Fantasista The 10

The Blue, Black, and White Of My Life

Jul
17

Allah memang Maha Adil. Dia menciptakan 2 sisi yang saling berlawanan. Ada manis, pasti ada juga pahit. Begitulah kehidupan. Kadang kita mengalami kenyataan yang manis, namun pasti ada saatnya kita akan merasakan kenyataan yang pahit. Hal itu dialami oleh semua manusia di dunia, tanpa ada kecuali.

Pemain-pemain Italia yang notabenenya adalah pemain klub Juventus merasakan kenyataan pahit ini. Mereka yang sedang mengalami masa-masa keemasan dalam karir dan kehidupan mereka langsung mendapatkan kenyataan buruk bahwa tim yang mereka bela harus terdegradasi ke Serie B Lega Calcio dan mendapatkan pengurangan 30 poin pada awal musim.

Juventus yang saat ini dituduh melakukan skandal pengaturan skor yang melibatkan petinggi klub yaitu Direktur Tekniknya Luciano Moggi dan juga ada Antonio Giraudo. Padahal dalam kenyataannya permasalahan yang terjadi belumlah jelas adanya. Dan peradilan untuk kasus sebesar ini tidak mungkin cukup untuk dilakukan hanya dalam waktu sebulan-dua bulan saja. Harusnya perlu dilakukan pemeriksaan dan kroscek dari berbagai pihak yang terlibat. Jangan sampai pada akhirnya orang yang bersalah tidak dikenakan sanksi dan malahan orang yang tidak tahu apa-apa mendapat sanksi.

Hal ini menjadi sebuah antiklimaks bagi prestasi klub Juventus, salah satu klub terbaik dan terkaya di dunia. Kalau kita mau lihat kembali ke belakang, track record dari tim ini sangatlah baik. Contohnya apa yang terjadi pada World Cup 2006 kemarin. Saya pribadi telah melakukan riset dan pengamatan statistik yang terjadi. Ini adalah faktanya !!

- Tim Italia yang pada World Cup 2006 kemarin menjadi juara dunia untuk yang keempat kalinya itu ternyata didominasi oleh pemain Juventus lho. Dari total pemain timnas yang berjumlah 23 pemain, ada 5 pemain Juventus disitu. Mereka adalah Gianluigi Buffon, Fabio Cannavaro, Gianluca Zambrotta, Mauro Camoranesi, dan Alessandro Del Piero. Jumlah 5 pemain ini lebih banyak dari semua klub yang menyumbang pemain di timnas, selain milan yang sama-sama menyumbang 5 pemain. persentasenya adalah 5/23 = 21,7 %

- Pada partai final tanggal 9 Juli 2006 di Stadion Olimpiade Berlin yang menyuguhkan pertandingan kelas dunia antara Italia melawan Prancis, terdapat pemain Juventus yang cukup banyak. Pada saat kick-off alias pemain starter kedua tim, terdapat 6 pemain Juventus, 4 dari Italia dan 2 dari Prancis. Berarti ada 6 pemain dari 22 pemain yang ada pada saat kick-off berlangsung adalah pemain Juventus. Persentasenya adalah 6/22 = 27,3 %. Kemudian apabila dihitung totalnya dari seluruh pemain yang tampil (termasuk 3 pemain pengganti dari tiap tim), terdapat 8 orang dari 28 orang pemain. Persentasenya adalah 8/28 = 28,6 %

- Pada daftar World Cup 2006 All Stars Team yang dikeluarkan oleh FIFA, terdapat 5 orang pemain Juventus dari 11 pemain yang terpilih. Mereka adalah Gianluigi Buffon, Fabio Cannavaro, Gianluca Zambrotta dari Italia serta Lilian Thuram dan Patrick Vieira dari Prancis. Sungguh prestasi yang sangat-sangat hebat, bahkan tidak ada satu pun klub sepakbola dari beribu-ribu klub di seluruh dunia yang mampu melakukan hal ini. Five out of Eleven !! Jadi, kalau mau dihitung persentasenya 5/11 = 45,5 %

- Fakta lain yang ada adalah pada sisi transfer. Juventus mencetak banyak rekor pada bidang ini. Pertama, Juventus melakukan pembelian untuk Gianluigi Buffon yang pada akhirnya menjadikan kiper ini sebagai The Most Expensive Goalkeeper in the World. Akhirnya hal ini berimbas pada penampilannya dan dia pun meraih gelar The Best Goalkeeper in the World. Kedua, Rekor transfer tertinggi pada saat Juventus menjual Zinedine Zidane ke Real Madrid. Memang lah, Juventus mempunyai banyak rekor pada transfer pemain.

Fakta-fakta yang terjadi diatas ini adalah sebuah bukti perjalanan sejarah Juventus, sebuah klub yang bisa dikatakan salah satu yang terbaik di dunia. Apa jadinya persepakbolaan dunia tanpa kehadiran dari klub yang satu ini. Sayangnya, saat ini klub ini sedang mengalami sebuah tragedi terbesar dalam sejarah klub ini.

Juventus yang selama lebih dari 100 tahun keikutsertaannya dalam kompetisi Serie A, tidak pernah yang namanya terdegradasi dari Serie A. Dan akhirnya pada tahun ini Juventus terkena skandal Calciopoli yang menyebabkan Juventus harus “turun level” ke Serie B. Hal ini adalah salah satu “Bencana terbesar” bagi persepakbolaan dunia. Salah satu klub terbaik dunia harus absen dari kompetisi terbaik di Eropa. Pastinya daya tarik dari cita rasa sepakbola dunia akan berkurang kelezatannya tanpa kehadiran Juventus.

Kembali lagi pada kenyataan yang pahit ini. Para tifosi, pemain, official dan petinggi Juventus pastinya sekarang mengalami saat-saat yang paling mengecewakan dalam hidup mereka. Saya pun termasuk diantara mereka yang kecewa. Kecewa pada sistem peradilan yang masih belum transparan, kecewa pada kasus ini, kasus Calciopoli yang menodai persepakbolaan Italia dan dunia. Saya tidak menyalahkan siapa pun. Apalagi kalau harus menyalahkan Juventus, tim yang saya bela. Kenyataannya biarlah Allah yang Maha Mengadili untuk memutuskan siapa pihak yang bersalah.

Kenyataan lainnya…

Saat ini berbicara mengenai kenyataan di dunia sepakbola, di bagian lain kehidupan pun kita bisa mengambil pelajaran dari apa yang terjadi. Kehidupan adalah belajar dan menuntut ilmu. Jadikanlah setiap hela nafas kita menjadi hikmah bagi diri kita.

Tyo Nugros, Drummer grup band Dewa 19, salah satu grup band papan atas di Indonesia, mengalami satu bagian paling menakutkan dalam dirinya. Lelaki berumur 36 tahun yang memiliki nama asli Wistyo Nugroho ini mengalami cedera pada kakinya, bagian tubuh yang sangat vital bagi kehidupannya.

Bagaimana tidak, profesinya yang seorang drummer membutuhkan kaki yang kuat dan sehat. Apalagi memang drummer adalah pekerjaan yang hampir seperti olahraga, mempergunakan seluruh anggota tubuh. Ia mengalami luka dalam pada bagian tulang dan otot kakinya. Sebenarnya cedera tersebut sudah lama dirasakannya, namun ia masih memaksakan diri untuk tetap menggebuk drum. Akhirnya cedera itu semakin parah dan membuatnya harus menjalani pengobatan yang cukup serius ditambah waktu recovery sekitar 3-6 bulan.

Sebegitu seriusnya cedera tersebut sampai-sampai apabila tidak segera diambil tindakan medis, maka Tyo akan mengalami cedera seumur hidupnya. Wah, ternyata parah ya….Saya sebagai salah satu Baladewa menyampaikan keprihatinan yang mendalam akan apa yang dialami oleh Mas Tyo. Semoga cepat sembuh ya…!!

Nah, dari kasus-kasus di atas kita dapat mengambil sebuah titik temu, bahwa kenyataan pahit dapat dirasakan oleh siapa saja. Tidak peduli ia orang miskin atau kaya, hitam atau putih, Islam atau bukan. Allah pasti memberikan kita kenyataan pahit tersebut agar kita menjadi orang yang lebih baik lagi. Tinggal bagaimana kita menyikapi sesuatu yang pahit ini agar menjadi manis dan indah.

Layaknya secangkir kopi, akan kurang nikmat rasanya kalau tidak ditambah gula. Seperti juga kehidupan, akan kurang sempurna kalau setiap keindahan dalam hidup kita tanpa adanya keseimbangan dengan ketidakindahan. Mungkin hanya kita sendiri yang merasakan bahwa apa yang Allah berikan kepada kita itu tidak indah, padahal hanya Allah lah yang mengetahui yang terindah dan terbaik bagi makhluk ciptaannya.

Sekarang, saat ini, detik ini juga, belajarlah untuk berpikir positif akan apa yang terjadi dalam hidup kita. Kita adalah apa yang kita pikirkan. Pikirkan yang terbaik. Niscaya Allah akan memberikan yang terbaik bagi kita. Tentukan perbaiki juga keimanan kita agar semuanya serba indah. Keimanan kita baik, Insya Allah kita akan mendapatkan yang terbaik. Semoga !!

Sebuah refleksi diri
Mohamad Sidik
170706
  1. aribowo Said,

    walaupun pahit msih jauh lebih baik dari pada kebohongan

  2. verury Said,

    gue suka kata2 lo.
    “kita adalah apa yg kita pikirkan.”
    i found ur blog so inspiring, Dik.
    keep it.

  3. w@hyu Said,

    Turut berduka Dik atas apa yg menimpa Juventus dan Mas Tyo..!!

    Jadi ingat kalimat dari sebuah majalah edisi lama yg bilang :
    “Allah akan memberikan apa yg kita butuhkan, bukan apa yg kita inginkan. Karena Allah Maha Tahu apa yg terbaik buat kita…”

  4. Muhammad Ilman Akbar Said,

    Wah, sidik sedikit menutupi kenyataan nih.. Pemain milan juga ada 5 lho..

    1. Alessandro Nesta
    2. Gennaro Gattuso
    3. Andrea Pirlo
    4. Alberto Gilardino
    5. Filippo Inzaghi

    Poin pertama masih salah tuh..

    Hidup Milan!

    =D

  5. Sidicx The 10 Said,

    @ ariwibowo : emang yang paling menyebalkan adalah kebohongan. Karena emang hanya satu kebohongan bisa merusak image orang itu selama hidupnya.

    “Lebih baik hidup nyata dalam kelam daripada hidup mimpi dalam angan”

  6. Sidicx The 10 Said,

    @ Verury : Thanx ya…Insya Allah dengan dukungan teman2 semua, gw akan terus memperbaiki diri gw dan sekitar gw setelahnya.

    Memang baik jadi orang penting, tapi lebih penting jadi orang baik

    Semoga tulisan gw bisa mewarnai dunia dengan keindahan, Amin.

  7. Sidicx The 10 Said,

    @ Mas W4hyu : Seperti yang saya tulis di tulisan yang sebelumnya tentang bencana, semoga semua ini adalah bagian dari ujian Allah buat orang islam agar ketahuan mana yang beriman dan mana yang tidak.

  8. Sidicx The 10 Said,

    @ iLm@N : Udah diedit tuh….lihat aja. By the way, kalo dihitung peran untuk kemenangan Italia gimana Man ?? menang Juve apa Milan ??

  9. Franova Said,

    HIdup Juventus….
    Dunia ini hambar tanpa juventus.

    ” Bagai sayur tanpa garam
    kurang enak kurang sedap “

  10. Ucubz Said,

    Yah walaupun begitu gw tetep yakin segala sesuatu yang terjadi di dunia ini pasti ada hikmahnya…

    btw dik blog gw sekarang ucubz.web.id… yang badminton-world.blogspot.com itu tentang badminton… hehe… tukeran link ya..

Add A Comment

Sidicx The 10