17
Kemayoran, Kamis pukul 20.00 WIB, 16 November 2006
Hari ini banyak hal-hal dalam kehidupan gw yang ga bakalan gw lupakan. Gw memulai hari ini dengan ceria, walaupun agak ngantuk. Kuliah seperti biasa, namun agak berbeda karena gw bawa Jaket Kuning kebanggaan. Yap, pagi tadi gw telah mempersiapkan diri untuk ikut Aksi Menyikapi Kedatangan Presiden Amerika Serikat George W Bush. Setelah kuliah Struktur Data dan Algoritma, gw bersama iLm@N langsung bersiap untuk mengoordinir rekan-rekan Fasilkom lain yang ingin ikut serta dalam aksi. Alhamdulillah, sampai pada saat kami berangkat terkumpul 15 orang Pejuang Merah Biru. Mereka adalah gw(Sidicx), iLm@N, Abe, Yudi, Smile, Dania dan juga rekan-rekan 2006 yaitu Salman, Rosi, Faruk, Ramadhan, Kukuh, Arif, Linda, Emni, dan Winda.
Kami semua berangkat sekitar jam 11.40 WIB menggunakan sekitar 5-6 bus. Setelah perjalanan panjang yang melelahkan, akhirnya rombongan UI Depok sampai di tujuan yaitu kampus UI Salemba pada pukul 12.25 WIB. Langsung massa aksi UI menuju Masjid Arief Rahman Hakim yang sedang direnovasi untuk melaksanakan Sholat Dzuhur berjamaah. Jam 13.10 baru massa berbaris kembali di belakang mobil sound yang merupakan pusat koordinasi dan komando aksi. Selama kurang lebih 40 menit kami mendengarkan beragam orasi yang disampaikan oleh perwakilan Lembaga Fakultas. Tak berapa lama, rekan-rekan dari UNJ yang memang telah kami tunggu akhirnya tiba juga. Komando untuk kami mobilisasi ke bus langsung terdengar.
Oh iya, tujuan kami ke kampus UI Salemba selain untuk Sholat Dzuhur juga untuk menjemput dan mengajak rekan-rekan FK dan FKG untuk ikut berpartisipasi. Jadi, sekarang jumlah massa UI bertambah besar. Akibatnya, bus yang disediakan untuk mengangkut kami tidak mencukupi. Karena tidak ada pilihan lain, rekan-rekan UI pun memutuskan untuk naik ke atap bus(termasuk gw). Memang sih berbahaya, namun itulah seni dari perjuangan dan pengorbanan. Gw pun merasakan pengalaman pertama naik di atap bus yang berjalan. Semoga bukan yang terakhir kali, amin.
Intinya, perjalanan gw dari kampus UI Salemba menuju Bunderan HI menjadi pengalaman yang sangat seru dan takkan gw lupakan. Benar-benar terasa perjuangannya. Tak berapa lama kami sampai di Bunderan HI. Semua massa UI turun dari kendaraan. Ada kejadian menarik(lagi..) yang gw alami. Saat gw turun dari atap bus, gw terjatuh. Alhamdulillah ga parah. Gw terjatuh dengan posisi kaki di atas dan menimpa Abe ‘03 yang berniat menolong gw turun. Gw menyangkutkan satu kaki gw pada jendela sehingga tidak sampai ke tanah. Alhamdulillah, naik atap sukses, turun pun sukses(walaupun) terjatuh.
Di Bunderan HI massa telah berkumpul. Gw perkirakan jumlahnya sekitar 1000 orang lebih. Aksi Bush ini diikuti oleh BEM se-JaBoTaBek dan BEM Aliansi Mahasiswa Jakarta Raya. Asal kampusnya pun beragam. Namun, tetap massa terbanyak datang dari UI. Dari Bunderan HI kami beranjak menuju ke Istana Negara. Kami long march sambil meneriakkan yel-yel dan lagu-lagu perjuangan. Sampai di pertigaan depan Istana Negara, kami disambut oleh para polisi yang dengan setia menemani aksi kami. Mereka membentuk border untuk menghalangi massa aksi untuk mendekat ke istana. Karena aksi kami adalah aksi damai, jadi kami menjaga supaya tidak terjadi friksi dengan polisi.
Di depan istana beragam orasi dari rekan-rekan UI dan yang lainnya ramai membahana. Ada juga aksi teatrikal yang menggambarkan kekejaman Bush dan antek-anteknya. Yang lucu dan unik, ada seorang rekan dengan jaket warna oranye dengan nyentriknya mengajak bapak polisi untuk berfoto bersama. Ya untuk menurunkan suhu dan tensi aksi tersebut. Terakhir, seluruh ketua lembaga eksekutif kampus yang mengikuti aksi tersebut membacakan pernyataan sikap terhadap kedatangan Presiden Bush ke Indonesia. Pada intinya seluruh massa menolak kedatangan Bush dengan agenda terselubung yang dapat merugikan bangsa Indonesia.
Pukul 16.50 WIB aksi bubar dengan damai. Massa aksi berkumpul sesuai dengan kampus dan fakultasnya. Gw bersama rekan-rekan Fasilkom yang lainnya berkumpul untuk penutupan dan doa. Setelah itu kami berfoto bersama untuk dokumentasi BEM Fasilkom. Kemudian kami bergerak ke gedung RRI untuk melaksanakan sholat Ashar. Setelah sholat Ashar gw langsung pamit pada rekan Fasilkom yang lain untuk pulang duluan karena memang rumah gw lumayan dekat dari situ.
Kesan gw akan Aksi kali ini adalah gw sangat-sangat PUAS. Ga nyesel sama sekali cabut kuliah Fisika II dan Kalkulus untuk ikut aksi ini. Dengan semua pengalaman yang gw alami, wah ga sebanding deh kuliah. Bisa naik di atap bus untuk pertama kalinya, jatuh dari atap bus, aksi bareng rekan-rekan mahasiswa se-JaBoTaBek, dan merasakan berjuang bersama iLm@N dkk. Sungguh pengalaman yang indah. Peluh dan keringat yang menetes menjadi saksi perjuangan kami menegakkan kebenaran di bumi nusantara ini.
Kepada para mahasiswa
Yang merindukan kejayaan
Kepada rakyat yang kebingungan
Di persimpangan jalan
Kepada pewaris peradaban
Yang telah menggoreskan
Sebuah catatan kebanggaan
Di lembar sejarah manusia
Wahai kalian yang rindu kemenangan
Wahai kalian yang turun ke jalan
Demi mempersembahkan jiwa dan raga
Untuk negeri tercinta
Hidup Mahasiswa !!
Hidup Rakyat Indonesia !!
-
Franova Herdiyanto Said,
HIdup Mahasiswa!!!!
Hidup Rakyat Indonesia!!! -
Sidicx The 10 Said,
Hidup….
-
Aymen Said,
Salamun ‘Aleikum All,
If you want to know all truth about Islam (= “Submission to God alone”) go on this website :
About Mathematical Miracle of Quran :
http://www.submission.org/miracle/
Best Indonesian translation of Quran :
http://www.submission.org/indonesia/
Peace be upon you and God bless you,
Aymen


