Archive for February, 2008
24
Kata-kata judul itu beneran deh…saya ngerasa saya udah sibuk dengan segala macam agenda dan kegiatan yang ada. Namun, saya malah merasa nyaman dan lebih produktif dalam kondisi ini. Justru saya malah menambah lagi kesibukan saya.
Dulu pernah denger kata-kata ini,
Serahkanlah pekerjaan atau amanah kepada orang yang sibuk, jangan kepada orang yang punya banyak waktu luang.
Nah, sekarang saya tau dan ngerasain sendiri, emang bener semakin sibuk orang maka semakin pandai ia mengatur waktu dalam kehidupannya. Ia pun akan semakin menghargai waktu dan tidak akan menyia-nyiakan waktu yang ada untuk hal-hal yang tidak bermanfaat.
Alhamdulillah, memang saat ini saya merasakan waktu untuk hal-hal yang kurang bermanfaat menjadi semakin berkurang. Berganti dengan kegiatan dan agenda yang produktif dan bermanfaat. Dulu pas lagi liburan, dalam sehari saya bisa berjam-jam di depan komputer untuk main. Sekarang, sekedar main PES 2008 satu pertandingan aja udah nggak sempet.
Saya juga sekarang jadi ngerasain manfaatnya menjadwalkan hal-hal yang akan dilakukan. Jadi ngerasa lebih teratur aja hidupnya, karena nggak bingung kalo misalnya nggak ada hal yang dilakukan. Saya kemana-mana ngebawa note kecil yang isinya semacam to do list untuk hari tersebut. Emang kalo kata sebagian orang hidup saya jadi nggak seru lagi, karena semua dijadwalin. Tapi saya sampai saat ini masih sangat menikmatinya.
Cerita-cerita tentang kesibukan saya sekarang, semester ini saya mengambil kuliah 18 sks atau 6 mata kuliah. Ditambah dengan amanah di BEM sebagai KaBir Humas dan Media yang insya Allah sampai awal April. Selain itu, alhamdulillah proposal PKM kelompok saya berhasil lolos didanai Dikti. Saat ini juga saya sedang ada satu buah proyek kecil bersama seorang teman. Ada juga pekerjaan jadi narator untuk pengembangan modul e-learning di Fasilkom. Sedang yang sampai saat ini masih berjalan adalah persiapan LKTM Pendidikan dan MaPres Fasilkom. Masih ada juga project lain seperti band, Senafas, Ganteng FC, pembuatan novel, serta lomba-lomba yang saya ikuti.
Alhamdulillah dari sekian banyak hal-hal yang sedang saya jalani ke semuanya bermanfaat dan produktif. Semoga ke depannya saya masih bisa tetap menjalankan ke semua itu dengan baik dan menghasilkan output yang luar biasa, Amin.
14
Kemarin Lusa ba’da sholat Maghrib, tersebutlah 4 orang pejuang 2005 yang datang untuk menemui Pak Yugo di ruangannya. Keempat orang pejuang tersebut adalah saya (Sidicx), iLm@N, Chandra, dan Hening. Kami mempunyai niat yang sama (nggak tau juga sih, hehe…) untuk berkonsultasi mengenai MaPres.
Awalnya, ajakan untuk ketemu sama Pak Yugo datang dari saya. Pertama kali saya mengajak iLm@N. Ia pun menyetujui dan bilang untuk mengajak teman-teman 2005 juga untuk ketemu bareng-bareng. Akhirnya saya pun mengajak juga Chandra dan Hening. Beberapa teman lain juga sudah diajak, walaupun pada akhirnya hanya kami berempat yang malam itu menemui Pak Yugo. Dengan mengucap basmalah kami pun melangkahkan kaki-kaki kami menuju ruangan di pojok lantai 3 gedung C Fasilkom tersebut.
Alhamdulillah, dalam pertemuan yang sifatnya informal tersebut, banyak hal yang dapat saya ambil pelajaran dan manfaatnya. Saya jadi lebih mengetahui tentang seluk-beluk pergelaran MaPres di Fasilkom. Saya juga jadi tau betapa concernnya Pak Yugo terhadap segala bentuk aktivitas mahasiswa yang bersifat prestatif. Dan akhirnya saya juga jadi tau IPKnya salah satu teman yang tidak pernah mau IPKnya terekspos, hehe…
Saya memang sudah dari setahun terakhir ini concern untuk mempersiapkan diri mengikuti MaPres. Yah setidaknya sudah ada keinginan yang besar. Keinginan tersebut semakin besar saat saya mendapatkan keluarga baru yang menjadi most inspiring person saya untuk saat-saat ini. Orang itu adalah kakak ipar saya Aa’ Muhyidin, suami dari Mbak Yanti. Seperti telah saya ceritakan di postingan saya terdahulu, Aa’ Muhyidin yang akrab disapa Aa’ Idin ini adalah MaPres utama FKM UI pada tahun 2004. Kemudian, ketika di tingkat UI, dia mendapatkan peringkat 4 dari 12 wakil fakultas di UI. Sungguh suatu prestasi yang membanggakan bagi saya sebagai adiknya.
Apalagi sewaktu kemarin Aa’ Idin sedang kembali ke Jakarta dari tempat tinggalnya di Bintan. Dia menunjukkan foto-fotonya bersama ke-11 mapres-mapres lain dari fakultas di UI ketika sedang berada di Korea. Waktu itu tahun 2004, 12 orang MaPres Fakultas mendapatkan kesempatan untuk menjadi peserta di EACOS Youth Meeting (CMIIW) yang berlangsung di Korea. Saya ketika membalik tiap halaman satu per satu dan memperhatikan foto-foto tersebut, menjadi semakin menggebu semangat dan niatan untuk bisa menjadi MaPres. Bukan karena bisa ke Korea. Bukan pula karena bisa ketemu sama orang asing. Saya ingin menjadi MaPres lebih karena dengan saya menjadi MaPres, saya bisa memberikan kebermanfaatan yang lebih untuk lingkungan sekitar saya, Insya Allah, Amin.
Ngomong-ngomong soal kriteria seorang MaPres, ternyata menurut Pak Yugo, MaPres itu diharapkan adalah mahasiswa yang komplet dan terintegrasi prestasinya. Bahasa kerennya well-rounded. Jadi, untuk menjadi MaPres, SEHARUSNYA seorang mahasiswa haruslah memiliki prestasi di berbagai bidang. Dalam hal ini sebagai contoh prestasi akademik yang mumpuni, IP yang menawan, prestasi ilmiah yang mantap, prestasi seni yang ciamik, dan prestasi olahraga yang membanggakan, serta aktivis yang profesional. Nah, saya mah masih jauh dari kriteria itu. Prestasi saya masih pas-pasan, kalau tidak dibilang menyedihkan. Prestasi saya masih kering di sana sini.
IPK saya bisa dibilang rendah bila dibandingkan dengan teman-teman lain yang ingin mengajukan diri sebagai MaPres. Prestasi ilmiah belum ada. Prestasi seni dulu pas SMA juara Nasyid, tapi tidak diperhitungkan lagi. Prestasi seni lainnya paling hanya juara lomba cerpen SDRAM FUKI sama Flash Fiction saya masuk buku kumpulan FF BlogFam. Prestasi olahraga minim, cuma di tingkat Fasilkom menjadi bagian dari Compaq FC yang runner-up CS League season 2006-2007. Di organisasi pun peran saya belum bisa dibilang optimal. Terus apa yang mau saya andalkan untuk menjadi MaPres??
Jawaban saya singkat. Hanya ada 2 kata kunci. Yang pertama niat. Yang kedua ikhtiar. Seperti kata Pak Yugo, kalo pun ada mahasiswa yang sempurna dan prestasinya mumpuni di semua bidang, bila dia tidak mau ikut MaPres, ya itu di luar kemampuan dari kita. Untuk itulah di awal yang paling penting adalah memiliki niat untuk terus bisa menjadi lebih baik dan berikhtiar untuk bisa mewujudkan niat luhur tersebut. Insya Allah 2 kata kunci itu telah ada pada diri saya. Tinggal bagaimana saya dapat mengoptimalkan segala potensi dalam diri saya untuk menjadi yang terbaik.
So, ayo kita sama-sama berjuang dalam pemilihan MaPres mendatang. Dimulai dari tingkat Fakultas, kemudian tingkat UI, dan terakhir di tingkat Nasional. MaPres bukan hanya jadi ajang gaya-gayaan prestasi. MaPres dapat menjadi tempat aktualisasi diri kita dan ladang amal kita juga. Ayo-ayo ramai-ramai ikut MaPres !! *
M. Sidik a.k.a. Sidicx
1205000533
Mahasiswa Fasilkom UI
* Seruan ini ditujukan untuk semua pejuang yang ada di Fasilkom dan juga di UI. Lebih luasnya lagi untuk semua mahasiswa di seluruh Indonesia. Bersemangatlah untuk bisa menjadi mahasiswa yang berprestasi, walau tanpa embel-embel gelar MaPres.
04
Senandung Hati Yang Sepi
Posted in My MasterpieceSenyap.
Gelap.
Tanpa senyummu.
Tanpa hadirmu.
Dingin.
Ingin.
Membunuh sepi.
Hadirkan hati.
Dirimu.
Wajahmu.
Menghuni hatiku.
Walaupun dahulu.
Raga.
Sukma.
Memanggil namamu.
Lantunkan senandungmu.
Syahdu.
Mengadu.
Kupanjatkan harapku.
Pasrah tertuju.
Kamu.
Aku.
Akankah satu?
Tanpa meragu.
Karya puisi terbaru saya. Dibikin hari Sabtu malam / malam Minggu tanggal 2 Februari 2008. Sebenarnya puisi ini dibilang ungkapan hati ya bener juga, tapi dibilang nggak juga bener juga. Ya pokoknya pas itu tau-tau bikin puisi ini dan langsung jadi. Nggak ada niat bikin buat siapa-siapa. Bikinnya ada nggak niat banget karena ditulis menjadi suatu SMS di hape kesayangan gw.
Tebak, akhirnya puisi ini saya kirim nggak ke salah satu nomor yang ada di phone book saya???
Makna dari puisi ini adalah ungkapan hati seorang pecinta atas kegagalan cintanya di masa lalu. Bisa dibilang dia masih mencintai seseorang dari masa lalu itu. Ia masih mengharapkan agar mereka bisa bersatu. Yang paling saya suka itu adalah bait terakhir dari puisi ini, seakan bener-bener menutup dan menyimpulkan dengan cantik.
Kamu.
Aku.
Akankah satu?
Tanpa meragu.
Hehehe…pokoknya selamat menikmati lah…
04
Bismillahirrahmanirrahim….
Dengan ini kuliah semester 6 dimulai…!!
Semester baru ini harus diawali, dijalani, dan diakhiri juga dengan semangat baru yang telah ter-charge selama sebulan lebih liburan ini. Ada yang menarik dari awal kuliah semester ini. Ada 2 sms yang datang dari temam saya yang isinya merupakan penyemangat di awal kuliah ini.
Pertama dari Munir.
Bersyukurlah kepada Allah atas apa yang Allah berikan pada kita hari ini. Karena besok belum tentu kita mendapatkan nikmat seperti hari ini. Kawan, mari berdoa semoga hari esok dan seterusnya menjadi hari yang lebih baik dari hari ini. Amin.
Jujur aja, jarang-jarang lo si Munir ngirim sms kayak gini. Hmm…kesambet apa lo Nir?? (becanda dink..). Anyway, thanx yaaa…
Kedua dari Hening.
Barangsiapa yang berjalan di jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan jalannya ke surga (HR Muslim). Selamat kuliah lagi! Awali dengan basmalah. This term should be better!
Mbak yang satu ini emang selalu berusaha meng-encourage orang-orang di sekitarnya dengan energi positif. Makasih ya Ning. Kalo versi saya mah, This term must be better. Kalo misalnya sama aja berarti merugi donk. Apalagi kalo sampai lebih buruk, bisa celaka !!
Ayo temen-temen semua yang udah mulai kuliah lagi,
SEMANGKA !!! SEMANGAT KAWAAAANNNN !!!


