19
Kali ini gw pengen mencoba menulis sesuatu yang berbeda dari biasanya. Kan biasanya gw cerita tentang kehidupan gw gitu di blog, nah sekarang gw pengen mencoba sharing mengenai cara-cara orang-orang dalam melepaskan rasa marah, kesal, sedih, dan bete dalam dirinya. Karena gw pun pernah mengalaminya dan juga sering melihat lingkungan sekitar gw juga yang seperti itu, so gw pengen berbagi aja nih.
Secara garis besar sih ada dua cara seseorang melepaskan amarah (dalam hal ini adalah perasaan yang campur aduk antara sedih, marah, kesal, bete, rasa bersalah, dll) di dalam dirinya. Cara yang pertama adalah cara yang bisa dibilang positif, sedangkan yang kedua adalah cara negatif.
Cara Positif
Mengapa dibilang positif. Pertama, karena cara ini tidak menyakiti diri sendiri. Kedua, karena cara ini tidak menyakiti orang lain. Ketiga, karena cara ini tidak merusak lingkungan. Keempat, karena dengan cara ini kita bisa berusaha menjadi lebih baik. Kelima, karena dengan cara kita bisa menggali hikmah yang berada di balik tiap hal.
Pengalaman pribadi gw adalah, dengan cara ini Insya Allah semua masalah bisa teratasi dengan baik. Pada akhirnya juga memperkecil keburukan yang dihasilkan. Penasaran caranya seperti apa? Mari kita bedah bersama-sama.
- Curhat sama Allah?? Why Not?!
Seseorang yang sedang dilanda amarah biasanya membutuhkan pihak lain untuk menemaninya atau sekedar mendengarkan cerita dan curahan hatinya. Tiap orang memiliki preferensi yang berbeda-beda mengenai siapa pihak yang dipercayanya untuk curhat. Ada yang curhat sama temen, sahabat, nyokap, kakak, adik, guru BK, psikolog. Ada yang memilih curhat ke benda mati seperti buku harian alias diary atau menulis di blog. Ada lagi yang lebih memilih untuk menyimpan sendiri atau membiarkan bantal menjadi alas tangisnya. Nah, ada juga orang-orang yang memilih curhat kepada Allah, Dzat Yang Maha Mendengar.
Memang nggak ada salahnya untuk mencurahkan isi hatinya dengan cara atau ke orang-orang tertentu seperti disebutkan diatas. Namun, sangat lumrah apabila manusia mengharapkan agar si pihak yang dipercayainya untuk mendengarkan curhatnya itu selalu ada dan siap membantu kapanpun dan dimanapun. Untuk yang satu ini, jelas Allah lah yang pasti akan selalu ada dan selalu memiliki solusi yang terbaik bagi kita semua. Gw sendiri kalo punya masalah yang sudah terlampau berat dan gw nggak menemukan solusi terbaik saat gw bercerita ke manusia/benda mati, pasti gw akan beralih untuk curhat sama Allah.
Nggak usah malu untuk menangis di hadapan Allah. Dari lahir aja manusia udah nangis. Biasanya kalo pengen menenangkan diri gw akan bangun di malam hari untuk sholat malam kemudian bermunajat ke Allah. Menangislah sejadi-jadinya. Berdoalah sepuasnya. Berceritalah sebanyak-banyaknya. Karena Ia selalu ada untuk kita. Hanya saja memang kita yang tidak menyadari bahwa ada Allah yang serba memiliki segala macam solusi atas permasalahan yang melanda kita. So, mendekatkan diri kepada Allah bakalan bikin hati kamu yang lagi dilanda amarah menjadi tenang.
- Lampiaskanlah ke kegiatan yang positif
Seseorang yang lagi dilanda amarah biasanya memiliki energi yang membuncah alias banyak. So, perlu pelampiasan untuk hal itu. Nah, sebaiknya kita bisa mencari sarana pelampiasan yang positif. Salah satu cara adalah dengan berolahraga. Olahraga apa saja yang mengeluarkan kalori dan energi. Sehingga kadar energi kita kembali normal lagi.
Kalo pengalaman gw, olahraga menjadi sarana yang paling sering dan efektif untuk melampiaskan amarah gw. Maen sepakbola atau futsal jadi salah satu pilihan utama gw. Enak banget deh kalo bisa maen bola. Jadi, energi amarah kita keluar menjadi kekuatan tendangan kita, atau kecepatan lari kita, atau kegesitan gocekan kita. Itu kalo bermain sepakbola atau futsal yang normal.
Cara lain yang pernah gw praktekan adalah menendang bola ke tembok atau properti yang kuat lainnya. Tendanglah sekencang-kencangnya bola itu. Lakukan terus sampai anda merasa sudah cukup terlampiaskan. Biasanya gw baru berhenti kalo gw udah cape banget. Kita akan dapat manfaat yaitu kekuatan tendangan akan meningkat, stamina meningkat, dan amarah terlampiaskan, hehe…Atau cara lain yang pernah gw praktekan juga adalah berlari. Berlarilah sesuka hatimu, entah kencang atau pelan, berlari mundur atau menyamping. Yang penting energi kita tersalurkan. Bisa dikombinasikan dengan menggiring bola. Manfaatnya banyak sekali. Sehat, stamina meningkat, kecepatan lari meningkat, dribbling juga meningkat, dan amarah terlampiaskan, hehe…
Kesimpulan singkatnya, olahraga bisa menjadi alat pelampiasan yang sangat tepat di saat segala rasa bercampur aduk di dalam hatimu…Tapi yang pasti, jangan biarkan rasa amarah itu berada terlalu lama dalam dirimu. Perlahan ia bisa menggerogoti dirimu dan akhirnya bisa menjadikan dirimu terkungkung dalam kemuraman…halah…sok serius nih gw…tapi emang bener sih…
(BERSAMBUNG KE PART SELANJUTNYA, KALO SEMPET ^_^)
-
Praditya Said,
Hmm… Beberapa tampaknya patut dicontoh…
-
Sidicx Said,
Keren lo Dit…cepet banget udah komen..baru juga diposting…
-
Danu Said,
cara yang nomer satu itu emang ampuh banget dik….
-
yudhaoke Said,
atu lagi dik…
tapi ini buat gw yaa…
maen pingpong trus nyemesh2…. mantaaay… -
Praditya Said,
@sidicx:
Hehe…Btw, klo sempet jangan lupa kerjain PR dari saya tuh Bang…
Itung-itung bisa nambah temen blogger lho…
http://www.praditya.net/index.php/2007/11/17/mau-ngapain-di-2008/
-
Sidicx Said,
@ Danu: Hehe, emang dan…gw udah sering banget mempraktekkannya dan berhasil…
-
Sidicx Said,
@ Yudha !oke: Boleh-boleh….yang penting namanya olahraga…
-
Sidicx Said,
@ Adit lagi: Oce…ntar deh kalo sempet…tugas sedang menggila nya nih…
-
irvan Said,
gw sih kalo lagi pengen marah2 dengerin lagu2 keras aja….
keinginan gw untuk teriak2 udah terwakili….
berbagi pengalaman aja sih…
-
Sidicx Said,
@ IRvan: boleh juga tuh van,, tapi klo gw juga sambil nyanyi juga ga cuma denger doank…


