Archive for October, 2008
08
Kalau pada bagian sebelumnya saya sudah menjelaskan latar belakang dan cerita seputar prosesnya, nah sekarang langsung ke smsnya. Saya akan mengeksplorasi sms-sms tersebut, mulai dari kesamaan, kemiripan, tipe-tipe, sampai gaya bahasa. Hmmmm, kebiasaan suka menganalisis saya sedang ingin dipenuhi nih…
- Tahun ini yang adalah tahunnya mengirim sms lebaran atas nama paket. Maksudnya, si orang yang ngirim sms tidak hanya atas nama pribadi tapi juga mengatasnamakan orang lain. Bingung?? Begini loh maksudnya.
> Atas nama pribadi dan keluarga. Yang ini sih biasa, dari tahun lalu juga banyak yang kayak gini. Namun, tahun ini semakin banyak orang yang mengirim sms atas nama keluarga. Kalo saya pribadi sih nggak atas nama keluarga karena kebanyakan yang saya kirimin sms yang berinteraksinya hanya dengan saya saja, tidak dengan ortu atau kakak-kakak saya,
> Atas nama dirinya dan pacarnya. Tahun ini ada beberapa orang yang mengatasnamakan dirinya dan pacarnya. Diulang: pacarnya, bukan istri atau suaminya. Saya sih kurang sreg sama yang seperti ini. Tapi untuk yang atas nama dirinya dan pasangan resminya sih oke-oke saja.
> Atas nama pribadi dan “keluarga”. Haha, yang ini sih becanda saja, tapi menurut saya sih lucu. Ada 2 orang teman saya yang sangat kreatif dalam menyusun kata. Pertama, Idjoel dengan kata-kata “belum berkeluarga. Mohon doanya”. Asli dah, pas baca saya ngakak. Jul..Jul..jadi lo sekalian minta didoain biar cepet berkeluarga yaa, haha…Kedua, Lutfi dengan kata-kata “Lutfi dan keluarga, kecuali istri dan anak”. Pas baca ini saya juga ngakak, sampe dijelasin kayak gitu, haha…
- Ternyata, anak Fasilkom nggak jauh-jauh dari codingan. Buktinya, pas bikin sms lebaran aja pake di-coding segala. Tahun ini jumlah orang yang ngoding sms lebaran makin banyak dengan bahasa pemrograman yang lebih beragam. Ada java, html, dan kawan-kawannya yang lain. Susah deh emang anak ilmu komputer, hehe…
- Ternyata juga, ada operator seluler yang pengiriman smsnya selalu telat sampai sewaktu masa-masa orang ngirim sms lebaran. Hayo tebak operator apa?? Yap, jawabannya adalah Telkomsel. Buset dah, telatnya parah. Mulai dari hitungan menit sampai lebih dari 6 jam. Semua teman-teman dengan nomor yang depannya 0811, 0812, 0813, dan 0852 semua sms lebarannya sampai dengan terlambat di inbox hape saya. Operator lain?? Sepertinya tidak ada masalah, kecuali teman-teman saya dengan nomor XL sangat sedikit yang membalas sms lebaran saya, hehe…
- Yang lucu dan nggak sengaja saya sadari, ada 2 sms dari 2 orang teman saya yang berbeda, ternyata isinya sama persis! Dari awal sampai akhir bedanya cuma nama pengirim di akhir sms. Hehe, kok bisa seperti itu yaa?? Wah, saya mencium indikasi plagiarisme pada sms lebaran, haha…
- SMS lebaran yang paling berkesan dan paling saya senang saat menerimanya adalah dari Bu Kasiyah M Junus dan dari Kak Pandu. Balasan sms Bu Kasiyah memang tertuju bagi saya pribadi, jadi benar-benar ter-personalisasi (istilah yang cukup aneh). Kalo sms lebaran dari Kak Pandu sangat nggak saya duga. Dari mana beliau dapat no hape saya?? Wallahu ‘Alam. Anyway, syukron kak atas sms lebarannya.
- Ada beberapa orang yang saya harapkan akan membalas sms lebaran saya, namun nyatanya tidak ada balasan. Sedikit kecewa sih jujur, tapi nggak lama langsung hilang. Mencoba untuk ber-husnudzon kepada teman kita itu aja. Ada yang nggak balas, tapi setelah itu kita malah smsan biasa aja, hehe…
- Gara-gara di hape baru ada beberapa nomor yang belum ter-update, jadi ada beberapa sms yang saya kirim ke nomor yang lama. Bahkan ada orang-orang yang ingin saya kirimi tapi batal karena ternyata nomornya belum masuk ke hape yang ini.
Seperti apapun isi dan bentuk dari sms lebaran, yang paling penting adalah niat dan keinginan dari si pengirim untuk bisa meminta maaf dan saling mendoakan. Percuma sms sudah terkirim kalau misalnya di hati masih ada yang mengganjal. Yang lebih penting, sms tidak bisa menggantikan tatap muka dan minta maaf secara langsung menurut saya lebih afdhol.
~Lebaran jadi lebih berwarna dengan adanya sms lebaran~
08
~Maaf telat karena www.sidicx.com sempat down dari tanggal 4-7 karena habis masa hostingannya~
Mari dimulai dengan “www.sidicx.com mengucapkan selamat idul fithri, taqabalallahu minna wa minkum, mohon maaf lahir dan batin.”
Lebaran tahun ini, seperti lebaran tahun lalu, juga dihiasi dengan sms ucapan lebaran yang beragam dan cukup menarik untuk diceritakan. Begini ceritanya
Alhamdulillah tahun ini saya menggunakan strategi pengiriman sms lebaran yang agak berbeda dengan tahun lalu. Sedikit flashback, pada lebaran tahun lalu saya membeli voucher IM3 200 sms biar modal pengiriman jadi lebih ringan. Tahun ini saya juga memesan voucher itu khusus kepada Furqon. Namun, ada bedanya. Tahun lalu sms hanya bisa dipake untuk sesama Indosat, sedangkan sekarang bisa dipake untuk ke semua operator.
Hal tersebut cukup berpengaruh dalam proses pengiriman sms lebaran. Kalau tahun lalu saya masih mikir-mikir ketika akan mengirimkan sms ke teman atau kenalan yang nomornya bukan Indosat, tahun ini hal tersebut tidak terjadi lagi. Saya ingat banget, tahun lalu tuh saya membatasi mengirim ke nomor selain Indosat karena pulsa sedang langka. Alhamdulillah tahun ini tidak terjadi lagi. Sewaktu mengirimkan sms kemarin dan hari ini, saya hampir tidak memikirkan pulsa untuk pengiriman lagi.
Imbasnya adalah pada banyaknya sms lebaran yang saya kirimkan. Jumlahnya bertambah cukup signifikan dibandingkan dengan tahun lalu. Alhamdulillah tahun ini saya mengirimkan 145 buah sms ke teman, kerabat, serta kenalan saya. Sewaktu mengirimkan niat saya hanya ingin meminta maaf atas kesalahan saya serta mengucapkan selamat Idul Fithri. Dari 145 sms tadi, ada 75 sms balasan. Oia, selain saya mengirimkan sms lebaran ke teman-teman saya, ada 29 sms lebaran yang masuk terlebih dulu ke inbox hape saya. Jadi kalo ditotal saya menerima 104 sms lebaran dan mengirimkan 171 sms lebaran.
Berbeda juga dengan tahun lalu, lebaran sekarang saya lebih memilih untuk mengirimkan sms lebaran lebih dahulu dibandingkan menunggu ada yang mengirim ke saya kemudian saya balas. Alasannya simpel saja, karena saya merasa bahwa memang saya memiliki salah dan ingin meminta maaf sesegera mungkin. Jadi buat apa menunggu dulu. Masalah nantinya sms lebaran saya itu dibalas atau tidak, bagi saya tidak terlalu masalah karena tujuan utama meminta maaf sudah tercapai.
Yang berbeda juga, tahun ini saya menyiapkan 2 buah template sms. 1 sms bila saya mengirimkan sms lebaran dan 1 sms untuk membalas sms lebaran yang masuk ke inbox hape. Hal ini saya pelajari dari pengalaman tahun lalu saat ada seorang teman saya curhat di blognya kalau dia kecewa ada yang membalas sms lebarannya hanya dengan sms template. So, tahun ini saya ingin lebih menyempurnakan agar lebih ada personalisasi bagi tiap orang.
Setiap Ramadhan harapan saya adalah bisa semakin baik dan semakin baik lagi. Yang saya rasakan proses pengiriman sms lebaran tahun ini sudah lebih baik dari tahun lalu. Alhamdulillah berarti tercapai harapan saya, setidaknya untuk satu aspek ini.
(berlanjut ke sms part 2)


