Archive for February, 2007
26
Kembali lagi di sini bareng gw…
Sekarang gw pengen ngasih liat hasil dari Flash Fiction gw yang inspirasinya gw ambil dari FF gw yang lain. Ya semacam pengembangannya lah….ini nih yang aslinya…
Kereta Telat
Jam sudah menunjukkan pukul 8 malam. Aku telah berdiri di sini sejak 30 menit lalu. Orang yang bernasib sama denganku juga banyak. Mereka lelah. Aku pun lelah. Tubuh letih ini sudah tak bisa diajak kompromi. Terbayang di rumah nanti aku berbaring dengan nyaman.
Jarum arlojiku pun terus bergulir. Stasiun UI tak bergeming. Detik demi detiknya terasa bagai penantian berjam-jam bagi kami yang menunggu. Kepenatan hati kami makin lengkap. Kepulan asap dipadu gerutuan penumpang mewarnai malam yang makin kelam.
“Ya Tuhan, kapan semua ini kan berakhir?”
Aku pun mengumpat dalam hati mengapa kereta datang lama sekali. Sesekali kepalaku celingak-celinguk. Melongok ke arah rel yang diam membisu. Mereka tetap diam. Pertanyaan retoris kami tak bisa dijawab.
Sejenak keheningan merasuki jiwaku dan yang lain. Sayup-sayup terdengar suara petugas stasiun.
“Kereta jurusan Jakarta Kota mengalami keterlambatan. Kereta berangkat stasiun Citayem menuju Bogor.”
“Oh My God……Keluarkan aku dari tempat ini…!!!
***
Nah…itu udah lumayan lama gw bikin….Sekarang yang versi barunya, dapet job dari Buletin Boolean BEM Fasilkom buat ngisi rubrik cerpen.
Penantian Tiada Akhir
Malam ini langit tampak begitu gelap. Sang dewi malam tampak malas untuk memunculkan cahayanya. Di antara sinar muram rembulan, samar terlihat lorong yang masih dipenuhi kumpulan manusia. Vian dengan gumamannya sedang bertanya-tanya sendiri. Kacamatanya agak turun akibat kepalanya yang terangguk-angguk karena rasa kantuk yang menyerang. Di sebelah tempatnya berpijak terdapat seorang lelaki setengah baya yang sedang berusaha menyibukkan dirinya dengan membaca koran, sambil sesekali melirik arloji di pergelangan tangannya. Sepasang kekasih berdiri di depan Vian. Seakan dunia hanya milik berdua, sang pria memeluk sang wanita dari belakang. Vian hanya terdiam tak peduli. Sama halnya dengan orang-orang di sekitarnya.
Di pikiran Vian hanya berkelebat ingatan tentang materi kuliah yang didapatnya pagi tadi. Esok pagi ia harus siap untuk menghadapi ujian mata kuliah yang paling sulit. Menurut rencana awal, sesampainya di rumah ia akan langsung menyelami buku-buku kuliahnya. Itu harapannya.
“Argh…lama banget sih…gimana nih ujian gw? Kapan gw belajar?”
Kata-katanya tak sampai terucap oleh bibir. Ia terlalu lelah untuk meluapkan rasa kesalnya dalam bentuk lisan. Mungkin kalau dituangkan menjadi rangkaian kata, bisa menghabiskan berlembar-lembar kertas. Namun akal sehat masih menguasai dirinya. Buat apa menghabiskan tenaga hanya untuk marah-marah. Ditambah lagi hal tersebut takkan menghasilkan apa-apa. Lebih baik ditabung untuk belajar, katanya.
Seorang ibu muda mendekati Vian. Di wajahnya tersirat kelelahan yang sangat. Badannya agak membungkuk sambil bersuara pelan
“Nak, jam berapa ya? Kok keretanya belum datang juga…”
Vian mengangkat kepalanya dan dengan sedikit enggan melirik ke arah jam tangan miliknya.
“Jam setengah sembilan, Bu. Saya juga nggak tahu kenapa keretanya nggak datang-datang. Mungkin kesasar sampai Bandung Bu, he..” Jawab Vian mencoba melucu walaupun hanya melahirkan senyuman kecut.
Ibu itu mengucapkan terima kasih sekenanya, kemudian berlalu dari hadapan Vian. Meninggalkan Vian yang masih termenung dalam penantiannya. Ia telah tertahan di sana selama 1 jam lebih. Seharusnya saat ini ia telah sampai di rumahnya dan mulai bergelut dengan bahan-bahan ujian. Entah kenapa di saat-saat seperti ini waktu serasa bergulir dengan begitu lambatnya.
Rel-rel masih tak bergeming. Mereka seakan tak mengerti penderitaan yang dialami Vian dan para penumpang KRL jurusan Bogor-Jakarta Kota lainnya. Sama seperti orang-orang yang mengepulkan asap rokok dari mulutnya di tengah-tengah kerumunan manusia. Mungkin hati-hati mereka sekeras rel, hingga tak mengerti betapa menderita orang yang harus menghirup ribuan racun dari asap rokok mereka.
Detik demi detik terus berlalu. Asa semakin terpuruk dalam relung sukma, bersama harapan untuk mendapatkan nilai bagus pada ujian esok hari. Vian yang sudah bosan mengumpat-umpat dalam hati kelihatan mengucap doa perlahan. Pelan, sepelan waktu bergerak. Hening, sehening malam yang kian kelam. Secercah harapan muncul saat sayup terdengar pengumuman yang keluar dari pengeras suara di sudut dinding Stasiun UI.
“Terima kasih Tuhan, Engkau telah menjawab doaku” bisik Vian lirih.
Para penumpang yang senasib dengan Vian mulai bereaksi. Beberapa terlihat bangkit dari tempat duduknya sambil menggeliat melemaskan otot-ototnya. Yang lain memilih untuk merapat ke rel sambil melongok ke arah darimana kereta datang. Vian pun ikut memasang telinganya baik-baik supaya pengumuman tersebut dapat didengarnya dengan jelas. Kini pengumuman itu terdengar makin jelas.
“Mohon maaf bagi para penumpang KRL jurusan Bogor-Jakarta Kota, kereta mengalami gangguan teknis pada daerah antara stasiun Citayem dan Bogor. Saat ini kereta sedang dalam perjalanan dari stasiun Citayem menuju ke arah Bogor. Harap maklum adanya. Terima Kasih.“
Mendengar kata-kata petugas stasiun itu, Vian kembali tertunduk lesu. Otaknya yang telah penat serasa ingin meledak, seperti juga hatinya. Perlahan pandangannya kabur. Sesaat kemudian ia mulai kehilangan kesadaran. Sebelum tersungkur tak sadarkan diri, ia sempat berbisik kecil
“Oh My God…..keluarkan aku dari tempat ini….”
***
Silahkan liat perbedaan antara kedua FF karya gw itu….Yang pasti terlihat adalah FF yang kedua lebih panjang dari yang pertama. Namun, temanya tetap sama yaitu tentang seseorang yang sedang menunggu datangnya KRL Bogor-Jakarta.
Dengan adanya 2 karya ini, gw cuma mau memperlihatkan bahwa ternyata menciptakan sebuah karya sastra tidak harus dengan menggunakan ide dan tema yang benar-benar dari nol. Apalagi kalo sampai mengklaim bahwa idenya benar-benar orisinil. Yah, sulit sekali memiliki ide yang orisinil sebenar-benarnya. Ternyata bisa lho bikin sebuah karya sastra yang baru dari karya sastra yang telah ada sebelumnya. Tinggal dikembangkan saja ide dan pemikiran kita. Jadi Deh.
Ayo…ayo….kembangkan ide kita…gw juga lagi ada misi buat diri gw sendiri buat bikin cerpen yang bertema Romantic Comedy alias Komedi Cinta gitu, buat ikutan kompetisi yang diadain sama Blogfam dan Gradien Books. Soal ide udah lumayan banyak, kayak baca Kambing Jantan dan Cinta Brontosaurus-nya Raditya Dika, trus juga Sakit 1/2 Jiwa-nya Endang Rukmana. Doakan gw ya berhasil mengarang cerpen itu, trus berhasil masuk ke kumpulan cerpen yang bakal diterbitin….
17
Dear Diary, kuingin cerita kepadamu….(lagu Ratu donk…)
Jujur, gw lama-lama agak muak juga berada di lingkungan yang Jepang banget ini…entah kenapa makin lama semakin banyak yang terkontaminasi dan justru itu yang makin bikin gw nggak nyaman. Suer takuer-kuer….gw juga nggak tahu kenape tapi gw pernah bisa suka sebenar-benarnya suka dengan semua hal yang berbau Jepang. Dan sekarang gw terjebak di alam yang makhluk-makhluknya jepunMania semua. Ditambah lagi banyak juga yang “Cinta Bilang Benci” (Quote dari Kemal). Terus ada juga yang sebenarnya nggak suka, nggak tahu kenapa karena terlalu banyak dicekokin oleh Jepun jadi tahu-tahu suka…entah kenapa…
Gw yang emang nggak mau membohongi diri gw sendiri dan jujur sama hati gw, sampe sekarang suka ngerasa gitu. Dari dulu emang gw nggak mau yang terlalu banget sama sesuatu. Dan sampe sekarang gw juga masih ngejaga supaya ya kalopun suka nggak berlebihan. Amit-amit deh kalo “Imitasi”, apalagi “Identifikasi”….
Dan saat ini gw sadar kalo yang terbaik jadi diri sendiri. Ga usah malu bilang suka, cinta, dan sayang sama sesuatu. Hal ini yang banyak gw pelajari dari Bang “Dewa Kemal”. Nggak usah malu walaupun di-offense dari seluruh penjuru mata angin. Terutama dalam hal selera musik, film, dan style. Ada lagi, yang selalu bikin gw bertanya-tanya, kenapa ya orang jarang yang bisa meng-apresiasikan karya orang lain dengan baik. Kalopun nggak suka yang baik-baik juga bilangnya…Jangan cuma bisanya ngehina, padahal dirinya sama sekali “KOSONG”.
Kalo emang gw punya fisik yang nggak bagus, trus lo ngehina, langsung aja bilang ke yang ciptain gw…berani lo?!
Kalo emang gw suka nonton sinetron, ya gw suka…ada masalah…
Kalo emang gw suka dengerin lagu cinta bego, trus napa…
Kalo emang gw nggak suka nonton J-Dorama+Anime, atau nonton di Bioskop, ya suka-suka gw…
Kalo emang gw punya band sendiri dengan lagu-lagunya, lo nggak suka, sampe setiap hari harus menghina gw…
Atau jangan-jangan lo nggak punya kerjaan sampe-sampe sibuk ngurusin urusan kecil dari tiap orang…
Oh, iya gw minta maap kalo selama gw gaul sama lo pernah menghina, mengatain, membuat lo jadi bahan lucu-lucuan, dll. Gw ngerasa sekarang kok yang ngatain dan ngehina gw makin banyak, mungkin balasan bagi gw ya…semoga aja nggak. Sekali lagi gw minta maap ya…b
Apa yang gw tulis di atas nggak butuh buat dikomentarin, dibegoin, dikatain, dihina, atau apapun. Pokoknya No Offense lah. Yang pasti itulah jeritan hati gw. Bebas donk nulis di diary. Kalopun ada yang mau tukar ide, langsung ngomong ama gw. Tapi, kalo masih ada yang pengen ngehina juga, mending disimpen tenaganya, daripada nulis yang nggak penting.
.:lega, akhirnya terluapkan juga:.
05
Kembali lagi bersama gw Sidicx. Sori dori nih udah lama gw nggak apdet Blog..soale banyak terjadi masalah gitu. Ada-ada aja deh masalahnya…Mulai dari gwnya yang nggak pernah ke kampus buat ngerasain internet gratis, warnet penuh, Monitor rumah gw rusak, sampe banjir yang menyebabkan daerah rumah gw mati semua listriknya. So, maapin gw ya…
Nah…tentang listrik rumah gw yang mati, gw punya banyak cerita menarik nih. Jadi gini ceritanya, hari Sabtu pagi gw bangun sekitar jam 5 pagi. Nah, seperti kebiasaan gw bangun tidur ku terus mandi….hehe..Maksud gw bangun ya langsung ngambil air wudhu terus Sholat Subuh. Setelah sholat subuh, berhubung mata gw terus bergerilya biar gw segera tidur lagi, ya gw ngalah. Hasilnya gw langsung merebahkan badan gw di kasur lipat kesayangan gw. Nah…baru juga sekitar 3 menit gw nutup mata, tau-tau orang rumah gw pada rame semua…pas gw melekin mata, nah lo kok gelap semua ya…Baru dah gw tahu ternyata orang-orang tuh pada ribut semua soalnya mati lampu alias mati listrik.
Buset Dah…masa rumah gw banjir aja kagak kok pake diputusin segala listriknya sama PLN. Langsung deh pada nyari-nyari lilin sama korek, pada mau niup lilin coz ada yang ultah…ya kagak lah, mereka udah pada kegelapan gitu. Nggak lama udah agak remang-remang gitu karena ada beberapa lilin yang udah nyala. Alhasil gw nggak jadi tidur, capeee deh…
Karena jumlah lilin yang terbatas, akhirnya gw kepikiran buat pake lampu badai, semacam lampu teplok gitu…ternyata masih tersisa sedikit minyak tanah di dalemnya. Gw nyalain dan jadi lebih terang deh (Ya iya lah, kalo lebih basah namanya disiram…hehe…). Ga lama ternyata matahari telah menunjukkan wajahnya yang bersinar…berhubung pengen berhemat lilin ya akhirnya yang dinyalain cuma dikit deh…Dan dengan ini dimulailah penderitaan gw selama 1 hari lebih…
Jadi pagi itu selain listrik mati, PAM juga mati. Tapi, alhamdulillah kran depan rumah gw bisa ngeluarin air walaupun kayak orang kencing batu. Jadi, jangan salah sangka lo, walaupun PAM mati tapi gw tetep aja mandi seperti biasa. Selama hari Sabtu itu kegiatan gw cuma ngangkatin air seember-seember dari depan ke dalem…Lama-lama otot bisep gw gede juga…hahaha…
Malemnya, nyokap bokap pada cabut jalan-jalan ke rumah pade gw, jadi di rumah gw bersama 2 mpok gw. Daripada kesepian, akhirnya mpok gw nyetel radio dari HPnya trus dinyalain speakerphonenya…suasana yang tadinya sepi menjadi rame oleh suara nyanyian gw yang merdu dengan bekgron lagu yang lagi diputer di “Rythm of Love”Mustang 88 FM atawa I-Radio 89,6 FM. Dari abis maghrib sampe jam 9 malem lagu-lagu berputar dengan asik. Jam 9 lewat dikit ortu gw pulang. Karena kagak boleh brisik akhirnya tuh radio dikecilin. Jadi kurang asik sih….
Sekitar jam setengah 10 suasana jadi sepi. BoNyok udah pada tidur, kedua mpok gw juga kayaknya udah pada tiga per empat tidur deh (emang ada ya…kayak gimana…??). Radio ternyata juga baterenya udah abis, ya udah gw tidur aja…met Tidur ya…mmmmmuuuuuaaacccchhhh (hehe…tribute for someone yang suka banget pake kata-kata ini setiap kali sms ke temen gw….piss…sehat-sehat lo disana…)
Paginya ternyata gw bangun dalam keadaan masih gelap gulita disana-sini. Buset dah…mau berapa lama tuh PLN matiin listrik rumah gw, ganteng banget dah…Akhirnya gw hari itu maen ke tempat sodara. Jadi, berhubung di tempat sodara gw kagak mati listriknya, gw bisa maen PS, makan sesajen yang disediain (eitss…bukan kembang tujuh rupa, tapi ular alias Snack…hehe..). Ga lama bokap nelpon mau make motor, yasud gw balik deh…
Pulang ke rumah gw ngobrol ama keluarga dan sekitar jam setengah 12 gw ketiduran. Bangun-bangun sekitar jam setengah 2 soale pada berisik. Buset, berisik banget….Eh, ternyata listriknya udah idup, Alhamdulillah….langsung pada nonton deh berita banjir….
Setelah gw rekap, gw udah terperangkap dalam kegelapan tanpa listrik selama 32 jam, dari jam setengah 6 pagi hari Sabtu sampe jam setengah 2 siang hari Minggu. Waduh, bener-bener pengalaman yang kagak ngenakin banget….Buat lo-lo pade yang ngalamin hal serupa, salam senasib dari gw. Semoga cepet nyala….Amin.
PS : FYI, pagi tadi (Senin, 5 Februari 2007) dinihari listrik daerah rumah gw mati lagi. Gw nggak tahu pasti dari jam berape karena gw bangun jam 6 udah mati. Yang pasti diatas jam setengah 1 malem. Jadi, doain cepet nyala ya….


