Fantasista The 10

The Blue, Black, and White Of My Life

Mar
25

Sebelumnya saya minta maaf kepada temen-temen karena ternyata perjuangan saya pada Kompetisi Mapres 2008 harus terhenti sampai di sini. Saya minta maaf juga kepada Aa’ Muhyidin, kakak ipar saya yang selalu mendukung usaha saya untuk berprestasi di Mapres, karena belum bisa memberikan yang terbaik dari diri saya tahun ini. Saya sangat yakin ini bukan akhir dari segalanya, tapi awal mula dari suatu masa perbaikan baru dalam hidup saya. So, sampai ketemu di Kompetisi Mapres 2009 !!

Saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari keikutsertaan di pemilihan mapres Fasilkom 2008. Banyak teman-teman yang menanyakan alasan saya mundur. So, bagi semua yang kemarin bertanya-tanya namun saya tidak menjawab, saya minta maaf. Silahkan baca blog ini karena saya akan menuliskan alasan-alasan saya tersebut.

Ada beberapa alasan utama kenapa saya akhirnya memutuskan untuk ‘menunda’ perjuangan sama di pemilihan mapres, antara lain

1. Faktor internal dari diri saya
. Saya merasa kurang siap untuk berkompetisi. Apa lagi yang dapat diharapkan dari seseorang yang belum siap?? Akhirnya saya berfikir lebih baik untuk mempersiapkan segala bekal terlebih dahulu, untuk kemudian dapat memberikan yang terbaik di saat yang tepat (dan yang pasti tidak tahun ini). Ketidaksiapan saya terlihat pada saat pembuatan karya tulis yang jelas-jelas baru dibuat mepet dengan deadline.

Faktor internal lain dari diri saya adalah berkurangnya motivasi dalam diri saya. Kalo yang sudah mengenal saya cukup lama pasti tahu seberapa ambisiusnya saya dalam mendapatkan apa yang saya inginkan. Namun, ternyata saat ini kadar keambisiusan saya sudah menurun seiring semakin dewasanya saya. Apa yang terjadi dalam kehidupan tidak seideal apa yang ada dalam rencana kita. Saya tidak mau terjebak dalam ambisi dan keinginan tertentu, yang pada akhirnya justru tidak membuat diri saya lebih baik.

Mungkin saya bisa saja menyelesaikan karya tulis dan kelengkapan lainnya pada hari Senin pas deadline. Namun, jelas saya harus meninggalkan kuliah saya pada hari itu dan fokus dalam pengerjaan karya tulis. Apakah hal itu yang harus saya lakukan?? Padahal saya merasa agak ketinggalan pada mata kuliah tersebut yang sebentar lagi akan ujian. Terlebih lagi, apa pantas seorang ‘Mahasiswa Berprestasi’ bolos kuliah hanya untuk melengkapi syarat mendapat gelar Mapres?? Bagi saya yang ingin berpikir simpel, lebih baik saya memperbaiki attitude dan behaviour saya sebagai mahasiswa, sebelum akhirnya memutuskan untuk menjadi MaPres yang seharusnya menjadi role model bagi lingkungan sekitarnya.

2. Masalah prioritas. Seperti yang saya bilang, saya merasa kuliah saya agak ketinggalan. Apalagi memang kuliah tersebut sulit, karena teman-teman saya yang lain pun merasakan hal yang sama. Setelah berpikir secara mendalam serta bertanya-tanya sendiri, akhirnya saya memutuskan untuk memperbaiki pemahaman saya dalam mata kuliah yang saya ambil. Saya menyadari kapasitas dan kemampuan saya. Saya juga menyadari kewajiban yang saya miliki serta hak-hak orang-orang di sekitar saya.

Tiap orang memiliki pilihan dalam hidup. Setiap pilihan memiliki konsekuensi masing-masing. Dan saya memilih keputusan ini. Tidak ada yang salah, karena pasti masing-masing memiliki alasan tersendiri.

3. Rencana jangka panjang. Dari awal, memang saya merencanakan untuk berjuang pada kompetisi mapres pada tahun keempat saya di fasilkom, yaitu tahun 2009. Tahun ini saya ikut serta dalam rangka mencari pengalaman dan pelajaran. Dan alhamdulillah setidaknya saya telah mendapatkan beberapa pengalaman dan pelajaran yang sangat berarti dan bermanfaat, walaupun harus terhenti sampai di sini.

Terkait juga dengan persiapan, mulai saat ini saya akan memulai rencana tersebut. Insya Allah saya akan ikut PPB yang diadakan oleh FIB UI untuk memperbaiki kemampuan bahasa Inggris saya. Insya Allah saya akan mengikuti seminar, talkshow, pelatihan, dan bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan kemampuan diri saya. Insya Allah saya akan berusaha sebaik-baiknya di kompetisi prestasi yang saya ikuti, seperti PKM, LKTM, CS League, dll. Insya Allah saya akan melakukan hal-hal yang produktif dan bermanfaat sehingga meningkatkan kualitas diri saya. Intinya adalah perbaikan secara terus menerus, sama seperti prinsip ‘Kaizen’ yang berarti “Continous Improvement”.

4. Banyak hal-hal lain yang masih tercecer dan menunggu diselesaikan. Hal ini murni terkait dengan diri saya. Ada beberapa hal yang diketahui oleh orang, beberapa tidak. Sebagian besar adalah masalah sosial dan pribadi saya.

Saya sadar, pasti banyak orang yang akan berkomentar terhadap keputusan saya mundur dari pemilihan mapres Fasilkom 2008. Ada yang menyemangati, lebih banyak yang berkomentar miring. Ada yang bilang saya lemah, saya cupu, banyak omong doank, dll. Namun, kalau saya mau maju, yang pertama harus dilakukan adalah membangun mental yang kokoh, mempan terhadap perkataan dari luar. Dirimu adalah apa yang kau pikirkan. So, biarkan aja mereka berkomentar apapun sesukanya, saya akan tetap jadi diri saya sendiri dan tetap melangkah pasti ke depan.

***

Saya yakin ini semua merupakan proses pembelajaran menuju kedewasaan. Saya mendapat banyak pelajaran berharga dari peristiwa ini. Salah satunya tergambar secara implisit pada rajutan kata-kata ini.

Kadang, di saat sendiri, manusia dapat melihat bayangan dirinya secara lebih jelas, jujur, tanpa topeng yang selama ini dikenakannya
.

Maksudnya, kalau kita sedang sendiri, kita bisa lebih jujur kepada diri dan hati kita. Beda saat kita berada di lingkungan kehidupan kita. Tanpa sadar kita telah memasang topeng yang pada akhirnya membuat kita tidak bisa melihat bayangan diri kita yang sebenarnya.

***

Terakhir, untuk teman-teman yang masih melanjutkan perjuangannya, selamat berjuang !! Jadilah MaPres yang sebenarnya, tidak hanya untuk meraih ‘topeng’ berupa gelar sebagai ‘mahasiswa berprestasi’. Syemangadh !!

Selasa, 250308, 03.40
Di kamar yang akan segera saya tinggalkan.
Di saat kesendirian, hanya bersama-Nya Yang Terkasih

  1. kamal Said,

    pertamax, alhamdulillah bisa pertama .utk postingan kek gini ane harus jadi komentator pertama. :)

    klo ane sih tetep ngehargain kputusan nt dik. ane gak akan berkomentar miring sedikitpun. kompetisi mapres ini hanyalah perwujudan formalitas dari berprestasi yang sebenarnya. yg penting nt tetap punya tujuan hidup yang besar. menjadi orang yg benar-benar berprestasi, bermanfaat buat lingkungannya.

    ane baru akan mencaci maki nt klo nt nulisnya “saya tidak mau lagi berprestasi” :)

  2. Sidicx Said,

    @ kamal: makasih mal…cuma pengen meng-clear kan ‘tanda tanya’ yang mungkin muncul saat ente tau kalo ane nggak jadi ikut mapres…

    Syemangadh !!

  3. iLm@N Said,

    Mungkin saya bisa saja menyelesaikan karya tulis dan kelengkapan lainnya pada hari Senin pas deadline. Namun, jelas saya harus meninggalkan kuliah saya pada hari itu dan fokus dalam pengerjaan karya tulis. Apakah hal itu yang harus saya lakukan?? Padahal saya merasa agak ketinggalan pada mata kuliah tersebut yang sebentar lagi akan ujian. Terlebih lagi, apa pantas seorang ‘Mahasiswa Berprestasi’ bolos kuliah hanya untuk melengkapi syarat mendapat gelar Mapres?? Bagi saya yang ingin berpikir simpel, lebih baik saya memperbaiki attitude dan behaviour saya sebagai mahasiswa, sebelum akhirnya memutuskan untuk menjadi MaPres yang seharusnya menjadi role model bagi lingkungan sekitarnya.

    astaghfirullah al-’adzhiim.. ane telah ngelakuin hal itu dik..

    apa yang ente tuliskan di sini persis juga terjadi di diri ane.. dan ane lebih milih buat meng-enforce atau memaksa diri sendiri buat ikutan.. ternyata memang yang dikorbanin memang sangat banyak dik..

    anyway, ane menunggu ente tahun depan ya! saat kita semua udah sama-sama jauh lebih siap daripada tahun ini..
    =D

  4. hening Said,

    gapapa dik, setiap orang punya alasan masing2 untuk terus maju ataupun mundur. tetep semangat ya! smg kita semua dapet yg terbaik..

  5. Sidicx Said,

    @ ilman: maka dari itu, ane sih mikirin prioritasnya dulu…mana yang menurut ane lebih penting, dan mana yang bisa dikorbankan untuk sesuatu yang lain…

    @ hening: tetep semangat juga ning !!

  6. Charles Said,

    Huhu, gw juga ga jadi ikut karena ga bisa menyelesaikan karya tulisnya… Yah, salah sendiri juga sih, bagi waktunya kurang baik (biasanya gw nyalahin kesibukan, padahal bagi waktunya aja yg ga bener…). Maaf yah, terutama untuk iLm@N yang uda begitu setia meng-encourage gw untuk ikut… Gw tetep berusaha untuk berprestasi kok, meskipun tidak melalui mapres ini.

    Untuk peserta mapres lainnya, semangat ya! Lanjutkan perjuangan kalian, dan harumkan nama Fasilkom… :D

    Untuk sidicx, keep spirit ya! Perjuangan masih panjang. Watermelon aja deh ya… :P

  7. Berli Said,

    Semangat ikut MapResnya Dik,
    eh yang lainnya juga ding..
    Taun depan kan gantian gilirannya..
    Hehehe…

  8. Sidicx Said,

    @ charles: tetep semangat juga Les…gw pikir cuma gw doank yang nggak jadi, ternyata…

    @ Berli: Wah…tahun ini mah udah lewat, Insya Allah gw tetep semangat buat ikut yang tahun depan….sampai ketemu tahun depan Ber….

  9. Chandra Said,

    Sidik, ana sangat menghargai keputusan ente. Kita memang akan selalu dihadapkan pada pilihan-pilihan dalam hidup. Tak jarang itu adalah pilihan yang sulit. Dan tak jarang pula pilihan itu hadir dalam kondisi yang sulit. Tak ada yang benar dan tak ada yang salah karena tidak ada ukuran yang membatasinya. Pilihan kita akan menggambarkan tingkat kedewasaan kita.

    Ana sendiri lebih memilih untuk menganggap kompetisi tahun ini sebagai latihan dan pemanasan, paling tidak bisa mendapatkan pengalaman dan merasakan atmosfer kompetisi. Ingat, pertandingan yang sebenarnya adalah tahun depan. KOMPETISI MAHASISWA BERPRESTASI 2009. Jadi, buat ana, tahun ini adalah salah satu bagian dari long term preparation menuju event tersebut.

    OK… Ayo bersama mempersiapkan buat tahun depan. Klo begini, ana OPTIMIS Mapres UI dan Mapres Nasional 2009 berasal dari FASILKOM UI. Dan bukan tidak mungkin itu salah satu dari kita. Tetap semangat!!!

  10. nik Said,

    wah…wah…
    lu dah hebat koq dik (yah meskipun akhirnya mundur -jlebb-)
    hehehe..
    klo gw sih buat daftar aja ga ada keberanian… hoo..
    ….
    berarti skrg ga ada alasan lg klo nilai uts jelek.. hehe..

    *jd minder yg laen komen dgn sangat bijak..

  11. zahra Said,

    Bener banget tuh, asal taun depan ga kaya taun ini lagi aja kejadiannya. 1 taun ga kerasa loh

  12. anak SI 2007 Said,

    Alah, bilang aja takut kalah.. LoL

    4. Banyak hal-hal lain yang masih tercecer dan menunggu diselesaikan. Hal ini murni terkait dengan diri saya. Ada beberapa hal yang diketahui oleh orang, beberapa tidak. Sebagian besar adalah masalah sosial dan pribadi saya.

    Yang ngasih comment diatas gw udah putus tuh sama cowonya..kejer gih, hahaha,,puas kan lo udah bikin hubungan orang rusak??

  13. Yunus Kuntawi Aji Said,

    Sidik, SEMANGAT!=)

  14. Sidicx Said,

    @ chandra: Makasih chan…huhu, bijak sekali….hehehe..

    @ niko: daftar lah nik, lo kan nilainya lebih tinggi dari gw…lagian kalo ada penilaian berdasarkan “kegantengan”, pasti nilai lo bakal gede di poin itu…

    @ zahra: makasih za…syemangadh !!

    @ si-kawan-lama-yang-sepertinya-sudah-jadi-pembaca-tetap: hoho…makasih udah komen lagi…

    @ Yunus: Makasih….!!!

  15. zahra Said,

    oiya, anak SI 2007 lain kali kalo mau komen tulisnya anak SI aja. kita-kita udah pada tau kalo SI baru ada taun 2007. hehe. apa nyamar? hoho.

    cahyo dik!

  16. Bang Ganteng Said,

    hmmm, bingung gw mo nulis apa, wok wok wok

    jadi mo ketua BEM, om?

  17. Sidicx Said,

    @ zahra: tengkyu…bener juga tuh, ngapain juga ditulis lagi 2007nya..

    @ kemal: dodol, kalo bingung nggak usah komen…
    Hussh…masih rahasia tuh…

  18. Hamba Allah Said,

    Hmmh, setelah sekian lama menjadi “pelanggan” setia blog ente. Akhirnya ane tergerak juga untuk mengomentari…

    Menurut ane, hidup adalah sebuah pilihan, terkadang kita dihadapkan pada 2 pilihan yang sulit. Namun keberanian untuk memutuskan memilih satu diantara kedua pilihan tersebut sudah patut kita hargai…

    So, semangat dik, Btw, jangan dilupakan anak2x buah mu yang dibelakang…=p

    @ Yang masih maju jadi mapres: Semangat!
    @ Berli : ooo, ternyata Berli juga ingin menjadi Mapres toh! wah ntar kita bakal jadi musuh deh klo gitu…=p

    Oia, ane nulis pake nama “Hamba Allah”, biar ndak riya (lol), daripada ane nulis pake “anak Fasilkom 2006″ =p

    ~ padahal tanpa nulis nama pun, udah ketahuan ane sapa…
    ~ ane main komen-komenan aja, udah kayak yang punya blog…
    ~ kabur…

  19. Sidicx Said,

    @ lutfi: tengkyu Fi…ditunggu ya ntar pas udah jadi Ketua DPM Fasilkom, hoho…

  20. Fantasista The 10 » Blog Archive » The Sky is High, but My Mood is Higher Said,

    [...] keikutsertaan saya di kompetisi MaPres Fasilkom 2008. Kalo yang lupa atau blom tau bisa buka postingan saya yang ini nih. Alasan keempat saya adalah “Banyak hal-hal lain yang masih tercecer dan menunggu [...]

  21. angga Said,

    semangat ya… Insya Allah taoen depan gue jg pengen ikut Mapres 2009, tp di FIB. Coz gue anak FIB. Sama2 mendoakan ya!!!!

  22. Sidicx Said,

    @ angga: makasih yaaa…Syemangadh !!!

  23. faul Said,

    g usah takut atas omongan orang lagi

    yg tau persis diri kita y.. diri kita pribadi
    biarin aj orang mau ngomong ap
    ok! ok!

  24. Sidicx Said,

    @ faul: okeh…makasih…insya Allah saya bakalan tetep ikutan Mapres tahun 2009 kok…

Add A Comment

Sidicx The 10