Fantasista The 10

The Blue, Black, and White Of My Life

Jul
29

Kampusku sangat ramai. Saat ini adalah waktu penyambutan mahasiswa baru yang berhasil lulus ke FK. Di sana-sini banyak terdapat wajah-wajah calon dokter yang masih terlihat ceria. Belum ada raut kesusahan di wajah mereka. Mungkin karena mereka belum merasakan betapa beratnya perjuangan kuliah di kedokteran.

Aku tidak ikut sibuk karena aku bukan panitia penyambutan mahasiswa baru. Sudah bosan. Itu alasan utamaku karena memang tahun lalu aku sudah menjadi panitia. Tahun ini aku ingin merasakan sedikit aroma kebebasan.

Aku pun terus bergerak menuju ruangan kelasku saat ada suara yang terdengar seperti menyebut namaku. Aku mencari-cari darimana suara itu berasal. Rasa penasaran dalam hatiku agak terjawab saat aku menoleh ke belakang.

“Assalamualaikum, Kak Ivan.” terdengar suara yang terasa begitu familiar bagiku.

Di hadapanku berdiri sesosok wanita berjilbab rapi dengan gamis berwarna merah hati. Aku mencoba mereka-reka identitas wanita ini. Namun, tetap aku tidak mampu mengingat mengenai dirinya. Yang terbayang dalam benakku hanya sesosok bidadari bermata jeli yang hadir di hadapanku. Subhanallah. Apakah aku bermimpi?

“Waalaikumsalam warahmatullah wabarakatuh. Siapa ya?” tanyaku padanya.

“Kak Ivan ga ingat siapa aku? Alhamdulillah, berarti aku sudah banyak berubah.” jawabannya membuatku bertambah penasaran.

“Maaf ya Ukhti, tapi saya benar-benar ga ingat siapa anda.”

“Aku Dinda, Kak. Adinda Saraswati Putri. Adik kelas kakak waktu SMP yang sempat dekat dengan kakak. Alhamdulillah berkat doa kakak aku diberikan hidayah oleh Allah untuk berhijrah. Sejak terakhir kali kita bertemu pun aku sudah mempelajari ajaran Islam, seperti yang kakak harapkan dariku. Sesuai juga dengan ajaran Islam.”

“Subhanallah, Maha Suci Allah. Dinda, Subhanallah. Kakak benar-benar ga mengenali kamu. Sekarang kamu sudah banyak berubah.” kalimat pujian menyeruak dari ucapku.

“Alhamdulillah. Ini juga karena doa kakak kan. Alhamdulillah juga Dinda akhirnya bisa lulus di kedokteran. Sesuai dengan harapan Dinda.”

Ya Allah, apakah kembalinya Dinda dalam kehidupanku adalah sebuah kebaikan bagiku. Atau Engkau menguji keimananku. Teguhkanlah pendirianku dalam kebenaran-Mu ya Allah.

“Din, sekarang kamu udah tahu kan bagaimana ajaran Islam mengatur hubungan ntara dua orang yang bukan muhrim. Kamu juga sudah mempelajari ajaran Islam. Kakak sarankan kamu untuk bergabung dengan lembaga dakwah di kampus ini. Insya Allah banyak sahabat yang bisa saling mengingatkan dalam usaha menjadi manusia yang lebih baik.”

“Insya Allah, Kak. Dinda akan bergabung dengan teman-teman di lembaga dakwah. Dinda kan juga masih perlu banyak belajar.”

Kata-kata dari Dinda begitu mendamaikan hatiku. Allah telah menghadirkan seorang pejuang Islam baru di kampus ini. Pejuang yang akan menyebarkan nilai-nilai Islam di kampus yang makin gersang ini.

Semoga Allah menjadikan hubungan antara aku dan Dinda sebagai hubungan yang suci. Bukan hubungan seperti dulu, yang menyalahartikan makna cinta yang hakiki dan menggantinya dengan cinta semu.

Ya Allah Yang Maha Menggenggam hati, condongkanlah hatiku kepada din-Mu dan kepada ketaatan pada-Mu.

Kemayoran, 020706

~Akhirnya habis juga….~

Temen-temen yang baca, tolong dikomentarin ya….boleh secara keseluruhan maupun bagian endingnya….kalopun nanti harus ada perubahan, boleh asal ke arah yang lebih baik….

  1. w@hyu Said,

    wah, gak nyangka endingnya bakal spt ini.
    kalo ngeliat dari judulnya aku malah nebak kalo Ivan benar2 gak bakal ketemu Adinda lagi, apalagi pas baca part 3 kemarin dimana Adinda pergi sambil bercucuran air mata, aku pikir itu udah pertemuan mereka yg terakhir. Ternyata… Adinda balik dlm keadaan yg benar2 berbeda.

    secara keseluruhan menurutku ide ceritanya menarik, simpel, dan sarat akan hikmah. cuman ceritanya terkesan lurus2 aja, gak banyak konflik yg dimunculkan. Maklum sih, karena emang bentuknya cerpen shg gak bisa dikembangkan terlalu jauh. mungkin akan lebih menarik seandainya pergulatan batin Adinda menghadapi situasi ini jg digambarkan. usul Dik, bikin jadi semacam novel aja. pake ide yg sama tapi dgn bahasan yg lebih luas. buat IVAN yg asli, pandai2 memanage hati ya..!! kalo jodoh gak bakalan kemana koq hehehe…

    segitu aja deh, kayaknya udah kepanjangan commentnya :)
    ditunggu karya selanjutnya..!!

  2. bebex Said,

    huumm,,koq bisa yah tiba2 dindanya brubah..
    salut lah buat ivan..

    btw,,si dinda ga minta balik lagi? :P wekeke…

  3. Sidicx The 10 Said,

    To Mas W4hYu….

    Emang ceritanya dibuat happy ending tapi agak ngegantung…jadi kalo emang entar mau dibikin kelanjutannya kan bisa gitu….

    Sapa tau entar ternyata hubungan si Dinda sama Ivan berlanjut dan “diresmikan” gitu…hehe….

    Makasih sarannya, Insya Allah akan dijadikan bahan pertimbangan supaya ke depannya bisa lebih baik….

    Kalo masalah kurang konflik…wajar ya karena cerpen agak susah kalo kebanyakan konflik. Entar namanya jadi cerpan donk alias cerita panjang,he3..

    Mungkin kalo jadi novel bisa kali ya…doain aja bisa dikembangin jadi novel…AMIN.

  4. Sidicx The 10 Said,

    To Bex…

    Alhamdulillah si Dinda kagak nuntut balik lagi…dia cuma bisa jadi wanita yang kalem dan lebih “menunggu”. Sapa tau ga berapa lama dia kembali menjalin hubungan sama si Ivan…tapi yang sekarang statusnya jelas…hehe….

  5. Lhia Said,

    assalamu’alaykum dik..
    ~numpang lewat.. =)
    lia br baca semuanya sekarang,, he3x.. agk kecewa sejujurnya..
    maaf y’
    kyaknya agak datar,, kurang greget.. terakhirnya juga terlalu sempurna,,
    happy ending..dan terlalu cepet berubahnya walaupun dah satu tahun lewat..
    tadinya lia kira, kan ad cobaan lagi yang lebih klimaks setelah berhijrah..
    hmm.. mungkin karna cerpen kali y’
    ~jadi kurang terasa emosinya..

    btw,, gmn klo lain kali tokoh wanitanya lebih terkesan manis dan sederhana(lebih dewasa jg.. =)), karena terlalu banyak cerita yg menonjolkan kecantikan wanita,,
    ~mungkin lebih menjual kali y’? :P

    anyway,,jangan berhenti nulis y’
    mudah2n kritik nya dapat membangun dan tak ad maksud u/ menyinggung..
    sMaNgat!!

  6. Sidicx The 10 Said,

    jadi kangen nih pengen bikin cerpen lagi…

Add A Comment

Sidicx The 10