Archive for the ‘Artikel’ Category
21
~Udah lama nggak bikin artikel dan tulisan yang di luar kehidupan nih…so, hari ini lagi kepingin aja. Semoga bisa diterima dan diambil manfaatnya…~
Bagi seorang blogger, pasti ada keinginan dalam dirinya yang ingin kalo blognya ramai dikunjungi dan juga banyak diberikan komentar orang yang membaca.
Menurut hasil analisis yang saya lakukan, setidaknya ada 4 cara untuk bisa membuat blog kita ramai dikunjungi dan dikomentari oleh pengunjung. Berikut ini 4 cara yang bisa langsung para pembaca praktekan.
14
Tulisan ini sebenarnya ingin saya tulis dan saya posting dari beberapa hari yang lalu, Tapi baru sempat hari ini muncul di www.sidicx.com. Naiknya harga kedelai dalam beberapa waktu belakangan ini membuat banyak pihak, kebanyakan warga kelas menengah ke bawah, mengalami kesulitan berkepanjangan. Saya termasuk di dalam pihak-pihak yang dibuat susah karena naiknya harga kedelai ini.
Seperti kita semua ketahui, kedelai merupakan bahan utama pembuatan tempe dan tahu. Naiknya harga kedelai berakibat langsung kepada naiknya harga tempe dan tahu di pasaran. Sampai saat ini saya juga belum tahu pasti kenapa harga kedelai naik. Namun, menurut ibu saya, harga kedelai naik karena kapal laut yang biasa mengangkut kedelai impor dari Amerika Serikat mengalami kerusakan. Masih menurut ibu saya, proses perbaikan kapal laut itu akan memakan waktu kurang lebih 3 bulan. Waduh, kalo gitu saya harus puasa makan tempe dan tahu selama 3 bulan donk ?!! Nooooo…!!!
Naiknya harga kedelai ini tidak hanya terjadi di Jakarta saja, namun juga di seluruh wilayah Indonesia. Kenaikannya beragam dari 50% sampai lebih dari 100%. Bagaimana pengusaha tempe dan tahu tidak menjerit sekencang-kencangnya bila bahan baku usahanya naik hingga 2 kali lipat ?! Akibatnya, saat ini banyak pengusaha tempe dan tahu yang mengurangi produksinya, bahkan ada yang sampai benar-benar berhenti berproduksi. Memang ada beberapa yang tetap berproduksi, namun omsetnya sangat menurun. Mereka pun semakin bingung. Bila menaikkan harga tempe dan tahu agar bisa mendapatkan untung, jumlah pembeli berkurang. Akhirnya banyak diantara mereka yang memilih memperkecil ukuran tempe dan tahun produksinya.
Sekarang kembali ke saya. Kenapa saya membuat tulisan ini? Alasannya sangat simpel. Saya adalah PECINTA BERAT MAKANAN OLAHAN KEDELAI. Saya sangat menyukai tempe yang diolah dengan berbagai macam cara. Begitu pula dengan olahan kedelai lain seperti tahu, oncom, susu kacang kedelai, sampai kedelai rebus. Bagi saya, tempe merupakan salah satu makanan wajib yang tiap harinya harus saya konsumsi, hampir sama seperti nasi. Di rumah pun, tempe adalah lauk pauk yang hampir selalu ada di meja makan. Favorit saya adalah tempe goreng tepung yang dimakan selagi panas. Wow…maknyus dah…
Akan tetapi, lagi-lagi karena harga kedelai yang meroket, beberapa hari belakangan ini tempe menghilang dari menu makan saya. Ibu saya bilang harga tempe mahal Dik, jadi dengan uang yang sama, sekarang hanya dapat tempe dengan ukuran setengah dari biasanya. Huhu, jatah makan tempe saya pun harus dikurangi. Puncaknya adalah hari ini. Benar-benar tidak ada tempe goreng tepung kesukaan saya. Kata ibu hari ini tempe dan tahu menghilang dari pasar. Selidik punya selidik, ternyata hari ini seluruh pedagang dan pengusaha tempe melakukan demonstrasi kepada pemerintah akibat kenaikan harga kedelai. Mereka merasa dicuekin oleh pemerintah, padahal tempe dan tahu adalah makanan yang dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia yang memang kebanyakan kelas menengah ke bawah.
Pemerintah Indonesia, dengerin tuh apa kata rakyat kecil. Hidup ini sudah susah, masih ada dibuat lebih susah dengan tempe dan tahu yang harganya mahal. Rakyat mau makan apa coba?!
Makan batu? keras !!
Makan rumput? emangnya kambing !!
Makan hati? setiap hari kaleee !!
Jadi, tolonglah buat pemerintah, segera ambil langkah serius dan cepat untuk menangani masalah kenaikan harga kedelai ini. Saya sendiri bingung, masa karena satu kapal laut yang mengangkut kedelai rusak, seluruh negeri ini menjerit. Yang saya lebih heran lagi apakah pemerintah negeri ini sudah benar-benar tuli dan budeg sampai tidak mendengar jeritan rakyat penjuru negeri. Waduh…Jangan cuma ngurusin Pak Harto yang sudah ditunggu sama malaikat Izrail donk !! Masa cuma gara-gara satu orang manusia, berjuta-juta orang yang lainnya terlantar karena harga kedelai yang meroket itu ?!
Alhamdulillah di TV, acara berita mulai menyiarkan perihal tingginya harga kedelai ini. Setelah beberapa waktu terakhir ini isi dari acara berita cuma perkembangan kesehatannya Pak Harto. Semoga dengan maraknya pemberitaan di TV dapat membuka mata para petinggi di pemerintahan bahwa ini adalah masalah besar yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Semoga solusi atas permasalahan kenaikan harga kedelai ini dapat segera ditemukan, sehingga saya dan jutaan rakyat Indonesia yang lain dapat bernafas lega dan kembali menikmati nikmatnya olahan tempe dan tahu. Amin.
Katakan hitam adalah hitam
Katakan putih adalah putih
~mohon maaf bila ada isi tulisan saya yang membuat ada pihak yang tidak berkenan~
19
Kali ini gw pengen mencoba menulis sesuatu yang berbeda dari biasanya. Kan biasanya gw cerita tentang kehidupan gw gitu di blog, nah sekarang gw pengen mencoba sharing mengenai cara-cara orang-orang dalam melepaskan rasa marah, kesal, sedih, dan bete dalam dirinya. Karena gw pun pernah mengalaminya dan juga sering melihat lingkungan sekitar gw juga yang seperti itu, so gw pengen berbagi aja nih.
Secara garis besar sih ada dua cara seseorang melepaskan amarah (dalam hal ini adalah perasaan yang campur aduk antara sedih, marah, kesal, bete, rasa bersalah, dll) di dalam dirinya. Cara yang pertama adalah cara yang bisa dibilang positif, sedangkan yang kedua adalah cara negatif.
Cara Positif
Mengapa dibilang positif. Pertama, karena cara ini tidak menyakiti diri sendiri. Kedua, karena cara ini tidak menyakiti orang lain. Ketiga, karena cara ini tidak merusak lingkungan. Keempat, karena dengan cara ini kita bisa berusaha menjadi lebih baik. Kelima, karena dengan cara kita bisa menggali hikmah yang berada di balik tiap hal.
Pengalaman pribadi gw adalah, dengan cara ini Insya Allah semua masalah bisa teratasi dengan baik. Pada akhirnya juga memperkecil keburukan yang dihasilkan. Penasaran caranya seperti apa? Mari kita bedah bersama-sama.
- Curhat sama Allah?? Why Not?!
Seseorang yang sedang dilanda amarah biasanya membutuhkan pihak lain untuk menemaninya atau sekedar mendengarkan cerita dan curahan hatinya. Tiap orang memiliki preferensi yang berbeda-beda mengenai siapa pihak yang dipercayanya untuk curhat. Ada yang curhat sama temen, sahabat, nyokap, kakak, adik, guru BK, psikolog. Ada yang memilih curhat ke benda mati seperti buku harian alias diary atau menulis di blog. Ada lagi yang lebih memilih untuk menyimpan sendiri atau membiarkan bantal menjadi alas tangisnya. Nah, ada juga orang-orang yang memilih curhat kepada Allah, Dzat Yang Maha Mendengar.
Memang nggak ada salahnya untuk mencurahkan isi hatinya dengan cara atau ke orang-orang tertentu seperti disebutkan diatas. Namun, sangat lumrah apabila manusia mengharapkan agar si pihak yang dipercayainya untuk mendengarkan curhatnya itu selalu ada dan siap membantu kapanpun dan dimanapun. Untuk yang satu ini, jelas Allah lah yang pasti akan selalu ada dan selalu memiliki solusi yang terbaik bagi kita semua. Gw sendiri kalo punya masalah yang sudah terlampau berat dan gw nggak menemukan solusi terbaik saat gw bercerita ke manusia/benda mati, pasti gw akan beralih untuk curhat sama Allah.
Nggak usah malu untuk menangis di hadapan Allah. Dari lahir aja manusia udah nangis. Biasanya kalo pengen menenangkan diri gw akan bangun di malam hari untuk sholat malam kemudian bermunajat ke Allah. Menangislah sejadi-jadinya. Berdoalah sepuasnya. Berceritalah sebanyak-banyaknya. Karena Ia selalu ada untuk kita. Hanya saja memang kita yang tidak menyadari bahwa ada Allah yang serba memiliki segala macam solusi atas permasalahan yang melanda kita. So, mendekatkan diri kepada Allah bakalan bikin hati kamu yang lagi dilanda amarah menjadi tenang.
- Lampiaskanlah ke kegiatan yang positif
Seseorang yang lagi dilanda amarah biasanya memiliki energi yang membuncah alias banyak. So, perlu pelampiasan untuk hal itu. Nah, sebaiknya kita bisa mencari sarana pelampiasan yang positif. Salah satu cara adalah dengan berolahraga. Olahraga apa saja yang mengeluarkan kalori dan energi. Sehingga kadar energi kita kembali normal lagi.
Kalo pengalaman gw, olahraga menjadi sarana yang paling sering dan efektif untuk melampiaskan amarah gw. Maen sepakbola atau futsal jadi salah satu pilihan utama gw. Enak banget deh kalo bisa maen bola. Jadi, energi amarah kita keluar menjadi kekuatan tendangan kita, atau kecepatan lari kita, atau kegesitan gocekan kita. Itu kalo bermain sepakbola atau futsal yang normal.
Cara lain yang pernah gw praktekan adalah menendang bola ke tembok atau properti yang kuat lainnya. Tendanglah sekencang-kencangnya bola itu. Lakukan terus sampai anda merasa sudah cukup terlampiaskan. Biasanya gw baru berhenti kalo gw udah cape banget. Kita akan dapat manfaat yaitu kekuatan tendangan akan meningkat, stamina meningkat, dan amarah terlampiaskan, hehe…Atau cara lain yang pernah gw praktekan juga adalah berlari. Berlarilah sesuka hatimu, entah kencang atau pelan, berlari mundur atau menyamping. Yang penting energi kita tersalurkan. Bisa dikombinasikan dengan menggiring bola. Manfaatnya banyak sekali. Sehat, stamina meningkat, kecepatan lari meningkat, dribbling juga meningkat, dan amarah terlampiaskan, hehe…
Kesimpulan singkatnya, olahraga bisa menjadi alat pelampiasan yang sangat tepat di saat segala rasa bercampur aduk di dalam hatimu…Tapi yang pasti, jangan biarkan rasa amarah itu berada terlalu lama dalam dirimu. Perlahan ia bisa menggerogoti dirimu dan akhirnya bisa menjadikan dirimu terkungkung dalam kemuraman…halah…sok serius nih gw…tapi emang bener sih…
(BERSAMBUNG KE PART SELANJUTNYA, KALO SEMPET ^_^)
06
Dear Fantasista The 10,
Hari ini aku mau curhat nih…aku ikut lomba nulis entry dalam rangka Ulang Tahun Blogfam yang ke-3 lho…Makanya aku nulis ini. Kamu tahu kan kalo aku suka banget nulis-nulis? Kamu juga pasti tahu selama ini tulisanku jarang bisa dibaca oleh orang lain? Trus pastinya kamu tahu kalo aku pengen banget jadi penulis? Nah, Alhamdulillah sekarang aku udah maju beberapa langkah lho menuju impianku menjadi penulis =)
Aku pertama kali kenal dengan blogfam dari Leni yang telah menjadi member. Karena penasaran apa sih Blogfam, aku jadinya membuka Blogfam. Saat itu aku baru tahu kalo ternyata ada komunitas orang yang hobi nge-blog. Hm…maklum lah saat itu aku masih ‘ijo’ banget dalam hal per-blog-an. Singkat cerita, aku gabung di blogfam dan langsung kenalan. Ga lama banyak respon dari member-member yang lain. Wah, jadi excited banget. Terus juga ada yang langsung berkunjung ke blogku. Seneng banget deh rasanya. Setelah itu aku lumayan aktif nongol di blogfam, ya ikut ngeramein lah.
Oiya, ga lama setelah aku gabung di blogfam, aku udah nge-post tulisan pertamaku lho. Tulisan itu tentang “Cara Menghadapi Orang yang Hobi Ngebanding-bandingin”. Aku nge-postnya di forum curhat. Hmm…dan tahu ga kamu…yang ngasih komentar tentang artikel itu lumayan banyak. Ada yang ngasih saran ke aku supaya sekalian aja bikin buku tips ‘n trick, ada yang langsung menyarankan menghubungi penerbit. Wah, nggak nyangka lho…Ternyata, baru aja gabung di blogfam aku langsung bisa menyalurkan hobi dan bakatku menulis. Setelah itu aku jadi lebih sering menulis artikel. Bahkan aku telah merencanakan akan menulis 3 buah buku tips ‘n trick yang isinya menyemangati para remaja untuk bisa jadi lebih baik.
Seiring waktu gabung dengan blogfam, aku mulai mencari-cari kesempatan untuk bisa lebih meningkatkan kemampuan menulisku. Salah satunya melalui program kerjasama Blogfam dengan penerbit Gradien Book. Jadi ceritanya mereka berdua, Blogfam dan Gradien, ingin menerbitkan kumpulan ‘Flash Fiction’ yang ditulis oleh member blogfam. Kamu tahu ‘Flash Fiction’ ga? Flash fiction itu sebuah bentuk penulisan fiksi yang hanya menggunakan jumlah kata yang terbatas dan cenderung minim, namun tetap menjaga aspek-aspek dari penulisan. Aku pun tahu istilah itu setelah gabung dengan blogfam lho…Kembali ke Program Flash Fiction, aku yang sangat tertarik akhirnya ikutan juga. Namun aku harus mencari tahu donk bagaimana caranya menulis FF dengan baik. Keinginan ini menyebabkan aku semakin rajin membaca literatur kepenulisan.
Untuk mengikuti proyek FF itu aku menyiapkan dua buah tulisan, yang pertama berjudul “Kereta Telat” dan yang kedua berjudul “Hamil Tiga Bulan”. Kalo mau tahu tentang kedua tulisan itu langsung klik di judulnya aja ya…Waktu pun berganti. Setelah menunggu lama akhirnya aku mendapatkan kabar dari blogfam bahwa salah satu tulisanku yang berjudul “Hamil Tiga Bulan” menjadi satu dari banyak FF yang terpilih untuk dibukukan. Alhamdulillah. Saking senangnya pas baca pengumuman itu, aku langsung teriak-teriak sampai teman-temanku menghampiriku. Lalu dengan bangga aku mengatakan bahwa tulisanku akan dibukukan. Duh, bahagianya. Buatku, pencapaian ini menjadi satu lompatan besar dari kerja panjangku untuk merealisasikan impianku menjadi penulis.
Tanggal 9 Desember besok menjadi saat-saat bahagia bagiku, juga bagi blogfam. Kamu tahu, tanggal 9 itu buku kumpulan FF yang terdapat FF buatanku akan dirilis. Blogfam yang saat itu juga genap berusia 3 tahun mengadakan peluncuran dua buah buku. Yang pertama “Flash! Flash! Flash! Kumpulan Cerita Sekilas” dan yang kedua adalah kumpulan cerpen “Biarkan Aku mencintaimu Dalam Sunyi: Email Terbuka Seorang Selingkuhan”. FF buatanku ada di buku yang disebut pertama. Oiya, acara peluncuran itu diadain di Bandung lho. Sayangnya aku nggak bisa ikutan ngeramein acara itu karena ada agenda di Jakarta. Sedikit sedih sih, namun Insya Allah aku akan doakan semoga acaranya lancar dan seru.
Menurutku, Blogfam dengan ulang tahunnya yang ke-3, telah menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu komunitas yang aktif dan ‘hidup’. Blogfam menempatkan dirinya sebagai pionir sekaligus yang terdepan dalam mewadahi para penulis muda. Aku pun termasuk dari penulis muda yang dapat mewujudkan impiannya melalui blogfam. Selama lebih dari 7 bulan menjadi bagian dari komunitas hebat ini aku merasakan banyak sekali manfaat. Aku memperoleh banyak ilmu terutama tentang kepenulisan. Dengan gabung di Blogfam akupun dapat mengaktualisasikan diriku dengan mengikuti lomba dan kompetisi yang diadakan atau diinformasikan olehnya. Pokoknya aku benar-benar bahagia bisa mengenal kemudian bergabung di Blogfam. Hanya sebuah kalimat yang bisa terlontar dari lisanku, Terima Kasih Blogfam.
Harapanku, Blogfam bisa mencapai ultahnya yang ke 4, 5, 6, 10, 25, dan seterusnya. Blogfam harus menjadi komunitas terdepan dalam dunia kepenulisan, namun tetap menjaga soliditas internal antara para anggotanya. Layaknya anak manusia, usia 3 tahun merupakan saat-saat seorang anak sedang lucu-lucunya. Sang anak pun sedang belajar dan ingin tahu dalam segala hal. Blogfam pun sebagai ‘anak berusia 3 tahun’ semestinya sedang dalam proses belajar mengenal dunia. Blogfam juga sedang ‘lucu-lucunya’ dengan menunjukkan dirinya melalui acara dan kompetisi yang diadakannya. So, jaga terus semangat belajar dan ingin tahu yang Blogfam miliki, namun tetap menjaga unsur lucu dan menarik.
My Blogfam, jangan pernah bosan ya mengadakan acara yang bisa memfasilitasi penulis muda sepertiku untuk mewujudkan impian. Engkau telah tercatat pada lembar sudut hatiku sebagai sahabatku. Terakhir, aku hanya bisa memberikan persembahan segores tulisan ini sebagai hadiah ulang tahunmu yang ke-3 seraya mengucapkan
SELAMAT ULANG TAHUN BLOGFAM YANG KETIGA !!
30
Goresan kecil ini saya tulis karena terinspirasi oleh masih enggannya sebagian orang untuk mendonorkan darahnya. Buah keprihatinan saya ini ingin dituangkan dalam bentuk seruan dan ajakan bagi siapa saja untuk bisa menjadi pendonor.
Saya sendiri termasuk rutin dalam melakukan donor darah. Sampai saat ini saya telah 6 kali melaksanakan donor. Mungkin pertama saya ingin menceritakan kisah hidup saya tentang donor darah ini. Dari dahulu saya sudah mempunyai keinginan untuk melakukan donor, terutama dikarenakan dua orang kakak wanita saya rutin untuk donor. Jadi, saya punya keinginan untuk mendonorkan darah saya setelah diperbolehkan umurnya.
Ketika itu ada sebuah acara yang diselenggarakan oleh Remaja Masjid Al-Ikhsan Serdang Kemayoran. Acara tersebut berisi pengobatan gratis, bakti sosial, dan juga donor darah. Saya pun terdaftar sebagai panitia. FYI, saat itu usia saya belum genap 17 tahun, karena saya lahir pada 27 Juni 1988. Acara itu diselenggarakan pada awal Januari 2005. Nah, kebetulan ada donor darah, jadi saya langsung menuju tempat donor darahnya. Ketika saya menanyakan kepada petugas donor mengenai boleh tidaknya saya donor, ia pun menjawab, “Belum boleh dek…” Memang sih pada saat itu saya belum genap 17 tahun, waktu saat seseorang boleh donor, namun kan saya berniat tulus buat donor.
Akhirnya keinginan ini saya kubur dalam-dalam. Waktu terus berlalu, namun dalam hati hasrat untuk donor darah tetap terjaga. Saya pun mengikrarkan bahwa saat usia saya 17 tahun, salah satu hal yang paling ingin saya lakukan adalah donor darah. Dan akhirnya saya pun tiba pada saat saya mengalami yang namanya “sweet seventeen”. Tidak seperti kawan-kawan seusia saya yang pada usia 17 ingin melakukan hal-hal sebebasnya, saya hanya ingin untuk bisa donor.
Namun, keinginan saya harus tertunda sampai beberapa lama dikarenakan pada saat saya berulangtahun tersebut adalah masa-masa ujian. Bulan Juni dan Juli penuh dengan UAN, dan SPMB. Setelah itu masa sebulan menjadi masa-masa penantian apakah saya berhasil masuk UI atau tidak. Dan akhirnya penantian saya terjawab pada tanggal 6 Agustus 2005. Yes, saya masuk ke Fasilkom UI, kampus impian saya.
Namun, saat itu saya merasakan ada satu bagian dari diri saya yang belum terisi. Yap, saya belum melaksanakan niat saya yaitu donor darah. Dan pada siang harinya masih pada tanggal 6 Agustus 2005 itu saya langsung menuju ke UNIT TRANSFUSI DARAH DAERAH PMI DKI JAKARTA yang berada di Jl. Kramat Raya No. 46, Jakarta Pusat. Akhirnya hari itu saya berhasil untuk mendonorkan darah saya dan mendapatkan kartu donor berwarna putih. Sungguh bahagianya hatiku, terlebih lagi bisa menyaksikan orang lain bahagia karena terselamatkan nyawanya atas bantuan darah saya.
Dari hari tersebut sampai saat ini saya telah donor 6 kali. Rincian tanggalnya adalah pada 6 Agustus 2005, 25 November 2005, 24 Februari 2006, 25 Mei 2006, 25 Agustus 2006, dan terakhir pada 28 November 2006. Alhamdulillah saya bisa rutin setiap 3 bulan sekali.
Intinya, saya ingin mengajak semua yang membaca goresan tulisan ini untuk bisa ikut merasakan kebahagiaan saya saat mendonorkan darah. Ditambah lagi apabila terlintas bayangan orang-orang yang bahagia saat menerima bantuan darah tersebut. Nyawa seseorang dapat terselamatkan dengan bantuan setetes darah kita. Betapa mulianya perbuatan tersebut.
Di bawah saya lampirkan beberapa literatur manfaat donor darah dan juga foto-foto orang yang sedang mendonorkan darahnya.
- “Donating blood may reduce the risk for heart disease and stimulate the generation of red blood cells. In patients prone to iron overload, blood donation prevents the accumulation of iron. The amount of toxic chemicals (e.g. mercury, pesticides, fire retardants) circulating in the blood stream is reduced by the amount contained in given blood. Anecdotally, elderly people in good health have reported feeling invigorated by giving blood on a regular basis.” Diambil dari sini
- “donor darah dapat membantu menurunkan resiko terkena serangan jantung.” Diambil dari sini
- dll. Untuk lengkapnya silahkan buka http://www.palangmerah.org yang berisi informasi seputar transfusi darah.
Kemudian ada beberapa foto seputar donor darah.
Kalo yang ini jarum suntik buat donor
Yang ini nih foto orang lagi donor
Ada lagi foto orang donor
Terakhir…
Ayo Donor Darah…!!!
25
Ramadhan is Back…!!!
Posted in ArtikelAssalamualaikum….
Alhamdulillah kita dipertemukan kembali dengan “kekasih lama” kita….Ramadhan yang mulia. Setelah setahun tidak berjumpa, saat ini kita diberikan kesempatan oleh Allah untuk bermesraan dengan Ramadhan.
Bermesraan?? Yap…benar sekali. Kita bisa bermesraan bareng sama Ramadhan dengan cara melakukan berbagai macam ibadah, baik yang wajib maupun yang sunnah. Bersama Ramadhan kita men-tadabbur-i ayat-ayat yang terdapat di dalam Al-Qur’an. Bersama Ramadhan kita bisa sholat Tarawih berjamaah di masjid dengan saudara kita sesama muslim. Bersama Ramadhan kita bisa berbuka shaum dengan keluarga dan sanak kerabat. Bersama Ramadhan pula kita bisa merasakan kenikmatan berbagi dengan sesama.
Bukankah hal tersebut merupakan kenikmatan yang tidak terkira harganya?? Tentunya sesuai dengan Quran surat Ibrahim ayat 8 yang menyebutkan bahwa “Apabila engkau bersyukur, niscaya akan Kutambah lagi nikmat untukmu. Namun, apabila engkau kufur terhadap nikmat tersebut, Ketahuilah sungguh azabKu sangat pedih.” Gimana ga enak coba?? Hanya dengan kita bersyukur yang ikhlas pada Allah, kita dijanjikan akan ditambah lagi nikmatnya. Asyik kan…??
Untuk itulah teman, perlu suatu azzam alias tekad dalam hati untuk mengoptimalkan “waktu bermesraan” kita dengan Ramadhan. Jangan sampai Ramadhan yang cuma sekali setahun datang untuk “ngapelin” kita justru malah kita cuekin. Kan kasihan…Apalagi kan ga ada yang bisa jamin tahun depan kita masih bisa bermesraan dengan Ramadhan lagi.
Gimana cara buat mengoptimalkan waktu kita bersama Ramadhan. Harusnya pertanyaan ini bisa dijawab oleh diri-diri kita sendiri. Karena setiap orang pastinya memiliki cara yang berlainan dalam melakukan sesuatu. Tetapi, saya akan coba berbagi sedikit ilmu yang saya miliki.
Pertama, jadikan waktu kita untuk beribadah di bulan Ramadhan sebagai waktu puncak efektivitas. Jangan hanya menyediakan waktu-waktu sisa kehidupan kita. Misal, membaca Quran bisa kan dilakukan di sela-sela istirahat sekolah, kuliah, atau bekerja. Ga perlu menunggu sampai di rumah baru tilawah. Ntar keburu capek beraktivitas dan akhirnya ga jadi deh tilawahnya.
Kedua, sekalian lanjutin yang pertama. Coba diatur waktu kegiatan dalam sehari. Jangan sampe kuliah dijadiin “excuse” buat kamu ga ibadah sama sekali. Kan sayang kalo waktu yang 24 jam itu dipake cuma buat hal yang kadang ga penting gitu lho….Kalo udah diatur kan jadi asyik. Ga akan ada acara yang terlewat atau ga ada waktunya….Akhirnya kamu bisa tetap produktif walaupun lagi menjalankan ibadah Ramadhan.
Ketiga, Yang pasti juga, kita harus kembali meluruskan niatan kita dalam beribadah di bulan Ramadhan ini. Kalo niat kita udah lurus InsyaAllah semangatnya akan terus dijaga deh sama Allah. Penting diingat kalo Niat itu kuncinya amal ibadah. Kalo seseorang niatnya udah ga baik, amal sebaik apapun nilainya jadi buruk.
Terakhir, Berubahlah jadi lebih baik di Ramadhan kali ini. Jangan biarkan Ramadhan yang telah bersedia “bermesraan” dengan kita malah kita biarkan terbengkalai. Kan amat sayang kalo Ramadhannya jadi kayak bulan-bulan yang lainnya. Kalo di bulan yang lain biasanya kita melakukan maksiat, maka harusnya di bulan Ramadhan ini kita jadikan sarana latihan buat diri kita biar setelah Ramadhan jadi terbiasa untuk tidak berbuat kemaksiatan dan justru diubah jadi berbuat kebajikan dan amal ibadah.
Selamat berjuang mengoptimalkan sisa waktu “mesra” kita dengan Ramadhan. Tenang aja, yang berusaha untuk itu ga cuma kamu aja kok. Saya, mereka, dan harusnya semua muslim di dunia melakukan hal yang sama. Jadi, Ayo optimalkan Ramadhan kita kali ini, Allahu Akbar…!!!
07
KULIAH LAGI…SEMANGAT LAGI…
Posted in ArtikelMasa kuliah sebentar lagi datang, tapi kok masih belum semangat juga ya?? Padahal “perjuangan” di Fasilkom nggak pernah berhenti. Perjuangan?? Yap. Perjuangan menuntut ilmu, membangkitkan potensi diri, dan terus memperbaiki pribadi.
Jangan takut merasa sendirian merasakan hal tersebut. Kenyataannya, “virus” ini menjangkiti sebagian besar mahasiswa lama ataupun mahasiswa baru. Apalagi kalo yang nggak ikut SP alias Semester Pendek, liburan hampir nggak ada kegiatan. Saya pun merasakan hal yang serupa. Sebutan “Holiday Syndrome” saya gunakan untuk mengistilahkan rasa tidak semangat ataupun malas untuk kuliah ini.
Kalo ternyata ada gejala-gejala kamu tertular juga, ada nih “antivirus” yang bisa bikin kamu sembuh. Antivirus apa yang bisa menyembuhkan males dan nggak semangat?? Ada dan Insya Allah manjur kalo bener-bener dijalanin. Mau tahu nggak??? Gini nih caranya….
Udah nyadar belum kalo ada yang beda dengan diri kamu?? Yang beda ya dulu semangat kamu menggebu, tapi sekarang semangatnya udah loyo. Otomatis kamu kudu menyadari dulu kalo lagi nggak semangat. Kalo belum sadar, sekarang saatnya buat menyadarinya. Kalo udah sadar, ya Alhamdulillah. Lanjut deh ke resep menghidupkan spirit yang tambah seru.
Yang paling utama, kembali lagi deh kita sama-sama lurusin niat belajar di Fasilkom. Penting gitu meluruskan niat?? Penting lah…Kan ada tuh di dalam hadits Nabi yang bilang “Sesungguhnya amalan itu tergantung sama niatnya.” So, kalo emang niat kamu belajar di Fasilkom adalah untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dan sebagai sarana ibadah kepada Allah, pasti deh kamu bisa semangat terus. Tapi, hati-hati nih kalo ternyata niat kita agak melenceng. Karena bisa jadi semua perjuangan kita belajar selama ini nggak diridhoi sama Allah. Kalo nggak diridhoi berarti nggak ada artinya alias percuma aja kita belajar. Supaya nggak sia-sia, nanti apabila niat kamu terasa melenceng, balik lagi deh ingat sama niat awalnya apa. Ingat-ingat ya, niat kamu tuh penting banget.
Nah, selanjutnya mulai tumbuhkan lagi rasa semangat dalam jiwa kita. Caranya gimana?? Gampang-gampang susah sih, but coba dulu deh…Caranya bisa jadi dengan kamu ngumpul bareng temen-temen kamu yang punya semangat tinggi. Kamu bisa ngaji bareng, olahraga bareng, or belajar bareng. Beraktivitas bareng mereka Insya Allah bisa nambah semangat kamu. Atau bisa juga dengan melakukan hal-hal yang kita sukai dan bisa menyemangati kita. Aktivitas kayak baca buku, dengerin musik/nasyid, ataupun nonton film yang menurut kamu bisa naekin spirit hidup bisa jadi jalan keluarnya. Baru deh setelah itu liat hasilnya, kamu udah semangat apa belum?? Kalo udah ya Alhamdulillah. Kalo belum ya…berarti lanjut ke metode berikutnya yang nggak kalah serunya.
Trus jangan pernah malu untuk minta tolong disemangatin sama orang lain, bisa ortu, keluarga, sahabat atau teman kamu. Kalo usaha kamu buat nyemangatin diri sendiri nggak berhasil, berarti kamu butuh pertolongan orang lain. Bilang deh sama mereka untuk menularkan “virus baik” alias semangat dari diri mereka ke kamu. Bentuk penyemangatan bisa macam-macam, misalnya dengan saling menasihati. Sesama muslim kan emang diperintahkan supaya saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran. Nasihat ini tentunya disesuaikan supaya bisa menyemangati diri kita. Tujuannya ya agar bisa saling menyemangati. Bisa juga minta tolong saudara kita yang sama-sama muslim untuk mendoakan diri kita. Doa seorang muslim yang mendoakan muslim lainnya Insya Allah akan di-Amin-in sama malaikat dan diterima oleh Allah SWT. Resep saling menyemangati dan saling mendoakan ini manjur deh, coba aja…
Karena keberhasilan seseorang salah satunya bergantung pada persiapan yang matang, maka untuk semangat kuliah pun perlu persiapan. Sebelum masa perkuliahan dimulai, kamu kudu mempersiapkan segala macam hal untuk kuliah nanti. Misalnya kamu bisa cari tahu mata kuliah apa aja sih yang bakal kamu dapetin satu semester ke depan. Temen-temen yang udah lebih dahulu masuk Fasilkom bisa dimanfaatin buat menggali informasi lebih dalam tentang mata kuliah itu. Pas lagi liburan kamu juga bisa mempelajari skill-skill perkomputeran yang nggak diajarin di kuliah. Kan bisa nambah keahlian tuh. Hasil segala bentuk persiapan kita baru akan terlihat sewaktu mau mulai kuliah. Karena kita sudah mempersiapkan “bekal” kita dengan mantap, semangat kuliah kita akan terjaga dari rasa khawatir akan gagal. Kuliah, siapa takut??
Sekarang tinggal dicoba aja deh resep semangat yang baru aja kamu baca. Supaya lengkap, selain ikhtiar alias usaha, doa dan ibadah juga jangan ampe ketinggalan. Oo…Iya, kalo udah semangat, “tularkan” juga ya semangat kamu ke sekeliling kamu. Pastinya nggak mau donk kalo lingkungan sekitar justru mempengaruhi kamu untuk kembali tidak semangat. Saya selalu mendoakan lho. Semoga berhasil, caiyo…!!!
(Sidicx)
22
Seruan ini ditujukan bagi jiwa-jiwa yang kehilangan jiwa
Seruan ini ditujukan bagi ruh-ruh yang kehilangan ruh
Seruan ini ditujukan bagi diri-diri yang kehilangan hakikat diri
Bangkitlah, Bangkitlah, Bangkitlah
Di hadapanmu telah terbentang medan perjuangan
Bersegeralah untuk berangkat menuju keridhoan Illahi
Semangat, satu kata yang sering hilang dengan sendirinya dari kamus hidup kita. Kalaupun tidak hilang minimal cahayanya meredup. Kisah meredupnya cahaya semangat ini tidak hanya dialami dirimu kawan, tetapi juga saya, dia, mereka dan kita semua alami. Karena memang lumrah adanya apabila manusia dapat merasakannya.
Dalam hadits Rasulullah bersabda “Al imanu yazid wa yankus”. Iman itu naik dan turun. Layaknya keimanan manusia yang naik dan turun, pada semangat pun dapat terjadi hal tersebut. Memang, semangat dan keimanan memiliki suatu hubungan yang dekat. Seseorang yang sedang turun keimanannya pasti akan turun pula semangatnya untuk beribadah, belajar, ataupun segala macam perbuatan yang baik dan bermanfaat. Begitu pula sebaliknya.
Pertanyaannya sekarang adalah, apakah kita menginginkan diri kita mengalami krisis semangat yang berdampak pula pada krisis keimanan?? Saya bisa memprediksi bahwa jawabannya tidak ingin hal seperti itu sampai terjadi. Kalaupun ada orang yang menginginkan dirinya terus tidak semangat, orang itu diduga memiliki gangguan. Gangguan apa?? Yang jelas dia menderita gangguan semangat.
Hal pertama yang harus dilakukan oleh penderita krisis semangat adalah menyadari ada yang salah dalam dirinya. Dengan adanya kesadaran dari dalam hati, Insya Allah jalan menuju kebaikan akan terbentang luas. Berbeda keadaannya dengan yang tidak sadar, jelas dia tidak akan menerima apabila ada orang lain yang menyampaikan kebenaran.
Dalam kaitannya dengan kondisi kita sebagai mahasiswa, kesadaran yang harus kita bangun adalah kesadaran bahwa masa perkuliahan telah mulai kembali. Baik mahasiswa lama maupun mahasiswa baru pastinya tidak menginginkan ketika kuliah nanti terganggu dengan hilangnya semangat untuk belajar.
Setelah tumbuh benih kesadaran dalam diri kita, yang harus kita lakukan adalah pengobatan jiwa kita. Proses ini dapat kita lakukan sendiri. Tiap-tiap jiwa manusia membutuhkan makanan lahiriah dan makanan batiniah. Seringkali manusia melupakan hal tersebut dan hanya mementingkan makanan lahiriah saja. Akibatnya, jiwa kita mengalami dahaga akan kesegaran batiniah.
Semangat dan keimanan adalah zat-zat yang harus dikonsumsi oleh manusia untuk mencukupi takaran kebutuhan akan makanan batiniah. Karena seperti yang telah saya terangkan di atas bahwa dua zat di atas sering mengalami penurunan kadar. Proses pengobatan jiwa pun menggunakan metode-metode yang dapat meningkatkan kadar semangat dan keimanan dalam diri kita.
Berbagai macam ibadah kepada Allah dapat menjadi obat bagi krisis semangat dan keimanan. Beberapa waktu lalu sering kita dengar alunan lagu “Tombo Ati” atau obat hati yang dibawakan oleh Opick. Obat itu terdiri dari lima perkara yaitu membaca Al-Qur’an dan maknanya, mendirikan shalat malam, berkumpul dengan orang sholeh dalam majelis ilmu, Perbanyak shaum(puasa) sunnah, dan berzikir pada setiap waktu. Insya Allah dengan mempraktekkan kelima perkara tersebut dengan Ikhlas, krisis semangat dan keimanan pun akan hilang dari diri kita.
Intinya adalah kita harus mendekatkan diri dengan yang Pencipta kita, Allah Azza Wa Jalla. Seorang muslim hendaknya menjadikan Allah sebagai sumber semangat dirinya. Semakin kita dekat dengan Allah, Niscaya semangat hidup kita akan bertambah. Jadi, tunggu apa lagi untuk bisa bermesraan dengan Kekasih Yang Terkasih, Allah Robbul Izzati.
Semoga dengan kita menyadari kondisi kita sebagai manusia yang ada kalanya semangat dan keimanannya turun, Allah akan menerangi hati-hati kita dengan pelita kebenaran. Kesadaran pribadi tersebut selanjutnya diaplikasikan dengan tertanamnya azzam(tekad) dalam hati kita untuk memperbaiki diri kita. Tekad yang kuat tersebut terealisasikan dengan program perbaikan yang dapat mengobati kondisi jiwa yang haus akan keimanan kepada Allah.
Formula meningkatkan semangat dan keimanan :
Sadar -> Niat dan Tekad -> Ikhtiar dan Doa
Ya Allah Yang Maha Membolak-balikkan hati, condongkanlah hatiku pada dienMu dan pada Ketaatan kepadaMu.
Kemayoran City 220806
16
Tujuh belas agustus tahun empat lima
Itulah hati kemerdekaan kita
Hari merdeka Nusa dan Bangsa
Hari lahirnya bangsa Indonesia Merdeka
Sekali merdeka tetap merdeka
Selama hayat masih dikandung badan
Kita tetap setia tetap setia
Mempertahankan Indonesia
Kita tetap setia tetap setia
Membangun negara kita
Lagu gubahan H. Mutahar di atas selalu menggema di seluruh pelosok Indonesia setiap tanggal 17 Agustus. Lagu berjudul “Hari Merdeka” tersebut dengan bangga dan semangat dinyanyikan oleh semua masyarakat Indonesia tanpa mengenal batasan usia, ras, suku, ataupun agama. Namun, ada suatu esensi yang hilang dari semangat rakyat Indonesia yang menyanyikan lagu tersebut. Bagian yang hilang itu adalah memaknai kemerdekaan itu sendiri.
Seringkali kita bingung apabila ditanya apa sih arti merdeka yang sebenarnya. Seringkali juga kita dibuat bingung oleh orang yang menanyakan apakah Indonesia sudah merdeka saat ini sesuai dengan makna merdeka yang sebenarnya. Wajar, sangat wajar. Saat pertanyaan tersebut ditanyakan kepada saya, pastinya saya akan sedikit kebingungan. Kebingungan yang juga dirasakan hampir seluruh rakyat Indonesia.
Saya mendefinisikan merdeka adalah bebas dan lepas dari segala macam bentuk penjajahan. Penjajahan tersebut bisa berupa penjajahan fisik, pemikiran, ekonomi, sampai politik. Saya merasa definisi ini masih belum sempurna karena belum memaknai setiap arti kata merdeka secara menyeluruh. Namun, cukuplah untuk memandang merdeka secara garis besar.
Dari definisi yang saya dapat tersebut, saya kembali merujuk kepada pertanyaan yang kedua yaitu, Apakah Indonesia sudah merdeka?? Jawaban saya adalah belum. Tanpa ada keraguan saya pasti menjawab Indonesia belum merdeka. Alasannya adalah karena ternyata Indonesia belum bisa terlepas dan terbebas dari segala bentuk penjajahan.
Buktinya dapat kita lihat di sekitar kita. Memang, penjajahan dalam bentuk fisik saat ini sudah tidak ada karena terakhir kali adanya perjuangan fisik adalah ketika perang kemerdekaan. Namun, penjajahan selain fisik lah yang merajalela di tanah air tercinta ini.
Paling mudah kita bisa melihat dalam bidang ekonomi. Adanya intervensi yang berlebihan dari IMF alias International Monetary Fund membuat perekonomian Indonesia semakin terpuruk. Alih-alih memberikan solusi dari permasalahan ekonomi yang seperti tiada ujung, IMF justru mempercepat waktu kematian bagi perekonomian Indonesia. Melalui program utang dan hibahnya, IMF telah membius para punggawa ekonomi Indonesia untuk terus meminta belas kasihan negara maju dalam memperbaiki ekonomi Indonesia.
Penjajahan ekonomi Indonesia tidak berhenti sampai di situ. Adanya banjir barang-barang produksi luar negeri mematikan unit usaha dalam negeri. Masyarakat lebih bangga apabila memakai barang merek luar negeri dibanding produksi lokal. Bahkan cukup banyak yang sengaja belanja di luar negeri hanya untuk membeli sebuah merek tertentu. Pada akhirnya, kondisi seperti ini akan membuat mental bangsa ini menjadi mental konsumen. Mental inilah yang membuat orang malas berusaha dan berkreasi, kemudian bertambah parah dan menjadi mental peniru. Mental konsumen dan peniru ini yang sekarang banyak terdapat di tengah-tengah masyarakat kita.
Itu baru dari bidang ekonomi. Bagaimana dengan penjajahan pemikiran yang dilancarkan oleh bangsa-bangsa lain yang tidak suka dengan kemajuan Indonesia?? Seperti kita ketahui, pihak barat yang diwakili negara-negara Eropa dan Amerika sangat mengkhawatirkan apabila nantinya Indonesia bisa maju. Untuk itulah mereka menyuapi kita dengan berbagai macam budaya dan pemikiran yang destruktif dan buruk.
Invasi pemikiran ini seringkali tidak kita sadari. Padahal bentuk-bentuk invasi ini sangat banyak beredar di sekeliling kita. Budaya freesex, narkoba, balap liar, dugem, ataupun mode mungkin menjadi contoh paling nyata yang tampak jelas. Kenyataannya, masih banyak agenda terselubung yang pihak barat sisipkan di antara cara-cara sederhana mereka. Film, kartun, komik, sepakbola, pergaulan, majalah, internet, ataupun berbagai bentuk media adalah sarana untuk menginvasi budaya dan perikehidupan di Indonesia.
Pertanyaannya, apakah kita telah menyadari invasi ini?? Apabila kita telah sadar, maka bersyukurlah. Yang harus dilakukan selanjutnya adalah mengingatkan saudara sebangsa yang lain akan bahaya ini. Ditambah juga berusaha untuk meminimalisir pengaruh buruk dari budaya barat tersebut. Caranya dengan melakukan proses filtrasi terhadap apa yang disodorkan Barat kepada kita. Jangan langsung kita telan bulat-bulat. Insya Allah setelah kita filter, yang tersisa hanya budaya baik yang sebaiknya kita ikuti karena justru bisa memperbaiki kualitas kehidupan di Indonesia.
Penjajahan jenis lain yang terjadi di Indonesia adalah penjajahan sosial politik. Bentuk penjajahannya dapat terlihat dari peran serta bangsa Indonesia dalam percaturan politik dunia. Indonesia sebagai negara berkembang yang sering pula disebut negara dunia ketiga sampai sekarang masih dianggap sebagai anak tiri yang tidak terlalu signifikan keberadaannya di dunia. Buktinya adalah ketika Bapak Presiden yang terhormat mengutuk dan mendesak pihak Israel untuk menghentikan agresinya ke Lebanon dan Palestina, Israel hanya cuek saja. Bahasa gaulnya mungkin seperti “Siapa sih lo??”
Penjajahan politik terkait erat dengan wibawa Indonesia di mata Internasional. Saat ini, Indonesia seakan tidak ada wibawanya sama sekali. Kenapa bisa terjadi sampai seperti itu?? Indonesia yang kita banggakan sebagai negeri yang sangat subur dan makmur ini ternyata hobinya ngutang, selalu minta bantuan negara lain. Bagaimana bisa berwibawa apabila hanya bisanya menumpuk hutang dan meminta belas kasihan bangsa lain.
Kondisi yang telah saya paparkan di atas seharusnya menjadi bahan refleksi diri kita. Apakah kita menjadi bagian yang membuat Indonesia semakin terpuruk. Atau bahkan menjadi bagian yang merusak negeri ini. Pasti tidak ada di antara rakyat Indonesia yang berjiwa dan berakal sehat yang menginginkan Indonesia tidak merdeka. Sekaranglah tugas kita untuk bersama-sama memperbaiki kondisi Indonesia yang sudah kronis ini. Sekaranglah saatnya.
Saya sendiri tidak pernah berandai-andai untuk menjadi Bapak Presiden Indonesia yang terhormat. Saya khawatir, dengan saya terlalu banyak berandai-andai, saya tidak dapat berpartisipasi dalam proses perbaikan Indonesia. Yang saya bisa lakukan hanya sebuah langkah kecil, yang dimulai dari diri saya sendiri. Harapan saya juga agar semua saudara sebangsa dan setanah air bisa memulai dengan langkah kecil itu dari diri mereka sendiri. Insya Allah, dengan dimulai dari langkah kecil tersebut, visi masa depan kita agar Indonesia bisa lebih baik dapat terwujud.
Langkah kecil tersebut dapat berupa penyadaran seperti yang sedang anda baca ini. Atau bisa juga dalam bentuk keteladanan. Atau paling mudah adalah dengan meminimalisir sifat dan sikap terjajah dalam diri kita. Cobalah untuk mengurangi ketergantungan pribadi kita kepada orang lain. Dengan pengurangan sedikit demi sedikit ini, akhirnya adalah kemandirian yang bermuara pada Kemerdekaan dalam arti yang sebenarnya.
Semoga apa yang saya tulis ini dapat menjadi sebuat bentuk penyadaran dan pengingatan bahwa kerja juang kita masih panjang. Mari kita satukan visi kita bahwa Indonesia harus menjadi lebih baik, saat ini dan selanjutnya.
Dirgahayu ke-61 Republik Indonesia !!
Menuju bangsa Indonesia yang bermartabat dan merdeka….
12
Pasti sering denger kata-kata seperti gini…
Eh, lo tuh ga ada apa-apanya dibandingin si dia...
Atau bahkan sering mengalami perlakuan seperti ini….
Dia tuh menang segala-galanya kaleee….lo mah seujung kukunya juga ga ada…
Sebel…Kesel…Benci…Marah…semua pasti campur aduk deh yang lo rasain. Mending kalo Gado-gado pake lontong ditemenin sama es campur, walaupun campur aduk tapi rasanya asyik.
Gw sendiri sering juga diperlakukan kayak gitu…(baca tulisan gw sebelumnya). Dibanding-bandingin sama orang lain emang salah satu hal yang paling ga enak. Apalagi kalo hal itu lo alamin hampir tiap hari. Rasanya mau meledak tuh kepala lantaran nahan-nahan biar kagak ngamuk.
Nah, bagi lo-lo semua yang sering ngalamin hal yang serupa, gw udah menciptakan beberapa jurus-jurus jitu yang keren abis buat meng-counter kejadian-kejadian kayak di atas…Gw rangkum dalam 7 Tips Counter Attack melawan si tukang ngebandingin.
Nih…langsung masih fresh dari sumbernya…
1. Stay Cool and Calm. Dengan tetep bersikap cool dan kalem pastinya bakal membantu banget karena otak lo jadi tetep dingin dan hati lo bakal lebih adem. Ini awal yang wajib banget lo lakuin karena kalo lo udah panasan dari awal dijamin langkah selanjutnya yang lo ambil bakalan bermasalah…
2. Jadilah pendengar yang baik. Lo cukup dengerin aja yang die omongin. Yah anggep aja lo lagi dengerin penyiar radio lagi siaran. Ga perlu lo tanggepin karena kalo lo ampe nanggepin dan berusaha ngebuktiin kalo dia salah di saat dia ngejelekin lo, nah itu berarti lo udah kena jebakan dari die…jadi, biar hati panas tetep dengerin aja biar die seneng…
3. Ambil positifnya. Kalo emang yang dia bilang itu bener dan bagus, kenapa enggak kita jadiin saran buat perbaikan diri kita. Tul ga?? Kalo emang kita bisa ngambil positifnya berarti kita bisa memanfaatkan hal yang tadinya ga enak jadi sesuatu yang bermanfaat.
4. Tetep sabar. Pepatah kuno mengatakan “Sabar itu ga ada batasnya.” Hah…ga kebalik tuh?? Pepatah itu emang bener. Yang buat batasan pada kesabaran kita yang diri kita sendiri. Si sabar mah tetep aja ga ada batasnya. Emang kadang orang yang ngebandingin kita ini kelewatan, so bisa jadi bahan ujian kesabaran kita kan…
5. Buktiin dengan perbuatan. Kalo misalnya lo dibanding-bandingin sama si X dalam hal kerapihan, buktiin sama dunia kalo lo bisa lebih rapih dari si X. So simple, right?? Perbuatan nyata emang udah terbukti ampuh buat menghadapi hal-hal yang annoying kayak gini…
6. Terus perbaiki diri. Kalo yang satu ini emang udah wajib hukumnya bagi manusia. Kan ada sebuah ungkapan (hadits) yang mengatakan “Orang yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin adalah orang yang celaka”, “Orang yang hari ini sama dengan hari kemarin adalah orang yang merugi”, dan “Orang yang hari ini lebih baik dari hari kemarin adalah orang yang beruntung.” Kita tinggal milih mau jadi orang yang celaka, merugi atau beruntung. Kalau kita udah lebih baik kan otomatis orang ga akan ngebandingin kita yang jelek-jelek lagi, ya ga??
7. Biarlah anjing menggonggong kafilah tetap berlalu. Kalo emang lo semua udah ngejalanin poin nomor 1 sampai 6 tapi tetep aja lo masih dibanding-bandingin sama orang, berarti saatnya lo melakukan poin terakhir ini. Jangan dengerin perkataan miring tentang diri lo, cukup anggap angin lalu aja…Yang penting lo harus bisa ngeyakinin diri lo kalo lo bisa ngelanjutin hidup lo dan menjadi orang yang lebih baik tanpa barus terpengaruh sama dunia luar….Just Be Yourself…Otreh….
Wah…seru juga kan tips dan trick yang gw kasih…semoga bermanfaat bagi kehidupan lo semua….ciao…!!!
Sidicx
~MohonKomentarnyaUntukSaranPerbaikanBuatGw~


