas yang sekarang.
Sama juga seperti kasus Allah yang memberikan ujian kepada manusia. Allah mengetes keimanan kita melalui bencana. Apabila kita bisa bersabar dan tetap berserah diri kepada Allah, maka kita akan lulus. Kalau pada akhirnya kita tidak sanggup bersabar maka kita tidak lulus ujian untuk menjadi orang beriman.
Dari semua kemungkinan alasan Allah menurunkan bencana kepada negeri Indonesia, tetap pada Akhirnya kita haruslah bersabar dan berserah diri kepada Allah. Seperti yang termaktub dalam Quran Surat Al-Baqarah ayat 153,
Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.
Kemudian selanjutnya dalam ayat 155-157, Allah melanjutkan mengenai jenis dari ujian tersebut serta ciri-ciri orang yang beruntung,
Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.
Semoga kita semua dapat menjadi orang yang selalu bersabar dalam menghadapi setiap bencana dan musibah yang datang.
Ya Allah Yang Maha Meneguhkan Hati
Teguhkanlah hati-hati kami dalam kebenaran dan kesabaran
Berikanlah kesempatan kepada kami untuk melihat wajah-Mu
Dan hidup kekal bersama dengan Rasulullah dalam surga-Mu


