14
Tulisan ini sebenarnya ingin saya tulis dan saya posting dari beberapa hari yang lalu, Tapi baru sempat hari ini muncul di www.sidicx.com. Naiknya harga kedelai dalam beberapa waktu belakangan ini membuat banyak pihak, kebanyakan warga kelas menengah ke bawah, mengalami kesulitan berkepanjangan. Saya termasuk di dalam pihak-pihak yang dibuat susah karena naiknya harga kedelai ini.
Seperti kita semua ketahui, kedelai merupakan bahan utama pembuatan tempe dan tahu. Naiknya harga kedelai berakibat langsung kepada naiknya harga tempe dan tahu di pasaran. Sampai saat ini saya juga belum tahu pasti kenapa harga kedelai naik. Namun, menurut ibu saya, harga kedelai naik karena kapal laut yang biasa mengangkut kedelai impor dari Amerika Serikat mengalami kerusakan. Masih menurut ibu saya, proses perbaikan kapal laut itu akan memakan waktu kurang lebih 3 bulan. Waduh, kalo gitu saya harus puasa makan tempe dan tahu selama 3 bulan donk ?!! Nooooo…!!!
Naiknya harga kedelai ini tidak hanya terjadi di Jakarta saja, namun juga di seluruh wilayah Indonesia. Kenaikannya beragam dari 50% sampai lebih dari 100%. Bagaimana pengusaha tempe dan tahu tidak menjerit sekencang-kencangnya bila bahan baku usahanya naik hingga 2 kali lipat ?! Akibatnya, saat ini banyak pengusaha tempe dan tahu yang mengurangi produksinya, bahkan ada yang sampai benar-benar berhenti berproduksi. Memang ada beberapa yang tetap berproduksi, namun omsetnya sangat menurun. Mereka pun semakin bingung. Bila menaikkan harga tempe dan tahu agar bisa mendapatkan untung, jumlah pembeli berkurang. Akhirnya banyak diantara mereka yang memilih memperkecil ukuran tempe dan tahun produksinya.
Sekarang kembali ke saya. Kenapa saya membuat tulisan ini? Alasannya sangat simpel. Saya adalah PECINTA BERAT MAKANAN OLAHAN KEDELAI. Saya sangat menyukai tempe yang diolah dengan berbagai macam cara. Begitu pula dengan olahan kedelai lain seperti tahu, oncom, susu kacang kedelai, sampai kedelai rebus. Bagi saya, tempe merupakan salah satu makanan wajib yang tiap harinya harus saya konsumsi, hampir sama seperti nasi. Di rumah pun, tempe adalah lauk pauk yang hampir selalu ada di meja makan. Favorit saya adalah tempe goreng tepung yang dimakan selagi panas. Wow…maknyus dah…
Akan tetapi, lagi-lagi karena harga kedelai yang meroket, beberapa hari belakangan ini tempe menghilang dari menu makan saya. Ibu saya bilang harga tempe mahal Dik, jadi dengan uang yang sama, sekarang hanya dapat tempe dengan ukuran setengah dari biasanya. Huhu, jatah makan tempe saya pun harus dikurangi. Puncaknya adalah hari ini. Benar-benar tidak ada tempe goreng tepung kesukaan saya. Kata ibu hari ini tempe dan tahu menghilang dari pasar. Selidik punya selidik, ternyata hari ini seluruh pedagang dan pengusaha tempe melakukan demonstrasi kepada pemerintah akibat kenaikan harga kedelai. Mereka merasa dicuekin oleh pemerintah, padahal tempe dan tahu adalah makanan yang dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia yang memang kebanyakan kelas menengah ke bawah.
Pemerintah Indonesia, dengerin tuh apa kata rakyat kecil. Hidup ini sudah susah, masih ada dibuat lebih susah dengan tempe dan tahu yang harganya mahal. Rakyat mau makan apa coba?!
Makan batu? keras !!
Makan rumput? emangnya kambing !!
Makan hati? setiap hari kaleee !!
Jadi, tolonglah buat pemerintah, segera ambil langkah serius dan cepat untuk menangani masalah kenaikan harga kedelai ini. Saya sendiri bingung, masa karena satu kapal laut yang mengangkut kedelai rusak, seluruh negeri ini menjerit. Yang saya lebih heran lagi apakah pemerintah negeri ini sudah benar-benar tuli dan budeg sampai tidak mendengar jeritan rakyat penjuru negeri. Waduh…Jangan cuma ngurusin Pak Harto yang sudah ditunggu sama malaikat Izrail donk !! Masa cuma gara-gara satu orang manusia, berjuta-juta orang yang lainnya terlantar karena harga kedelai yang meroket itu ?!
Alhamdulillah di TV, acara berita mulai menyiarkan perihal tingginya harga kedelai ini. Setelah beberapa waktu terakhir ini isi dari acara berita cuma perkembangan kesehatannya Pak Harto. Semoga dengan maraknya pemberitaan di TV dapat membuka mata para petinggi di pemerintahan bahwa ini adalah masalah besar yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Semoga solusi atas permasalahan kenaikan harga kedelai ini dapat segera ditemukan, sehingga saya dan jutaan rakyat Indonesia yang lain dapat bernafas lega dan kembali menikmati nikmatnya olahan tempe dan tahu. Amin.
Katakan hitam adalah hitam
Katakan putih adalah putih
~mohon maaf bila ada isi tulisan saya yang membuat ada pihak yang tidak berkenan~
-
kamal Said,
pertamax… hore, jarang2 bisa komen pertamax di blog orang
nt sama kek ane dik, doyan bet ama yg namanya tempe, tapi gak seekstrem nt yang tiap haru kudu ada tempe. kadang ane ngerasa tempe masih jauh lebih enak daripada daging ayam.
katanya solusinya, pemerintah mo nurunin bea masuk kedelai sampe 0%. ane baca didetik tadi…
-
Sidicx Said,
@ Kamal: selamat anda bisa pertamax di blog gw…hahaha..
Yoi donk, berarti kita sama-sama pecinta tempe…semoga segera turun dah harga tuh tempe….amin…
-
panji Said,
Emang kalo harga tempe naek yg beli berkurang? Ini gw rasa ada yg gak bener. Curang dong, mosok harga kedelai ikut pasar, harga tempe/tahu engga. Kasian pengusaha menengah/kecil.
Gimana kalo sekarang orang bikin tempe sendiri? Gampang lho padahal, yg penting bersih. Modalnya cuma kedele sama ragi plus plastik atau daun (pisang/jati). Atau bikin tempe bukan kedele, kan bisa juga.
-
dodot Said,
Harus bagaimana lagi…
makan angin aja biar gratis yang penting bisa ngobatin rasa di lidah
-
Sidicx Said,
@ panji: Nah…anda salah sangka nih…yang saya permasalahin tuh NAIKNYA HARGA KEDELAI….BUKAN HARGA TEMPE…kalo harga Kedelai yang naik, semua orang jadi RUGI…termasuk yang dagang, yang usaha, dan yang makan…
saya bisa kok bikin tempe sendiri, dulu pas SMA pernah praktek…
@ dodot: Ya makan yang lain dulu…
-
drys Said,
Hmm, yang saya heran tuh, kenapa persediaan kedelai Indonesia sebagian besar berasal dari impor luar negeri ??? Apakah pemerintah lebih suka mendorong perekonomian luar negeri dibandingkan mendongkrak pertanian kedelai di Indonesia ?
Btw, tempe dan tahu bagi warga Indonesia bagaikan daging bagi orang Barat…
-
leni Said,
dah lama.. tak berkunjung..
iya nih, gara2 tempe tidak beredar di pasaran (waktu hari apa tuh), adek gw menderita.. kasian banget, pasalnya dia sedang ngidam tempe (katanya dia.. hehe) -
Sidicx Said,
@ Drys: Hmm…soalnya kualitas kedelai di Indonesia kalah bagus dibandingin sama kedelai Impor…udah gitu…sekalinya ada varietas unggul di Indonesia ga pernah dikembangin…ya udah akhirnya jadi ketergantungan deh sama amerika…
@ Leni: bener len…berarti ade lo hampir sama kayak gw….huhuhu..
-
Darth Verocious Said,
hmmm, susu kacang kedele gw juga terancam punah donk…katanja ampe 3 bulan lagi ya baru tukank tempe dari luar negerinya pada berdatengan?
-
ummu Said,
mas, ngomong2 soal kedelai blh g’mnt jenis2 kedelai???? kayanya masnya ngerti dech…… langsung krm z k e-mail q.
-
ummu Said,
mas, tambah lagi, mank’ya varietas kedelai unggul di indonesia jenis paan?? thanks yaaa
-
hanief Said,
Terkait kebijakan kedelai ini, seharusnya para ekonom bangsa yang harus kita pertanyakan kebijakan-kebijakan yang telah dikeluarkan. Apakah orientasi mereka adalah rakyat atau jangan-jangan mereka itu budak-budak kapitalis?? Kalo mereka bener2 pro rakyat, seharusnya kejadian seperti ini tidak perlu terjadi di negeri kita, yang katanya gemah ripah loh jinawi. Tapi faktanya….?
-zulhanief matsani
-kadiv kajian ekonomi islam
-forum studi islam fsi feui -
Berli Said,
Wah efeknya sudah terasa di daerah sekitar saya…
Menu orek tempe di sebuah warteg langganan
sudah lenyap beberapa hari ini…hehehe… -
Sidicx Said,
@ kemal: yoi Mal…di daerah tempat tinggal gw, nyari susu kacang kedelai udah lumayan sulit…
@ ummu: Wah…saya juga nggak terlalu ngerti kayak gituan…mungkin bisa nanya yang anak IPB kali yaa…saya cuma membahas dari segi sospolmas nya…
@ hanief: wah, ahlan wa sahlan buat mas Hanief yang mau calonin diri jadi Ketua Senat FE (spoiler…hehe…). Betul sekali itu bung Hanief, pepatah kuno bahwa Indonesia itu gemah ripah loh jinawi itu harusnya sekarang dipertanyakan kebenarannya…harusnya memang yang dikembangkan adalah kedelai dalam negeri dengan menjunjung tinggi prinsip ekonomi kerakyatan..(duile, gaya bener gw…mentang” ngomong sama anak FE…)
@ Berli: wah…anda kurang beruntung berarti Ber…justru sekarang udah mulai ada lagi tempe dan tahu…
-
Ringo Said,
@all
tenang semuanya…pemerintah sedang mencanangkan bahwa tahun 2015 nanti Indonesia bakalan swasembada kedelai. Jd jangan takut klo tahun ini kalian g makan tempe-tahu, ntar 2015 dijamin semua orang Indonesia bakalan “mabok tempe/tahu”..hehehe~MakanTuchTempe….
-
Sandromedo Said,
Hiii… salam kenal ya saya mahasiswa dari Perguruan Tinggi Kedinasan yang mempelajari Kriptologi,
saya baru semester 3 (Tingkat II)nah biar lebih akrab kunjungin blog saya dan jangan lupa kasih komentarnya ya…
alamat blog saya kriptologi.wordpress.com
HIDUP MAHASISWA!!!!
-
Sidicx Said,
@ ringo: kabar terbaru dari pak menteri pertanian anton apriantono malah katanya Indonesia mau swasembada kedelai pada tahun 2010…kita liat aja tahun segitu bakalan swasembada apa ga?? (asik asik 101010 bakal banyak makanan dari kedelai…hehehehe….)
@ sandromedo: salam kenal juga…eerr, kenapa nggak sekalian kasih komentar yaa…
-
vieda goeslow Said,
hello…..ni vieda mo lam kenal ma pecinta blogger ini…..
he..he…he… cuma mo bilang kalo gw juga setuju banget ma artikel you coz yang paling kerasa dampaknya tu ya bapak ma ibuku yang gi jualan tempe pi g laku-laku……….hiks..hiks…hiks…pingin nagis ja…..
ayo priend”, suarakan lagi kedelai murah biar ni rakyat juga gak kut susah…….
ya g…………… -
Sidicx Said,
@ vieda: sip…setuju banget tuh…tapi sekarang kayaknya udah lumayan turun deh harga kedelai….


