04
Nggak terasa yaah, ternyata udah kurang lebih 2 tahun gw keluar…
Sampe sekarang gw kadang masih suka bingung juga…untuk kembali, butuh persiapan dari diri gw. Persiapan mental, persiapan jiwa, persiapan hati. Alhamdulillah di Ramadhan kali ini gw ngerasain ada sesuatu yang beda dari diri gw. Dari awal Ramadhan ini, timbul rasa semangat yang sangat membuncah di hati, untuk bisa memperbaiki diri. Mungkin rasa itu sudah terpendam dalam-dalam selama 2 tahun ini. Dan kini, saking udah kangennya sama kondisi itu, gw pengen berubah.
Gimana berubahnya Dik? Bagi gw, jawaban itu gampang-gampang susah. Banyak orang yang pengen gw langsung berubah kayak gw yang dulu lagi. Tapi maaf, sangat sulit untuk bisa seperti itu. Lagian juga, gw emang nggak pengen diri gw yang sekarang jadi diri gw yang dulu lagi. Buat apa kembali ke masa lalu kalo misalnya gw bisa jadi lebih baik saat ini dan di masa depan. So, jawaban gw simple ajah…pelan-pelan.
Mungkin kalian nggak ngeliat banget, ya kan emang prosesnya itu yang nggak langsung jadi. Dalam rencana gw, sebulan Ramadhan ini bakal gw jadiin ajang persiapan hati dan jiwa gw buat bisa menjadi lebih baik, mungkin lebih baik dari saat itu dulu. Doain ajah semangat yang membuncah di awal nggak perlahan meredup menjelang akhir Ramadhan.
Sejujurnya, yang gw butuhin saat ini adalah sokongan dan dukungan serta perhatian yang tulus dari kalian. Gw ingin kalian datang sebagai sahabat, bukan sebagai hakim yang langsung memvonis gw bersalah atas apa yang telah gw lakukan. Kita sama-sama manusia bung, sangat wajar apabila kita yang memang tempatnya salah dan lupa ini berbuat khilaf.
Akan tetapi, keterpurukan itu ada masanya kawan…tetap terpuruk atau bangkit itu merupakan pilihan dari masing-masing kita. Dan gw memilih untuk bangkit, dan kembali berlari menuju masa depan yang lebih baik.
Tadi pagi pas sahur, gw denger atau lihat di TV ada quote yang sederhana namun dapat menginspirasi gw menjadi manusia yang lebih baik. “Yang terpenting dari keterpurukan bukanlah sedalam apa kita terpuruk, namun bagaimana cara kita untuk bisa bangkit dari keterpurukan dan kembali mengejar ketertinggalan“. Yah, kira-kira begitulah redaksinya, walaupun beda-beda dikit.
Intinya, gw yakin Ramadhan kali ini adalah momen yang sangat tepat bagi diri gw untuk bisa berubah. Dan perubahan ini bukan untuk menjadi diri gw yang dulu lagi, tapi menjadi Sidik yang baru yang lebih baik dari Sidik yang dulu ataupun Sidik yang saat ini. Doakan saya yah kawan…!!
Let’s make this Ramadhan a moment to turn my life back on the right track…yeah, I believe I can do it…
-
kamal Said,
subhanallah… Ini dia kembali lagi sidik yang dulu sering menginspirasi ane waktu awal2 kuliah. kangen ane
mudah2an kita bisa memanfaatkan momen ramadhan ini sebaik mungkin untuk merubah diri kita menjadi muslim, mukmin yang lebih baik… amiin…
-
ilalang Said,
Insya Allah aneh selalu do’akan ente Dik.
-
Sidicx Said,
@ Kamal: Ah, ente bisa aje mal…Amin…
@ Agung: aneh? ane kali mas, hehe….makasih yaah…
-
yanssp Said,
beberapa waktu ke belakang,
saya mencium aroma kebangkitan dari mas sidicx nih.seneng juga kalo ada brother muslim yang sukses,
yang hari ini lebih baik dari hari kemarinnya.
mudah-mudahan ya dicx. -
Sidicx Said,
@ yanssp: makasih ya yans…mari kita bangkit bersama, hehe…


