30
Gw juga nggak mau kalah sama Ilman yang cerita tentang Pesta Blogger 2007. Di rumah gw juga ada pesta kok, hwehehe…Kalo yang belom baca postingan Part 1-nya, wajib baca dulu biar nyambung. Buka deh ya..
Cerita Pernikahan Kakakku (Part 1 - Akad Nikah)
Di postingan sebelumnya gw udah menceritakan dari mulai pagi sampai akad nikah dilaksanakan. Selanjutnya adalah sesi pemberian ucapan selamat dan doa restu dari keluarga dan para tamu undangan. Pada waktu pelaksanaan akad ini, saudara yang dateng juga udah banyak. Keluarga dari pihak bapak alhamdulillah bisa dateng banyak. Dari keluarga ibu juga nggak kalah banyak. Ada rombongan dari Bandung yang datang dengan beberapa mobil. Ada juga Pakde Kardi yang jauh-jauh datang dari Kutoarjo. Alhamdulillah juga Mbah gw yang masih ada, Mbah Salbiyah, Ibunya bapak gw, bisa datang dan memberikan doa restu bagi cucunya. Pokoknya rame deh. Pagi itu silaturahim terjalin dengan indahnya, antara keluarga dari ibu dan keluarga dari bapak yang jarang-jarang bisa ketemu dan saling bertukar cerita.
Seusai para tamu undangan memberikan ucapan selamat pada kedua mempelai, mereka langsung menuju tempat makanan. Oiya, pernikahan kakak gw ini mengaplikasikan prinsip pemisahan antara laki-laki dan wanita. Nggak menyeluruh sih karena emang tempatnya nggak cukup. Gw coba deskripsikan deh. Jadi, area tempat mempelai berada merupakan zona gabungan, dengan pintu yang memang cuma satu. Namun, pintu keluarnya ada dua sehingga bagi yang laki-laki alias bapak-bapak menuju ke arah kiri dan yang wanita alias ibu-ibu menuju ke arah kanan. Tempat duduk untuk para tamu juga dipisah. Tempat bagi ibu-ibu berada di sebelah kanan. Sementara tempat bagi bapak-bapak berada di sebelah kiri dan dipisahkan dengan gubuk-gubuk tempat makanan++ (Makanan tambahan: es krim, kambing guling, dan bakso). Manfaatnya banyak loh dipisah kayak gini. Selain untuk menjaga hijab antara yang laki-laki dan wanita, pemisahan ini juga membuat situasi lebih kondusif, teratur, dan rapih. Hmm…cara seperti ini mungkin akan gw terapkan di pesta pernikahan gw nanti. Nanti masih lama….hwehehe…
Di saat para tamu sedang menikmati hidangan, ternyata kedua mempelai pun kelaparan, hwehehe…Mereka dibawakan sepiring nasi beserta lauk dan sayurnya. Seru juga tuh pas lagi mereka suap-suapan. Jadi ngiri, hwehehe…terlihat banget kebahagiaan di wajah Mbak Yanti dan Aa Idin. Setelah makan ada sesi pemotretan bagi mempelai dengan pengarah gaya yaitu fotografer yang terlihat cukup handal dan profesional. Langsung dah mereka bergaya bagaikan raja dan ratu. Sip..sip..keren dah. Sekitar pukul setengah 12 mereka berganti busana sekalian waktu untuk istirahat dan sholat dzuhur. Kalo pas lagi akad pagi tadi mereka kompakan pake setelan berwarna putih, untuk kostum kedua nuansa warna pink yang diekspos. Komplit dari mulai selop sampai kopiah yang dipakai pun warnanya pink. Ngepas dan matching banget sama warna ruang pelaminan, kamar pengantin, dan tenda. Gw sendiri pas lagi jam segitu lagi ke mesjid bareng sama tamu dan saudara buat sholat dzuhur berjamaah.
Serunya pas lagi ketemu saudara adalah obrolan seputar hidup: kuliah, kerja dan/atau nikah. Sama aja kayak kemaren pas lagi gw ngobrol sama saudara. Nggak yang muda nggak yang tua nanyainnya sama aja: KAMU UDAH ADA CALON YA DIK? Buset dah…Banyak pertimbangan kali buat gw menentukan pendamping hidup. Nggak bisa main-main. Lagian sekarang pertimbangan gw buat nikah tuh lebih banyak. Gw nggak akan nikah sebelum kakak cewe gw yang nomor dua nikah. Lagian kan gw cowok gitu, usia optimal untuk menikahnya lebih tua daripada wanita. So, santai aja. Menikah memang penting, tapi lebih penting mempersiapkan pernikahan sebaik-baiknya….Huhu, bijak sekali gw…
Kembali ke cerita. Setelah sholat dzuhur, perut gw mulai berteriak-teriak untuk diisi dengan makanan. Memang gw baru makan pagi, itupun cuma sedikit. Entah kenapa hari itu nafsu makan gw sangat menurun. Padahal makanannya melimpah. Enak-enak pula. Ya udah, gw pun langsung mengambil makan secukupnya dan langsung duduk di samping Mas Dian, sepupu gw dari keluarga Ibu yang tinggal di Bandung. Tahukah lo apa percakapan yang kami bicarakan? Yap, jawaban anda tepat. Masalah jodoh lagi. Mas Dian nanyain juga gw udah punya calon apa belum. Hmmm…jawaban gw ya belum ada karena memang belum ada. Ntar lah Mas kalo emang udah ada pasti gw ceritain. Percakapan berlanjut dengan gw yang menanyakan tentang kabar kalo dia mau menikah. Dan ternyata memang benar dia akan menikah bulan Maret tahun depan. Oke deh Mas, semoga pernikahannya sukses ya.
Seperti tertulis di undangan dan jadwal acara, Resepsi pernikahan alias Walimatul Ursy dimulai pada jam 13.00 dan berakhir pada jam 17.00. So, sekitar jam 1 siang tamu pun mulai berdatangan. Kambing guling dan bakso pun mulai tersaji, kesempatan bagi gw untuk berburu makanan, hwehehehe…Tamu yang datang sangat beragam. Mulai dari keluarga bapak, keluarga ibu, tetangga dekat, tetangga jauh, temannya Mbak Yanti, temannya Aa Idin, temannya bapak dan ibu, sampai orang-orang penting semacam pak Lurah dan pak Jenderal (pakde gw, Pakde Mardi kan Letnan Jenderal). Semua datang dengan tujuan untuk bersilaturahim seraya mengucapkan selamat dan doa restu pada kedua mempelai dan keluarga. Kondisi pun mulai hectic ketika arus tamu menjadi makin padat. Undangan yang disebar berjumlah lebih dari 500 buah. Yang datang tamunya bisa mencapai lebih dari 1000 orang coz keluarga datang ramai banget.
Di pertengahan waktu resepsi, kedua mempelai kembali berganti busana. Kali ini nuansa merah yang sangat mendominasi. Oke juga tuh ganti warna terus. Selain sesi pemberian selamat dan doa restu, ada juga selingan berupa sesi pemotretan untuk keluarga atau kerabat dengan kedua mempelai. Gw yang emang demen megang kamera kebagian tugas tambahan menjadi tukang potret. Lumayan lah, nambah-nambah dokumentasi pernikahan selain dari fotografer. Oiya, hampir lupa. Dari awal memang rencananya acara resepsi akan diramaikan dengan penampilan nasyid secara Live oleh tim nasyidnya FKM UI. Tadinya pengen tampil jam 13.00. Namun akhirnya telat dan baru bisa tampil sekitar pukul setengah empat sore. Mereka membawakan sekitar 6 buah lagu. Nah, ada yang seru dan keren di penghujung penampilan mereka.
Ada penampilan nasyid spesial. Tim Nasyid FKM featuring Sidik. Hmm…berasa sangat spesial karena gw sebagai adiknya Mbak Yanti mempersembahkan sebuah tembang nasyid bagi kedua mempelai. Huhu…adik yang baik…Pada kesempatan kemaren itu gw menyanyikan “Hari Bahagia” milik Justice Voice. Sesuai banget tuh isi lagu sama momen pernikahan ini. Penampilan gw yang sederhana dan alami (karena memang tidak latian terlebih dulu. Baru juga kenal sama tim nasyidnya beberapa menit yang lalu) menjadikan elemen spesial makin ketara. Tapi jangan dikira penampilan gw minimalis dan tidak berkesan. Penghayatannya berasa banget sampe gw merem-merem gitu nyanyinya. Dan hasilnya? Sukses berat Man !! Ortu yang belum pernah denger gw nyanyi beneran langsung bilang suara gw bagus. Bahkan kakak pertama gw Mas Dody yang jarang banget muji gw, bilang kalo suara gw bagus. Hmmm…akhirnya mereka sadar. Gw jadi semangat terpacu buat terus memperbaiki kualitas vokal gw. Oia, kedua mempelai juga berterima kasih ke gw udah dikasih kado berupa lagu yang dinyanyikan dengan indah. Liat nih gaya keren gw pas lagi nyanyi….hwehehehe
Tamu yang datang tetap ramai hingga menjelang pukul 5 sore. Bahkan ada juga beberapa yang datang lewat dari pukul 5. Tetap aja kita terima walaupun mereka telat, hehe…Menjelang masuk waktu Maghrib proses perapihan pun dilakukan. Kursi-kursi mulai ditumpuk dan sampah-sampah dibersihkan. Tamu pun sudah meninggalkan lokasi pernikahan. Paling tinggal keluarga aja yang masih ada. Semua lelah, terutama keluarga gw dan kedua mempelai. Hari ini emang bisa dibilang hari yang panjang dan melelahkan, tapi berkesan dan terkenang selalu. Sampai malam pun kerjaan buat gw ada aja. Yang bantu inilah, itulah. Yang akhirnya bikin waktu belajar gw buat 2 ujian pada hari Senin jadi sangat-sangat tidak optimal. Susah banget buat nyari waktu belajar bener. Sampe pusing gw…
Overall, pelaksanaan resepsi alias walimatul ursy berlangsung dengan lancar, aman, dan terkendali.
[BERSAMBUNG KE PART 3-END]
-
Darth Verocious Said,
hmmm, gile dik lo ganteng abis, klo gak percaya ya udah…
kapan kawin om?
gak sekalian aja lo jadi MC kawinan, udah pas tuh namanya, MC Dik
-
Praditya Said,
Asik banget tuh kayaknya pas nyanyi…
wkwkwk -
Sidicx Said,
@ Om Kemal : Emang gw ganteng abis…makasih…wokwokwok..
Nikah kalee…?! masih lama dah…paling cepet banget 3 taon lagi.
-
Sidicx Said,
@ Praditya : Yoi donk dit…menghayati banget…sampe merem” gitu..
-
Leni Said,
wah.. seru yah

-
Sidicx Said,
@ Leni: Alhamdulillah Len…seru dan lancar…
ga nyesel sama sekali nggak ikut pesta blogger 2007….
-
ade Said,
weleh…beberapa hari lagi..gw akan mengalami hal yang serupa..
ditanyain:”kamu gimana?”,”kapan nyusul”
kakak mo kawin juga ni -
rabindra Said,
ckckck.. ga dibuka sehari udah berentet aja postingannya, hehe..
Selamat ya utk Mas Idin dan Teteh Yanti, hehe. Mudah2an jadi keluarga yg sakinah. tinggal nunggu keponakan yang kedua ni? hehe. -
deni Said,
ih itu yang nyanyi kurang kacamata item doang, hehe
selamat buat kakaknya sidik, semoga adiknya cepat menyusul
3 tahun lagi ya dik? :p -
Sidicx Said,
@ Ade: Hehehehe…nasib kita sama nih…
btw salam kenal…tukeran link yuks…blog lo bagus tuh..
-
Sidicx Said,
@ Arya: Hehe..iya ya emang…triple post..
oiya, kebalik atuh. Yang jawa kan mbak Yanti. Kalo Aa Idin yang Sunda. Hehe..
Amin…pengen cepet-cepet nih dapet keponakan baru…
-
Sidicx Said,
@ Deni: Sial lo den…(LOL)
makasih…makasih…Insya Allah kalo emang dikasih sama Allah..



