Archive for July, 2008
29
Hari minggu kemaren akhirnya gw dapat kesempatan buat ngumpul bareng lagi sama dua orang sahabat terbaik gw, Duo Indra. Jadi ceritanya tuh hari Sabtunya, tanggal 26 Juni, si Indra Adi Putra (baca: Indra) ulang tahun yang ke-21. Nah, berhubung kita udah lama nggak ngumpul-ngumpul, ya udah kita rencanain aja bakal bersenang-senang di akhir minggu. Tadinya gw pikir bakalan jalan hari Sabtu, eh ternyata katanya hari Minggu aja. Ya udah nggak papa.
Yang unik tuh, Ultahnya si Indra cuma beda 2 hari sama Ultah pacarnya, Kiki. Si Indra tanggal 26, si Kiki tanggal 28nya. Tanggal 27 jadi hari di tengah-tengah, sangat pas buat jalan-jalan. Gw sih cuma pengen kita bertiga ngumpul-ngumpul aja di rumah Indra. Ngapain kek, ngobrol, makan, ngemil, atau nyanyi-nyanyi. Eh, si Indra malah ngajakin Karaokean di Nav. Hoho, boleh banget tuh. Apalagi si Indra Aji Saputra (baca: Aji) belum pernah ngerasain yang namanya karaokean di tempat khusus karaoke. So, jadilah tiga orang ganteng dan keren karaokean di Nav Kelapa Gading hari Minggu kemarin.
Gw sih sebenarnya pengen kalo si Kiki ikutan juga. Ntar berangkatnya gw bonceng si Aji, biar si Indra sama Kiki. Sayang si Kiki lagi ngambek katanya. Waduh, pusing juga jadi si Indra, lagi ultah malah pacarnya ngambek. Salut dah buat lo Ndra, sabar banget. Kalo gw mah, ga tau dah jadinya udah kayak apa, hehe…Gw tuh penasaran aja pengen ngeliat langsung si Kiki, secara gw belum pernah ketemu orangnya. Tapi nggak papa deh, lain kali masih bisa ketemu, itu juga kalo mereka blom putus (upss…sori bro, hehe…)
Langsung ke cerita hari minggunya, gw berangkat dari rumah bawa motor buat jemput si Aji dulu sekitar jam 1 siang. Sampai di sana, ternyata dia lagi dandan. Abis itu langsung menuju basecamp di rumahnya Indra. Rajin bener si Indra, Minggu-Minggu masih sempet ngajar NF dulu, emang dah guru teladan, haha…Seperti biasa, sambutan di rumah Indra sangat memuaskan klo lagi ada mamanya. Mr Potatoes sama Susu Ultra langsung abis…Nggak lama-lama, langsung cabut dah kita ke Nav.
Pertama dateng ke Nav Gading 3, yang katanya Indra paling baru. Wah, ternyata yang room smallnya. Lanjut ke Nav 2 yang ada persis di depan pintu Mal Kelapa Gading. Hoho, nggak ada yang kosong juga, mesti nunggu 15 menit. Nggak papa deh, lumayan buat ngobrol sambil puas ngetawain orang-orang yang nyanyi di room paling depan. Lagunya aneh banget, Munajat Cinta di-remix pake irama House Music gitu. Jadi berasa lagu Munajat Cinta tapi musiknya lagu SMS. Puas dah ketawa bareng…
Abis nunggu, langsung ke room yang kosong. Wah, kita dapet room di lantai dasar. Pertama kalinya nih di bawah, biasanya selalu di lantai 2 atau 3. Mereka tau aja nih klo kita suaranya bagus, jadi ditempatin di bawah deh biar semua orang yang lewat terkesima, hahaha…
Wow….ternyata sudah banyak improvement di dalam ruangan karaoke Nav. ACnya makin dingin. Suaranya makin mantap karena musik dan mikrofonnya semua udah stereo. Monitor sama LCDnya juga makin mantap. Yang paling oke sih database lagu sama original video clipnya, makin lengkap aja. Oia, satu lagi, ruangannya nggak bau rokok !!
Biar puas, si Indra mesen buat 2 jam. Lumayan banget buat nyanyi-nyanyi puas. Karena si Indra yang ngajak, dia duluan yang kebagian nyanyi. Karaoke Fusion kali ini dibuka dengan lagu yang gw nggak tau judulnya, denger aja blom pernah. Yang nyanyi si Element feat Rendy. Lanjutnya gw tulis dibawah, nggak terurut sih kayaknya.
Hmmm…seinget gw, kita bertiga nyanyi lagu-lagu ini nih…
0. Element feat Rendy - Nggak tau judulnya (Indra)
1. Afgan - Sadissss (Gw)
2. Daun Band - Puisi Terindah (Indra)
3. Naff - A.N.G. (Aji)
4. Merpati Band - Tak Selamanya Selingkuh itu Indah (Indra. Waduh, seleramu nak….)
5. Daughtry - Home (Gw)
6. Stinky - Mungkinkah (Indra)
7. Naff - Dia Telah Pergi (Aji)
8. Stinky - Pesonamu (Indra)
9. Kerispatih - Bila Rasa ini Rasamu (Gw)
10. Nidji - Jangan Lupakan (Indra)
11. Peterpan - Jauh Mimpiku (Aji)
12. Seventeen - Selalu Mengalah (Indra)
13. The Click Five - Jenny (Gw)
14. ST 12 - Rasa Yang Tertinggal (Gw sama Indra)
15. Rick Price - If You Were My Baby (Gw)
16. Peterpan - Kukatakan dengan Indah (Aji)
17. Kerispatih - Tapi Bukan Aku (Gw)
18. Yana Yulio - Selamanya Cinta (Indra)
19. Peterpan - Semua Tentang Kita (Aji)
20. Yovie and Nuno - Menjaga Hati (Duo Indra)
21. Rio Febrian - Lebih Baik Darinya (Gw)
22. Nidji - Akhir Cinta apa gitu (Indra)
23. Daun Band - Puisi Terindah (Indra lagi…)
24. Ronan Keating - When You Say Nothing At All (Duo Indra)
25. Kia - Harus Sampai Disini (Gw sama Indra)
Apa lagi yaa…kayaknya sih itu aja…2 jam dapet 25 lagu. Berarti satu lagu makan waktu 5 menitan ya….1 jam 12 lagu lebih. Oia, sekarang kita ngomongin biaya. Untuk nyewa room ukuran small di waktu Happy Hour, dari Minggu sampai Jumat, harganya 27000. Ditambah sama pajak 20%. Jadinya 64800 untuk 25 lagu. Berarti satu lagu harganya 2592. Kalo dipikir-pikir, daripada karaokean di StarBox yang kecil, sempit, panas, dan lagunya terbatas, mendingan karaoke aja di Nav. Di Starbox harga 1 lagu 2500. Di Nav 1 lagu 2592, dengan fasilitas ruangan yang cozy, adem, database lagu lengkap, musik dan soundnya juga keren. Kalo gw sih lebih milih di Nav aja…
Buat temen-temen gw angkatan 2005 yang hobi karaoke (ngelirik si Rina, Novi, Mia, Kemal, dkk…), ayo donk kita nyobain karaoke di Nav Margo City Square, baru buka tuh…gw jamin enak dah…ntar nyewa yang small aja, kalo nggak salah boleh deh sampai 6 orang. Kan lumayan tuh daripada harus bersempit dan berpanas-panas ria di StarBox.
Emang paling asik dah kalo jalan-jalan bareng sama sahabat.
23
Pagi itu terlukis wajah sumringah dari seorang ibu paruh baya. Matanya berbinar-binar penuh kebahagiaan saat melepas dua orang anaknya yang akan berangkat untuk mencari nafkah. Tersirat perasaan bahagia dan bangga pada diri ibu tersebut karena kedua anaknya kini telah mandiri.
Kedua anak itu kakak beradik. Sang kakak telah menikah dan memiliki satu orang anak yang sangat cerdas dan menggemaskan. Sang adik kini sedang mencoba mengaplikasikan ilmu yang ia dapat selama di bangku kuliah. Sang adik berangkat bersama kakaknya menaiki motor biru yang kekar. Tempat kerja sang adik berdekatan dengan sang kakak sehingga mereka dapat berangkat bersama.
Sang kakak telah menjadi orang sukses. Ia berhasil menjadi konsultan yang memiliki kompetinsi tinggi di bidangnya. Sang adik Insya Allah akan segera dapat berdiri sejajar dengan sang kakak, menjadi orang sukses selanjutnya. Ia tidak akan menyia-nyiakan waktunya saat ditempa di kawah candradimuka terbaik yang membawa nama bangsa ini. Ia bertekad akan menjadi orang yang dapat membuat bangga orang-orang terdekatnya dan yang pernah mengenalnya.
Sang ibu kembali memasuki rumah sederhana mereka. Rumah yang tidak berukuran besar, namun cukup luas untuk dapat berbagi cinta dan kasih yang penuh ketulusan. Dengan penuh kekhusyukan sang ibu berdoa untuk kebaikan kedua anak laki-laki yang sangat disayanginya itu. Tak lupa ia juga mendoakan kedua putrinya yang sebentar lagi akan mengikuti jejaknya sebagai ibu. Ya, tak terasa ia telah menjadi nenek bagi cucu-cucunya yang selanjutnya akan meneruskan perjuangannya di bumi Allah ini. Tersisa si bungsu yang masih terus memperbaiki diri dan mempersiapkan perbekalan sebelum berlayar dalam biduk keluarga bersama wanita yang telah dipilihkan untuknya.
Si bungsu saat ini masih sendiri, walaupun sebenarnya ia tak sendiri. Ia punya Allah yang selalu menyanyanginya. Ia punya keluarga yang terus mencurahkan kasih sayang padanya. Ia memiliki sahabat-sahabat terbaik yang selalu sedia mendengar keluh dan tawanya. Ia juga memiliki sebuah keyakinan bahwa ia dapat memberikan yang terbaik bagi semua.
Ia ingin mengikuti jejak ayahnya yang sangat ia hormati. Sang ayah mampu untuk menghasilkan empat orang anak yang merupakan kebanggaan bagi orangtuanya. Anak-anak yang dapat meneruskan cinta kasih yang telah ia dan istrinya berikan kepada keluarga kecil yang baru mereka bangun. Kecuali si bungsu, yang memang harus banyak bersabar menunggu saat indah itu tiba untuknya.
Kini, kedua orangtua yang telah memasuki masa senja tersebut hanya dapat berharap di sisa usia, mereka dapat melihat anak-anak mereka bahagia. Bahagia dengan keluarga kecil mereka. Bahagia dalam karier dan pekerjaan mereka. Bahagia dalam tiap nafas yang mereka hirup. Bahagia di hati. Bahagia di jiwa. Dan itu semua cukup untuk membuat kedua orangtua ini bahagia.
Walaupun tinggal ia yang masih sendiri, si bungsu tetap selalu ingin membahagiakan kedua orangtuanya. Ia berjanji dalam hati, pada saatnya nanti, ia akan menghadiahkan kepada ayah dan ibunya seorang wanita yang dapat menjadi cahaya dan kebaikan bagi seluruh keluarga. Wanita yang cantik hatinya, cantik raganya, cantik akalnya, cantik akhlaknya. Wanita yang selanjutnya akan bersama-sama sang ibu untuk memberikan cinta dan kasih sayang yang tulus baginya kelak.
Orangtua menyayangi anak-anaknya.
Anak-anak menyayangi kedua orangtuanya.
Potret indah sebuah keluarga bahagia.
22
Pada postingan sebelumnya, saya udah nyeritain pemikiran saya seputar masa depan. Di situ saya nulis bahwa saya punya dua pilihan untuk lulus kuliah, bisa 3,5 tahun atau 4 tahun. 3,5 tahun bisa tapi agak repot. 4 tahun sangat bisa tapi jadi nunda bisa kerja dan mandiri. Yah, kalo mau tahu lengkapnya baca sendiri aja ya, hehe…
Setelah berpikir-pikir lagi dan ngobrol-ngobrol sama temen-temen juga, sekarang saya lebih condong lagi ke pilihan yang lulus 4 tahun. Kenapa begitu? Karena lebih realistis aja kayaknya. Lulus 3,5 tahun emang bisa sih, tapi kenapa ya terlihat agak tergesa-gesa dan maksain.
Kalo mau lulus 3,5, saya harus memilih lagi apakah mau course based alias kompre atau bikin TA. Klo mau pake TA, paling lambat tanggal 25 Juli besok harus udah masukin topik TA nanti, sedangkan sampai saat ini saya belum kepikiran sama sekali. Kalo pun mau lewat course based, di semester 7 nanti saya harus mengambil minimal 22 sks. Itupun kayaknya nggak mungkin 22, pasti lebih karena nggak ada kuliah yang cuma 1 sks untuk ngelengkapin 21sks yang berupa 7 mata kuliah itu. Berarti saya harus maksain ngambil 23 atau 24 sks alias 8 mata kuliah dalam 1 semester.
Nah, di situlah masalahnya. IP semester 6 saya tuh IP semester terendah saya selama kuliah di Fasilkom. Emang masih di atas 3, tapi lumayan turun dibandingin sebelumnya. Dan yang paling bermasalah adalah, dengan IP semester segitu, maksimal sks yang bisa diambil di semester berikutnya cuma 22 sks !! Untuk yang masalah ini emang belum didiskusiin sama Pak Suryana, Pembimbing Akademik saya sih. Tapi kayaknya beliau lebih menyarankan agar saya lulus dengan TA aja daripada CouBas.
Tentang TA-TAan, sejujurnya sih sampai sekarang saya belum kepikiran mau TA apaan nantinya. Jujur lagi, itu karena memang saat ini passion saya tidak pada bidang ini (baca:IT dan Computer). Coba kalo saya kuliah di Komunikasi, saya pasti udah ada ide buat topik skripsi. Atau kalo misalnya saya kuliah di Psiko atau HI, pasti udah ada juga. Karena emang di Fasilkom ini saya bukanlah orang yang luar biasa, super, atau sejenisnya, saya masih bingung. Kemampuan juga belum seberapa, kalo nggak mau dibilang pas-pasan.
Palingan kalo nantinya saya akan TA, bentuknya akan lebih kepada hal yang bukan merupakan core dari Computer Science kayak algorithm atau sejenisnya. Yang sampai sekarang kepikiran itu TA dengan topik yang berhubungan dengan kuliahnya Pak Dadan kayak Pemrograman dan Perancangan Web sama Sistem Interaksi. Atau mata kuliah SI dan IT sebagai sistem penunjang kayak E-Commerce, Knowledge Management, Decision-Based System, dan sejenisnya. Saya juga nggak kepikiran sama sekali untuk gabung ke Lab, misalnya Lab Jaringan Syarat Tiruannya Prof. Ben, Information Retrievalnya Pak Ruli, atau Labnya Prof Aniati. Mungkin kalo yang sedikit saya minat adalah Lab IT Governance yang emang disitu IT adalah sebagai penunjang dan bukan tokoh utama.
Kembali tentang lulus 3,5 atau 4 tahun. Saat ini persentase lulus 3,5 atau 4 tahun di pikiran saya sudah berubah jadi 10 persen lulus 3,5, sisanya 90 persen pengen lulus 4 tahun.
Lalu, kenapa saya pengen lulus 4 tahun??
Jawabannya adalah karena Insya Allah itu adalah keputusan yang terbaik. Dengan lulus 4 tahun saya bisa lebih fokus pada kuliah saya di semester 7 dan semester 8 karena 22 sks sisa akan dibagi. 15 sks di semester 7. 8 atau 9 sks untuk semester 8. Saya punya target untuk bisa lulus dengan IPK minimal 3,3. Dan saat ini hal tersebut belum terlaksana, masih kurang sedikit lagi. Berarti untuk semester 7 dan 8 saya harus menaikkan IP saya itu hingga mencapai batas minimal target saya.
Terus, dengan lulus 4 tahun, saya bisa melaksanakan janji dan target saya yang masih tertunda. 1 janji dan 1 target yang harus bisa dilaksanakan semasa masih berstatus mahasiswa. Saya sudah janji kepada diri saya sendiri dan kepada Aa Muhyidin untuk ikut Kompetisi Mahasiswa Berprestasi di tingkat Fasilkom. Pada Pemilihan Mapres 2008 lalu saya berhalangan dan saya berjanji tahun 2009 akan berjuang memberikan yang terbaik. 1 target yang belum terlaksana adalah saya ingin menjadi asisten dosen, minimal 1 kali selama saya kuliah. Kemungkinan besar baru bisa terlaksana pada semester 8 nanti dengan menjadi AsDos Proyek Perangkat Lunak alias PPL. Nah, 1 janji dan 1 target tadi tidak mungkin bisa terlaksana kalau saya lulus 3,5 tahun.
Tentang yang lulus barengan dengan teman-teman, ternyata lulus 3,5 tahun juga bukanlah yang terbaik. Kalo misalnya saya lulus 3,5 tahun, emang sih saya bisa lulus bareng sama 2 sahabat terbaik saya, Indra Adi Putra sama Indra Aji Saputra. Indra AP emang tinggal dikit jatah sks sisanya karena dia sering ikut SP di Akun FE. Kalo Indra AS dia mah telat lulus 1 semester karena D3 kan normalnya lulus 3 tahun. Torehan sejarah yang ditinggalin sama Indra AP di FE juga udah banyak, mulai dari aktivitas SM FEUI sampe baru-baru ini jadi PO Ospeknya FEUI. Sedangkan saya?? Masih kalah jauh. So, di sisa 1 tahun terakhir di Fasilkom, saya ingin memberikan sejarah yang terbaik untuk bisa dikenang.
Nah, kalo saya lulus 3,5 paling cuma bisa bareng sama 2 orang sahabat saya. Sedangkan kalo saya lulus 4 tahun, saya bisa lulus barengan sama mayoritas teman-teman saya di Fasilkom angkatan 2005. Waah, seru banget kaan…kita masuk bareng, berjuang pas PMB 2005 bareng, ngurusin PMB 2007 bareng, trus pas lulus juga bareng-bareng. Saya Insya Allah bisa lulus bareng sama kotak saya (orang-orang terdekat saya di Fasilkom), sungguh menyenangkan. Hal itu bener-bener berasa buat saya pas kami menghabiskan waktu bareng-bareng. Pas jalan-jalan nonton bareng, pas makan-makan bareng, pas karaoke bareng, pas maen futsal tengah malam bareng, pas lari-lari di sore hari bareng, pas maen benteng bareng, pas buka puasa bareng, pas foto-foto narsis bareng, pas ngurus kepanitiaan bareng, pas nginep bareng, pas ke Dufan sama Ancol bareng, pas chatting di meebo bareng, dan di semua saat kami menghabiskan waktu bersama-sama. Kenangan yang begitu indah. Hoho, pasti bakal tambah indah kalo kita bisa foto bareng pas wisuda nanti (sorry, kok jadi mellow gini yaa, hehe…)
Terus juga, dengan lulus 4 tahun pun saya tetap bisa mewujudkan keinginan jadi anggota keluarga yang paling cepat lulus. 4 tahun itu lebih cepat daripada 4,5 tahun, 5 tahun, atau 7 tahun. Jadi, keinginan tersebut bakalan tetap terwujud. Lulus 4 tahun juga tetap saja kuliah saya bakal gratis alias nggak merepotkan orang tua. Kontrak beasiswa dengan Limas adalah untuk masa kuliah selama 4 tahun, jadi tetap aja dapet beasiswa walaupun nggak lulus 3,5 tahun, hehe…
Dengan lulus 4 tahun juga, saya memiliki lebih banyak waktu untuk menorehkan sejarah yang Insya Allah baik di Fasilkom. Saya juga bisa fokus untuk memberikan yang terbaik di BEM Fasilkom UI 2008 yang masa tugasnya sampai Desember 2008. Saya nggak ingin menyia-nyiakan amanah yang telah dipercayakan pada saya dengan hanya memajang nama tanpa memberikan kontribusi apa-apa. Semoga ke depannya BEM Fasilkom UI 2008 akan semakin baik dan berhasil menjalankan amanahnya dengan optimal.
So, Lulus 4 tahun?? Siapa takut !!
21
Tahu nggak game apa yang paling banyak gw maenin selama gw KaPe??
Minesweeper.
Asli dah…game ini keren banget. Jujur aja, awalnya saya nggak ngerti cara maenin game ini. Saya sering ngeliat orang-orang kayak si Teddy, Charles, atau Yudha yang maen. Tapi tetep aja blom ngerti apaan sih maksudnya itu angka-angka di papan. Sampai akhirnya saya mencoba maen minesweeper di komputer saya.
Eh, ternyata asyik loh. Rulesnya juga jelas dan sederhana, jadi kalo mau maen nggak pake bingung-bingung lagi. Nah, dari awal mulai maen di komputer di kosan, ternyata keterusan sampe sekarang pas udah KaPe. Jadi gini loh, saya kalo di kantor tuh waktu penggunaan internetnya dibatasi. Yang agak nyebelin sih karena yang dibatasin kayaknya cuma saya, mentang-mentang cuma KaPe doank, hehe…Di kantor saya cuma bisa make internet sebelum jam 8 pagi, antara jam 12 sampe jam 14 siang, dan di atas jam 17 sore. Selain itu internetnya nggak bisa dipake.
Huhu…nggak bisa internetan deh…karena daripada bengong klo lagi nggak ada kerjaan di kantor, akhirnya saya sering banget maen minesweeper. Dari mulai yang expert, sampe akhirnya ukuran maksimal 24×30 kotak. Hoho…alhamdulillah semua milestones buat game ini udah berhasil saya lewati. Level beginner, intermediate, expert, sampe super expert udah saya kalahin.
Tapi emang dasar sifat saya yang ambisius dan nggak cepet puas akan pencapaian pribadi, akhirnya saya berusaha untuk bisa memperbaiki rekor kecepatan dalam menyelesaikan kotak-kotak berbom itu. Sampai sekarang udah makin cepet aja. Ini nih saya tunjukin rekor pribadi saya.

Level beginner (9×9 kotak, 10 bombs) selesai dalam waktu 6 detik. Berarti untuk menjinakkan 1 bomb butuh 0,6 detik.
Level intermediate (16×16 kotak, 40 bombs) selesai dalam waktu 49 detik. Berarti untuk menjinakkan 1 bomb butuh 1,225 detik.
Level expert (16×30 kotak, 99 bombs) selesai dalam waktu 188 detik. Berarti untuk menjinakkan 1 bomb butuh 1,9 detik
Level super expert maksimal, hehe… (24×30 kotak, 148 bombs) selesai dalam waktu 356 detik. Berarti untuk menjinakkan 1 bomb butuh 2,41 detik


Sayangnya ukuran kotak-kotaknya maksimal cuma sampai 24×30 doank. Padahal saya pengen banget yang ukuran lebih besar lagi.
Oia, pengen sharing nih gimana caranya bisa menyelesaikan kotak-kotak minesweeper dengan sukses dan cepat.
1. Harus ngerti aturan permainannya dan tips&trick dalam maen
2. Fokus dan konsentrasi penuh selama permainan biar nggak salah mencet klik kanan dan klik kiri
3. Hoki dan keberuntungan.
Optional untuk yang pengen selesai dengan waktu yang cepat
1. Awal yang bagus, yaitu jumlah kotak yang terbuka sudah banyak
2. Terampil dalam memainkan jari jemari agar cepat bisa mengklik kotak-kotak
3. Antara otak kanan dan otak kiri harus seimbang dan bisa sama-sama digunakan secara optimal. Karena sambil mengklik kotak-kotak juga harus mikir apakah yang diklik bomb atau bukan.
Oke, selamat bermain. Saya jamin kalo anda sudah menemukan letak keasyikannya, anda bisa ketagihan, hehe…
16
Karena banyak yang nanyain, akhirnya saya mencari tahu informasi tentang Lomba Menulis Cerpen Remaja 2008 yang diadakan oleh Lip Ice dan Selsun Shampoo itu. Oke ini nih infonya…

=======
Semoga bisa membantu. Saya sih ada rencana pengen ikut. Yang tahun lalu batal ikut karena telat ngumpulin. Ayo-Ayo yang mau ikut, semangat !!!
Info lengkap bisa buka alamat ini: http://rohto.co.id/content.asp?id=3&idsub=11&artikelid=131
Okeh, Selamat Berjuang !! ![]()
15
3. Nggak terasa saya udah ngantor 1 bulan. Makin kesini sebenarnya kerjaannya jadi semakin nggak jelas, karena emang nggak ada constraint yang saklek pas saya kerja di sini (baca: Limas). Karena jadi bagian QA, setiap hari sih pasti ngetes. Yang bikin saya khawatir, ntar si DoBing-DoBing (baca: Dosen Pembimbing) itu bakal ngomong gini lagi pas lagi sidang ntar: “Cuma seperti ini kerjaan kamu??”. Waduh, bisa sakit hati saya…Semoga 1 bulan sisa berjalan dengan lancar dan tetap menyenangkan…
Sejujurnya sih udah mulai bosen karena liburan malah kerja. Pengen kayak Febi sama Vera yang KKN (Kuliah Kerja Nyata) di daerah desa-desa terpencil. Mereka anak-anak Fakultas Kedokteran Gigi atau FKG UnPad. KKNnya langsung terjun ke masyarakat. Febi ke suatu Desa di Cimande (tempat saya dirawat waktu kaki kanan saya patah), sedangkan Vera di Desa Surade daerah Sukabumi pedalaman sana. Walaupun penuh kesederhanaan, tapi mereka mulai bisa menikmati suasana disana yang seru dan penuh kejutan. Saya yang diceritain aja jadi pengen ikut. Kegiatan disana tuh katanya ngadain penyuluhan seputar kesehatan, sanitasi, pendidikan, perawatan, dll. Terus juga mereka ngadain pelatihan membuat proposal sama membuat permohonan dana biar ngebantu masyarakat sama membangun desanya. Nggak cukup membantu transfer keahlian, mereka juga ikut membantu pembangunan dan renovasi masjid, pesantren, sama bikin Perpustakaan. Trus mereka juga sering jalan-jalan bahkan tidur di pematang sawah, ke kali yang masih bersih, ikut maen-maen sama anak-anak di sawah. Huuuaaahhh…..seru banget dah liburan yang bisa bermanfaat buat orang lain dan diri sendiri kayak gitu…..Maaaauuu…..
4. Facebook-an emang adiktif banget dah….Saya sekarang berani bilang, Facebook adalah website social networking terbaik saat ini. Facebook berhasil mengalahkan myspace, friendster, atau social networking yang lainnya. Yang paling enak ya banyaknya aplikasi yang bisa dipilih oleh user. Game-gamenya juga mantep-mantep dan bikin ketagihan. Oia, teknologi AJAXnya sih yang paling keren…
Saya mulai fesbuk-an gara-gara sempet ada komentar ngeselin yang bilang kalo saya nggak tau fesbuk. Hehe…buat si komentator itu, makasih ya udah komentar kayak gitu. Saya jadi sadar kalo facebook-an itu perlu dan mengasyikkan, haha….Oia, jangan lupa juga nge-add fesbuk saya, hahaha…
Kalo lagi fesbuk-an, biasanya yang saya buka tuh aplikasi MobWars, Battle of The Bands, Premier League, sama My Heroes Ability. Nge-game 4 macem itu aja udah bisa bikin betah di depan komputer. Nggak perlu maen game-game berat lagi, haha….Tengkyu buat partner saya di fesbuk macam si Munir, Bram, Nulad, dkk…
5. Hari ini saya donor darah di kantor, hehe…Tadi diadain acara donor darah sama periksa mata gratis di lantai 1 Patra Office Tower, di depan Yudhistira Room. Waah, ternyata yang minat buat donor darah banyak looh…dan mereka juga ternyata bukan pendonor baru melainkan yang udah terbiasa donor coz mayoritas bawa kartu sendiri. Jadi seneng ngeliatnya. Hmmm, terakhir kali donor tuh pas tanggal 27 Februari 2008, berarti udah 4 bulan lebih nggak donor. Kebetulan banget di kantor diadain, jadi nggak usah jauh-jauh ke PMI Pusat di Kramat.
Pas di tes tensi, kata Mbak-Mbaknya saya darah rendah. Huuhuu…kok bisa yaaah?? Katanya tensi saya cuma 100/70, lebih rendah dari yang normal yaitu 120/80. Kata mbaknya saya kecapean kali, atau kurang tidur. Nah loh, padahal dua-duanya nggak kok, 2 hari terakhir tidur cukup banget, kecapean juga nggak coz berangkat bareng sama Mas Dody. Huuuh…mungkin perlu makan sate kambing nih sama vitamin biar tensinya normal lagi. Alhamdulillah kata Mbaknya saya tetep boleh donor, karena saya udah 10x donor jadi nggak papa coz udah biasa. Asik…jadi juga donor.
Tapi ada yang lebih asik lagi. Abis donor dapet 1 kotak Holland Bakery. Isinya 1 roti keju sama 1 roti abon daging. Hohoo….enak banget dah…seperti biasa dapet mie 1 piring, susu coklat 1 gelas, sama telur rebus 1 biji. Hmmm, sebenarnya sampe sekarang masih penasaran sih, kok makanannya nggak sup kimlo lagi ya?? Soalnya dulu pernah sekali donor di PMI Pusat Kramat dapet makannya sup Kimlo. Wuah, enak banget dah…Soalnya bosen juga kalo mie rebus terus kan….
Oia, buat yang baca ini, ayo kita donor darah !!
Setetes darahmu, Nyawa Bagi Mereka.
15
1. Alessio Secco beli pemain sampah lagi, waduh…Kalo yang nggak tau, Secco itu Transfer Director (nggak pantes disebut Transfer Guru) baru Juventus. Dia mulai menjabat setelah Luciano Moggi mengundurkan diri karena dituduh kasus Calciopoli. 2 tahun menjabat, hasilnya adalah kebanyakan pemain yang dibeli adalah “flop” alias pemain yang nggak guna. Yang paling parah ya pembelian baru-baru ini. Bukannya beli pemain tengah yang kreatif, eh dia malah beli pemain grusak-grusuk model Gattuso (cuma beda rambutnya blonde sama nggak ada brewok), si Christian Poulsen dari Sevilla. Yang nyebelinnya lagi, masa duit 10 juta Euro dibuang gitu aja ke pemain nggak guna. Mending ditabung dah terus beli si Diego dari Bremen. Dikasih 25 atau 30 juta Euro juga dikasih sama si Werder Bremen. Daripada ngabisin duit di pemain nggak guna, mending beli pemain world class dah walaupun mahalan dikit.
Pecat Secco !!
Beli Diego !!
2. Grand Final Idola Cilik Keren Abiz !!! Hohoo…Pentas kemarin itu bener-bener mengingatkan saya sama malam Grand Final Indonesian Idol season I. Bedanya, kalo pas Idol 1 kan mempertemukan Delon sama Joy. Nah, kalo di Idola Cilik yang tampil itu Kiki sama Angel. Buat yang dulu nonton Grand Final Idol 1, dan terus nonton Grand Final Idola Cilik yang kemarin, pasti bakal ngeliat ada beberapa persamaan deh…
- Dari komposisi kontestan. Kiki itu bisa dibilang Delon ukuran mini lah, haha…Suaranya tinggi banget dah untuk anak seumuran dia. Trus suaranya juga bening. Trus dia kalo nyanyi demennya sama lagu-lagu yang emang cocok buat orang yang suaranya tinggi, sama juga kayak Delon. Nah, kalo si Angel tuh setipe lah sama si Joy. Mereka berdua sama-sama punya power yang besar, suaranya juga terdengar mantap. Trus mereka berdua cocok banget dah nyanyiin lagu-lagu model Diva-Divaan gitu. Kalo lagi nyanyi, mereka nggak perlu dah muter-muter panggung, cukup dengerin suaranya aja udah bikin orang geleng-geleng kagum.
- Kiki lumayan sering dapet saran dan kritik dari komentator, sama juga kayak si Delon dulu. Tapi, mereka bisa ngebuktiin lambat laun performanya semakin meningkat. Kalo si Angel dari pertama kali Idola Cilik mulai, dia udah memperlihatkan kalo dia tuh salah satu yang terbaik, sama kayak si Joy dulu yang nggak pernah masuk 3 terbawah.
- Trus juga yang sama persis adalah mereka berdua (Kiki dan Angel) berduet menyanyikan lagu The Prayer, sama kayak dulu si Delon sama Joy duet juga nyanyiin lagu itu juga. Versi The Prayer Delon sama Joy keren banget dah…Lagu sulit kayak gitu aja bisa dimaenin sama si Joy dengan powernya !! Nah, kalo versi The Prayer Kiki sama Angel kemarin keren juga, karena mereka anak-anak pertama yang saya tau menyanyikan lagu itu.
Prediksi saya sih yang bakalan menang itu si Angel, karena overall dia emang lebih baik dan lebih siap dari Kiki. Namun, anda semua tahu lah di Indonesia perasaan bisa mengalahkan logika. Simpati terhadap kondisi ayahnya Kiki bisa membuat orang-orang meng-sms Kiki. Saya harap sih semua orang yang sms bisa objektif untuk melihat siapa yang lebih baik. Okeh, sukses buat seluruh anak-anak Idola Cilik !!
Idola cilik…
Idola semua Idola…
Mari warnai dunia…
Kau dan Aku bersama..
Do re mi…
Re mi fa…
Mi fa sol…
Fa sol la si do…
Berikan yang terbaik untuk semua…!!!
(Lanjut ke part 2…)
08
Saya orang yang suka mengamati, baik hal-hal besar maupun hal-hal kecil mendetil. Saya juga suka menganalisis fenomena dan kejadian yang pernah saya alami atau saya ketahui. Kali ini saya ingin mereview jenis-jenis manusia saat berada dalam kelompok. Tulisan ini hasil dari pengalaman saya bekerja dalam kelompok selama masa sekolah dulu sampai sekarang pas kuliah, tepatnya semester 6 lalu. Maha Besar Allah memang yang dapat menciptakan berbagai macam jenis orang yang saling berbeda satu sama lain.
Oke, kita mulai reviewnya…
(Tidak terurut berdasarkan apapun, cuma seingat saya saja…)
Tipe A: Si Bos. Orang tipe ini saat berada dalam kelompok selalu ingin menjadi yang paling berkuasa, bukan jadi pemimpin. Bahkan pada saat dirinya tidak jadi pemimpin. Tipe ini biasanya sering menyuruh-menyuruh saja kepada anggota yang lain, dan dirinya hanya tinggal enak-enakan. Nggak banyak membantu dan justru menyusahkan. Sungguh tipe orang yang mengesalkan. Tipe ini kalo sudah tobat bisa jadi Si Pemimpin, hehe…
Tipe B: Si Terserah. Orang tipe ini selalu saja terserah. Maksudnya pada saat dimintai pendapat, pasti yang keluar adalah kata-kata ‘terserah deh…gw ikut aja…’. Pada saat pembagian tugas juga, dia hanya bilang terserah. Pas saatnya dikerjain, baru dia ngomel-ngomel karena kerjaannya nggak sesuai sama dia. Orang yang tipe ini tuh bikin “Capeee deh…”
Tipe C: Si Numpang Nama. Orang tipe ini hanya memajang namanya di daftar anggota kelompok. Pas ngumpul dia nggak dateng. Pas waktu ngerjain, dia nggak optimal dan akhirnya yang lain harus repot meng-handle bagian dia. Tapi dia ingin namanya tetep ada di daftar kelompok biar dapet nilai. Tipe yang ngeselin juga, biasa disebut Freerider.
Tipe D: Si Penjilat. Orang tipe ini nggak disukai sama rekan satu kelompoknya. Pada saat dalam kelompok, dia nggak berperan banyak, malah nge-rese-in doank. Eh, pas lagi di depan dosen/guru, dia berlagak sempurna, jadi anak rajin biar dapet nilai bagus. Pas pembagian nilai kelompok, ternyata si penjilat ini mendapatkan nilai tertinggi dibanding teman-temannya. Huh…pasti kesel deh punya temen sekelompok kayak gini.
Tipe E: Si Penyedia. Orang tipe ini berperan sebagai penyedia dalam kelompok. Pas mau kerja kelompok, dia nawarin ngerjain di rumahnya, disediain makanan segala, disediain akomodasi juga. Semua fasilitas yang disediain itu jadi trade-off sama kerjanya yang emang dikit. Cukup enak ada temen sekelompok kayak gini, asal yang lainnya rajin dan kerja semua.
Tipe F: Si Senang-Senang. Orang tipe ini pas lagi dalam kelompok maunya senang-senang. Bukannya ngumpul kerja kelompok, dia malah ngajak temen-temennya hangout, jalan-jalan ke mal, atau karaokean. Temen-temennya jadi terpengaruh dan bisa berbahaya buat tugas. Bisa nggak selesai karena kebanyakan senang-senang. Punya temen sekelompok tipe ini ada bagusnya tapi banyakan bahayanya.
Tipe G: Si Afwaners. Diambil dari kata bahasa Arab “Afwan” yang berarti “Maaf”. Orang tipe ini sering banget minta maaf karena nggak bisa ikut kerja kelompok atau nggak ngerjain tugas dengan baik. Sering banget ijin nggak ikut ngerjain tugas, ada-ada aja alasannya. Orang dengan tipe ini bisa membebani temen sekelompok yang lain karena harus meng-handle kerjaan dia.
Tipe H: Si Aktivis. Dari namanya keliatan banget, orang ini sangat Aktif!! Pada saat mau kerja kelompok, si aktivis nggak akan bisa ikut karena aktivitasnya yang begitu buaaanyaaakk. Sangat-sangat menghargai waktu, karena baru ngumpul bentar udah ijin karena harus ada aktivitas yang lain. Pada tahap yang lebih parah, orang tipe ini bisa jadi Si Numpang Nama. Orang tipe ini harus terus dikontrol supaya nggak kabur-kaburan.
Tipe I: Si Pengalah. Orang tipe ini bener-bener ngalah deh. Dikasih kerjaan yang terlalu banyak atau terlampau sulit, dia tetap mengiyakan. Akibatnya tugas kadang jadi nggak optimal. Selain itu dia juga jadi cape sendiri karena kerjanya menggerutu sendiri karena nggak berani bilang tidak pas disuruh. Lebih parahnya, orang tipe ini bisa dieksploitasi dengan tugas yang setumpuk. Perlu dimengerti kalo punya temen sekelompok yang kayak gini.
Tipe J: Si Pemikir. Orang tipe ini lebih banyak mikirnya daripada kerjanya. Bahasa kerennya Konseptor. Ide-idenya menentukan jalannya pengerjaan tugas kelompok. Namun, orang tipe ini cenderung tidak menyukai kerja teknis dalam kelompok. Jarang terlihat bekerja, padahal perannya besar. Punya temen sekelompok tipe ini menguntungkan asal ada orang lain yang jadi pelaksana ide-idenya, tapi ia tetap harus ikut membantu juga.
Tipe K: Si Pelaku Lapangan. Orang ini biasanya males mikir, apalagi yang konsep-konsepan. Pengennya kerjaan yang teknis dan nggak harus pake analisis atau konsep segala. Pada awal tugas saat tahap perencanaan, kerjanya minim. Namun, pada saat pelaksanaan, ia mulai banyak berperan. Penting juga punya teman sekelompok tipe ini, asal ada orang lain yang jadi pemikirnya.
Tipe L: Si Single Fighter. Orang tipe ini sering kali bekerja sendiri dalam kelompok. Nggak pake ngajak-ngajak anggota kelompok yang lain. Kadang hasilnya jadi nggak sesuai harapan kelompok, karena memang dikerjakan sendiri. Orang tipe ini biasanya egois dan ngerasa kerjaannya lebih bagus dari yang lain. Cukup bahaya ada temen sekelompok tipe ini, kecuali dia adalah manusia super yang kerjaannya pasti bagus.
Tipe M: Si Penyempurna. Orang tipe ini biasanya jadi pengumpul kerjaan orang. Dia cuma kerja di akhir aja. Dia minta semua temen-temennya yang lain mengerjakan sendiri-sendiri, kemudian dikumpulkan ke dia. Selanjutnya olehnya akan dijadikan satu dan disempurnakan. Tipe ini ada yang baik, tapi ada yang buruk. Yang baik bisa menjadikan hasil akhir menjadi sempurna. Sedangkan yang buruk malah main asal gabung-gabung saja. Kalo dia penyempurna yang baik, sangat beruntung sekelompok dengan orang tipe ini.
Tipe N: Si Moody-an. Orang tipe ini sering bikin jengkel kalo moodnya lagi nggak bagus. Kalo pas ngumpul ternyata dia moodnya lagi jelek, bisa bikin sekelompok ikut nggak optimal. Namun, kalo moodnya lagi bagus, kinerja kelompok jadi ikut bagus. Tugas penting dari anggota kelompok yang lain adalah menjaga supaya mood orang tipe ini tetap bagus terus.
Tipe O: Si Barengan. Orang tipe ini saat membentuk kelompok, concern utamanya adalah bareng sama temen deketnya atau orang yang dia prefer untuk satu kelompok. Biasanya berpasang-pasangan. Misalnya si A sama si B nggak bisa dipisah dan harus satu kelompok. Orang tipe ini bisa ngerepotin karena pas temennya nggak optimal, dia bisa ikut nggak optimal. Lebih parah lagi mereka bisa ngabur dari kerja kelompok bareng-bareng. Perlu dijaga supaya barengannya yang baik-baik aja.
Tipe P: Si Butuh Dorongan. Orang tipe ini kalo nggak didorong-dorong atau ditekan-tekan akan tetap berada di zona nyaman. Cukup mengesalkan di awal karena dia nggak kerja apa-apa. Namun, setelah didorong biar kerja sama temen-temen yang lain, dia akan mulai bergerak. Apalagi semakin menjelang deadline tugas, kinerjanya bisa semakin baik. Orang tipe ini bikin was-was dan deg-degan karena baru kerja di akhir-akhir
Tipe Q: Si Kooperatif. Orang tipe ini lebih senang menjadi bagian dari kelompok dan bukan jadi pemimpin. Saat bekerja sendiri dia kinerjanya cukup baik. Saat bersama-sama bisa semakin baik. Dia sangat menikmati bekerja dalam kelompok. Bersedia membantu teman sekelompok yang lain. Satu kelompok dengan orang tipe ini sangat menguntungkan, karena meringankan beban dalam kelompok.
Tipe R: Si Pemimpin. Orang tipe ini menjadi pemimpin dalam kelompoknya. Dia mampu memimpin, mengarahkan, mengawasi, memberi masukan, dan mengkoordinasikan kelompok. Sering memberikan tugas pada orang lain, namun ia tidak lepas tangan dengan tugas tersebut. Tipe yang wajib ada dalam kelompok jika ingin kelompok tersebut sukses.
Tipe S: Si Serba Bisa. Orang tipe ini cocok menjadi pemimpin atau jadi anggota dalam kelompok. Pada saat jadi pemimpin, dia mampu memimpin dengan baik. Pada saat jadi anggota pun dia mampu berperan secara optimal. Tipe idaman untuk jadi temen sekelompok. Sayangnya, orang tipe ini sangat jarang ditemui. Sekalinya ada pun pasti menjadi rebutan. Highly recommended buat direkrut dalam kelompok !!
Wah…banyak juga yaa ternyata…ada 19 tipe orang dalam kelompok.
Hayooo…kamu ngerasa masuk ke tipe yang mana…ditunggu responnya, hehe...![]()
07
Semenjak mulai KaPe (Kalo yang nggak tau, KaPe = Kerja Praktek)3 minggu yang lalu, saya jadi lebih banyak mikir tentang masa depan saya nanti, ya lulus kapan, mau berapa lama, lewat jalur apa, sampai nanti setelah lulus mau kerja jadi apa dan dimana. Akhir-akhir ini emang hal itu yang kepikiran. Mungkin dulu mikir mah gampang aja. Sekarang mah nikmatin aja kuliah, trus lulus, kerja, trus nikah deh…hahaha…itu pemikiran singkat dari seorang mahasiswa. Nyatanya ya nggak semudah itu loh…
Dalam 3 minggu ini, saya udah ngobrol dengan beberapa orang tentang kerjaan. Pernah juga ngomong tentang lulus nanti. Pertama diawali pas pulang kantor hari kedua bareng sama supervisor saya, Pak Ilham, naek mobilnya. Namanya juga naek mobil bareng, pastinya sepanjang jalan ngobrol donk, masa diem aja. Di perjalanan itu kita ngobrol banyak hal, tentang kuliah, tentang KaPe, dan tentang kerjaan di dunia IT secara umum. Saya jadi tau pandangan seorang pegawai yang udah kerja tentang dunia kerjaannya. Yang pasti beda lah dengan pandangan saya yang masih mahasiswa, sedangkan dia udah punya keluarga dan baru saja menjadi seorang ayah (selamat ya pak !!).
Mulai mikir deh…Eh, nggak lama dari hari itu, pas suatu hari Ahad, saya ngobrol banyak dengan Mas Dody, kakak sulung saya. Jujur aja, kami berdua tuh jarang banget ngobrol nyantai dan asik kayak kemarin itu. Yah mungkin karena umur yang beda lumayan jauh sampai 10 tahun. Nah, pas itu tuh istrinya lagi pulang kampung gitu, jadi daripada nggak ada kerjaan, dia maen dah ke rumah saya. Kami berdua makan siang bareng di rumah makan prasmanan, terus ngobrol di rumah. Sorenya menjelang Maghrib, kami berdua jalan-jalan sore nyobain motor barunya dia, Bajaj Pulsar 200cc sambil nyari kerak telor buat cemilan. Nah, selama sehari itu, kita ngobrol tentang saya lulus kapan, mau skripsi pa ga, dll. Nggak lupa juga tentang kerja nanti. Ya kalo boleh dibilang, kerjaan dia sekarang udah enak lah, walaupun tiap tahun pindah kerja, ya vertical movement lah. Baru 3 tahun udah sampe belasan jt. Kerjanya juga di dunia IT, padahal nggak dari background IT. Ah, jadi tambah pengen kerja nih…
Pas di obrolan sama Mas Dody itu, dia bilang begini, “Kalo lo bisa lulus 3,5 tahun, ngapain harus nunggu sampai 4 tahun??. Semenjak itu saya mikir, iya juga yaa…gw kan bisa lulus 3,5 trus bisa langsung kerja dan ngebahagiain ortu gw, jadi mandiri, dan bisa nabung buat nikah nanti…Nah, hal itu tuh jadi beda banget sama pemikiran saya yang sebelumnya. Tadinya saya anti banget lulus 3,5 tahun. Bahkan perbandingan keinginan saya lulus 3,5 dan 4 tahun dulu tuh 3% banding 97%. Setelah obrolan soal masa depan itu, langsung berubah drastis. Sekarang perbandingannya jadi 30% lulus 3,5 tahun dan 70% untuk lulus 4 tahun.
Kalo dibilang mungkin apa nggak sih saya lulus 3,5 tahun?? Ya mungkin aja. Sisa sks saya tinggal 22 sks menuju 144 sks. Berarti kalo mau saya hajar dan ambil 22 sks semester 7 nanti, bisa aja dengan saya ngambil 7 mata kuliah. Kuliah yang udah pasti saya ambil semester depan adalah Kerja Praktik, Metodologi Penelitian, serta Komputer dan Masyarakat, masing-masing 3 sks. Berarti tinggal 22-9 sks = 13 sks tersisa. Nah, sekarang pilihan ada di tangan saya, mau lulus dengan apa nih, Tugas Akhir alias Skripsi, Student Project alias eSPe, atau Course-Based atau biasa disebut Kompre (Komprehensif).
Dari saya sih nggak ada pikiran mau ngambil eSPe sama sekali. Pilihan mengerucut tinggal 2, TA atau CourBas. Kalo ngambil TA, berarti 13-6 sks lagi dan tinggal 7 sks lagi. 7 sks nggak mungkin jadi 2 matkul, tapi jadinya pasti 3 matkul deh. 2 matkul 3 sks sama 1 matkul 2 atau 3 sks. Nah, kalo mau ngambil CourBas, saya harus ngambil 5 matkul untuk 13 sks tersisa. Yah kalo di-summary seperti ini deh.
Opsi TA: KaPe, MetPen, KoMas, TA, dan 3 matkul lagi (kayaknya sih SPK=Sistem Penunjang Keputusan, ERP=Enterprise Resource Planning kalo dibuka, dan TelMat=Hukum Telematika).
Opsi Course-Based: KaPe, MetPen, KoMas, dan 5 matkul lagi (3 matkul sama kayak yang di atas. 2 matkul lagi mungkin PBK=Pengajaran Berbasis Komputer dan 1 matkul yang nyantai-nyantai aja).
Dulu saya mikir, kalo lulus pake jalur Course-Based bakalan susah kalo mau nerusin kuliah ke S2 nanti. Nyatanya nggak juga ah. Mungkin iya kalo misalnya mau nerusinnya ke pasca-sarjana yang IlKom atau sejenisnya. Nah, kan saya nggak mau ke bidang sana. Saya mah maunya nerusin ke Manajemen (MM) atau Bisnis gitu (M.Ba.). So, insya Allah nggak ada masalah. Emang sih, jadi kayak nggak seru kuliah kalo nggak ada output nyatanya berupa TA atau skripsi. Tapi ya sejujurnya emang passion (minjem istilah Ilman) saya tuh nggak di bidang yang ilkom-ilkom amat. Bisa gila saya kalo harus TA dengan judul DNA Algorithm bla bla bla atau Penurunan persamaan anu dengan menggunakan matrix anu. Waduh…nggak kebayang dah…
Setelah dipikir-pikir lagi, inti sari pemikiran tentang lulus 3,5 atau 4 tahun dan TA atau course-based ini kira-kira begini lah.
Lulus 3,5 dengan TA: Kepuasan pribadi bisa punya hasil penelitian dan pemikiran, bisa cepet kerja, ortu bakalan bahagia, bisa lulus bareng sama dua sahabat saya, Indra Adi dan Indra Aji, Bisa lebih cepet nabung, bisa lebih cepat mandiri secara finansial, repot karena harus bikin TA dan kemungkinan bakal telat lulus jadi 4 tahun karena TA belum kelar. Intinya: Cepat dan sangat Repot.
Lulus 3,5 dengan Course-Based: Lulus lebih cepat dan nggak repot harus bikin TA, lebih aman dan terjamin bisa lulus 3,5 asalkan semua matkul sisa lulus semua, bisa cepet kerja, ortu bakalan bahagia, bisa lulus bareng sama dua sahabat saya, Indra Adi dan Indra Aji, Bisa lebih cepet nabung, bisa lebih cepat mandiri secara finansial. Intinya: Cepat tetep repot.
Lulus 4 dengan TA: Kepuasan pribadi bisa punya hasil penelitian dan pemikiran, lebih nyantai kuliahnya, bisa jadi AsDos sekali-sekalinya dengan jadi AsDos PPL, Bisa fokus di BEM untuk semester 7 karena nggak sibuk dengan kuliah, bisa lulus bareng sama sebagian besar CSUI05, Tetep repot dengan ngurus TA walaupun spare waktunya lebih banyak, Nunda kesempatan mandiri dan nabung. Intinya: Nyantai tetep repot.
Lulus 4 dengan Course-Based: lebih nyantai kuliahnya, bisa jadi AsDos sekali-sekalinya dengan jadi AsDos PPL, Bisa fokus di BEM untuk semester 7 karena nggak sibuk dengan kuliah, bisa lulus bareng sama sebagian besar CSUI05, Nggak repot ngurus TA, semester 8 bisa nyambi-nyambi kerja, Nunda kesempatan mandiri. Intinya: Nyantai dan nggak repot.\
Nah, Mau milih yang mana ya?? Kayaknya saya perlu Istikharah dulu nih buat nentuin pilihan buat masa depan saya ini. Pilihan ini saya yakini bakal nentuin kelanjutan hidup saya mau ke arah mana. Doakan saja saya memilih pilihan yang terbaik.
===========
Lanjut ke kerjaan setelah lulus, hasil obrolan saya dengan Mas Dody dan Pak Arief T Senior Analyst di Limas, menghasilkan setidaknya 2 pilihan kerjaan saya nanti. Kalo kerjaan yang masih di bidang IT, saya hanya memikirkan 2 pilihan kerjaan, Consultant atau Analyst. Setelah tahu banyak Mas Dody yang Consultant dan Pak Arief yang Analyst, kok saya ngerasa dua kerjaan itu yang cocok bagi saya yah…Consultant itu orang yang membantu memberikan solusi dan mau mendengarkan permasalahan orang lain, ya cocok dengan saya yang berpikir solutif. Sedangkan analyst itu kan kerjanya melakukan analisis dan memandang suatu permasalahan secara holistik dan komprehensif tanpa melupakan detail, sama seperti saya.
Yang pasti, saya bakal menghindari deh dari yang kerjaan yang namanya developer, programmer, desainer, atau apalah sejenisnya yang menjadikan coding sebagai kerjaan utamanya. Trus juga, tempat kerja yang paling saya hindari adalah Software House yang klo diplesetin jadi Monster House, hehe…
Mungkin beberapa tahun awal setelah saya lulus, pemikiran saya masih ingin kerja pada suatu instansi atau lembaga. Mungkin setelah beberapa waktu, mulai ada pemikiran saya untuk bisa menciptakan lapangan kerja sendiri dan menjadi entrepreneur. Tapi belum tahu juga deh, apalagi kalo jadi setelah kerja trus nikah, hehe…pasti pemikirannya bakal beda lagi.
Ah…masa depan…Kalo dipikirin bikin bingung, kalo nggak dipikirin juga salah. Penuh perencanaan belum tentu yang terbaik, apalagi prinsip “let it flow” yang jelas-jelas nggak membawa kita kemana-mana…Satu yang saya yakini. Masa depan saya ada di tangan saya sendiri, terlepas dari takdir yang sudah digariskan oleh Allah Sang Maha Perencana. So, sukses nggaknya saya ya saya sendiri yang menentukan.
Menjadi sukses atau menjadi tidak sukses. Silahkan anda memilih sendiri.


