Fantasista The 10

The Blue, Black, and White Of My Life

Archive for the ‘Cerita hari-hariku’ Category

Nov
19

~buset dah, udah lama gw nggak posting di blog…~

Assalamualaikum…

Judulnya agak-agak berbau sinetron gitu sih, wakakaka…

Ada beberapa hal yang gw targetkan (kebiasaan) dan ternyata justru apa yang terjadi malah 180 derajat terbalik…makanya gw bilang ironis, hehe…

Memang Allah udah menggariskan apa yang akan terjadi dalam hidup gw. So, belum tentu apa yang kita inginkan bakal sesuai dengan yang terjadi. Untuk kasus gw malah 180 derajat berlawanan, hehe…

Gw pengen mengurangi kebiasaan memprediksi suatu hal…karena justru bakal mengecewakan kalo yang terjadi malah sebaliknya. Mending berusaha ngasih yang terbaik deh yang gw bisa…cape klo memprediksi, terus berusaha banget supaya prediksi itu terjadi. Padahal kan ada takdir Allah yang udah mutlak…

Hmmm, kayaknya ini momen yang tepat buat gw untuk kembali menyusun bunga seroja satu per satu bagian dari mimpi gw. Yakin aja, sama diri sendiri, sama kemampuan diri, sama keluarga dan sahabat yang selalu ngasih semangat dan dukungan, sama Allah yang pasti tau yang terbaik bagi kita. Insya Allah, bisa…

Ayo Berjuang Dik, Semangat !!!

Oct
08

Kalau pada bagian sebelumnya saya sudah menjelaskan latar belakang dan cerita seputar prosesnya, nah sekarang langsung ke smsnya. Saya akan mengeksplorasi sms-sms tersebut, mulai dari kesamaan, kemiripan, tipe-tipe, sampai gaya bahasa. Hmmmm, kebiasaan suka menganalisis saya sedang ingin dipenuhi nih…

- Tahun ini yang adalah tahunnya mengirim sms lebaran atas nama paket. Maksudnya, si orang yang ngirim sms tidak hanya atas nama pribadi tapi juga mengatasnamakan orang lain. Bingung?? Begini loh maksudnya.
> Atas nama pribadi dan keluarga. Yang ini sih biasa, dari tahun lalu juga banyak yang kayak gini. Namun, tahun ini semakin banyak orang yang mengirim sms atas nama keluarga. Kalo saya pribadi sih nggak atas nama keluarga karena kebanyakan yang saya kirimin sms yang berinteraksinya hanya dengan saya saja, tidak dengan ortu atau kakak-kakak saya,
> Atas nama dirinya dan pacarnya. Tahun ini ada beberapa orang yang mengatasnamakan dirinya dan pacarnya. Diulang: pacarnya, bukan istri atau suaminya. Saya sih kurang sreg sama yang seperti ini. Tapi untuk yang atas nama dirinya dan pasangan resminya sih oke-oke saja.
> Atas nama pribadi dan “keluarga”. Haha, yang ini sih becanda saja, tapi menurut saya sih lucu. Ada 2 orang teman saya yang sangat kreatif dalam menyusun kata. Pertama, Idjoel dengan kata-kata “belum berkeluarga. Mohon doanya”. Asli dah, pas baca saya ngakak. Jul..Jul..jadi lo sekalian minta didoain biar cepet berkeluarga yaa, haha…Kedua, Lutfi dengan kata-kata “Lutfi dan keluarga, kecuali istri dan anak”. Pas baca ini saya juga ngakak, sampe dijelasin kayak gitu, haha…

- Ternyata, anak Fasilkom nggak jauh-jauh dari codingan. Buktinya, pas bikin sms lebaran aja pake di-coding segala. Tahun ini jumlah orang yang ngoding sms lebaran makin banyak dengan bahasa pemrograman yang lebih beragam. Ada java, html, dan kawan-kawannya yang lain. Susah deh emang anak ilmu komputer, hehe…

- Ternyata juga, ada operator seluler yang pengiriman smsnya selalu telat sampai sewaktu masa-masa orang ngirim sms lebaran. Hayo tebak operator apa?? Yap, jawabannya adalah Telkomsel. Buset dah, telatnya parah. Mulai dari hitungan menit sampai lebih dari 6 jam. Semua teman-teman dengan nomor yang depannya 0811, 0812, 0813, dan 0852 semua sms lebarannya sampai dengan terlambat di inbox hape saya. Operator lain?? Sepertinya tidak ada masalah, kecuali teman-teman saya dengan nomor XL sangat sedikit yang membalas sms lebaran saya, hehe…

- Yang lucu dan nggak sengaja saya sadari, ada 2 sms dari 2 orang teman saya yang berbeda, ternyata isinya sama persis! Dari awal sampai akhir bedanya cuma nama pengirim di akhir sms. Hehe, kok bisa seperti itu yaa?? Wah, saya mencium indikasi plagiarisme pada sms lebaran, haha…

- SMS lebaran yang paling berkesan dan paling saya senang saat menerimanya adalah dari Bu Kasiyah M Junus dan dari Kak Pandu. Balasan sms Bu Kasiyah memang tertuju bagi saya pribadi, jadi benar-benar ter-personalisasi (istilah yang cukup aneh). Kalo sms lebaran dari Kak Pandu sangat nggak saya duga. Dari mana beliau dapat no hape saya?? Wallahu ‘Alam. Anyway, syukron kak atas sms lebarannya.

- Ada beberapa orang yang saya harapkan akan membalas sms lebaran saya, namun nyatanya tidak ada balasan. Sedikit kecewa sih jujur, tapi nggak lama langsung hilang. Mencoba untuk ber-husnudzon kepada teman kita itu aja. Ada yang nggak balas, tapi setelah itu kita malah smsan biasa aja, hehe…

- Gara-gara di hape baru ada beberapa nomor yang belum ter-update, jadi ada beberapa sms yang saya kirim ke nomor yang lama. Bahkan ada orang-orang yang ingin saya kirimi tapi batal karena ternyata nomornya belum masuk ke hape yang ini.

Seperti apapun isi dan bentuk dari sms lebaran, yang paling penting adalah niat dan keinginan dari si pengirim untuk bisa meminta maaf dan saling mendoakan. Percuma sms sudah terkirim kalau misalnya di hati masih ada yang mengganjal. Yang lebih penting, sms tidak bisa menggantikan tatap muka dan minta maaf secara langsung menurut saya lebih afdhol.

~Lebaran jadi lebih berwarna dengan adanya sms lebaran~

Oct
08

~Maaf telat karena www.sidicx.com sempat down dari tanggal 4-7 karena habis masa hostingannya~

Mari dimulai dengan “www.sidicx.com mengucapkan selamat idul fithri, taqabalallahu minna wa minkum, mohon maaf lahir dan batin.”

Lebaran tahun ini, seperti lebaran tahun lalu, juga dihiasi dengan sms ucapan lebaran yang beragam dan cukup menarik untuk diceritakan. Begini ceritanya

Alhamdulillah tahun ini saya menggunakan strategi pengiriman sms lebaran yang agak berbeda dengan tahun lalu. Sedikit flashback, pada lebaran tahun lalu saya membeli voucher IM3 200 sms biar modal pengiriman jadi lebih ringan. Tahun ini saya juga memesan voucher itu khusus kepada Furqon. Namun, ada bedanya. Tahun lalu sms hanya bisa dipake untuk sesama Indosat, sedangkan sekarang bisa dipake untuk ke semua operator.

Hal tersebut cukup berpengaruh dalam proses pengiriman sms lebaran. Kalau tahun lalu saya masih mikir-mikir ketika akan mengirimkan sms ke teman atau kenalan yang nomornya bukan Indosat, tahun ini hal tersebut tidak terjadi lagi. Saya ingat banget, tahun lalu tuh saya membatasi mengirim ke nomor selain Indosat karena pulsa sedang langka. Alhamdulillah tahun ini tidak terjadi lagi. Sewaktu mengirimkan sms kemarin dan hari ini, saya hampir tidak memikirkan pulsa untuk pengiriman lagi.

Imbasnya adalah pada banyaknya sms lebaran yang saya kirimkan. Jumlahnya bertambah cukup signifikan dibandingkan dengan tahun lalu. Alhamdulillah tahun ini saya mengirimkan 145 buah sms ke teman, kerabat, serta kenalan saya. Sewaktu mengirimkan niat saya hanya ingin meminta maaf atas kesalahan saya serta mengucapkan selamat Idul Fithri. Dari 145 sms tadi, ada 75 sms balasan. Oia, selain saya mengirimkan sms lebaran ke teman-teman saya, ada 29 sms lebaran yang masuk terlebih dulu ke inbox hape saya. Jadi kalo ditotal saya menerima 104 sms lebaran dan mengirimkan 171 sms lebaran.

Berbeda juga dengan tahun lalu, lebaran sekarang saya lebih memilih untuk mengirimkan sms lebaran lebih dahulu dibandingkan menunggu ada yang mengirim ke saya kemudian saya balas. Alasannya simpel saja, karena saya merasa bahwa memang saya memiliki salah dan ingin meminta maaf sesegera mungkin. Jadi buat apa menunggu dulu. Masalah nantinya sms lebaran saya itu dibalas atau tidak, bagi saya tidak terlalu masalah karena tujuan utama meminta maaf sudah tercapai.

Yang berbeda juga, tahun ini saya menyiapkan 2 buah template sms. 1 sms bila saya mengirimkan sms lebaran dan 1 sms untuk membalas sms lebaran yang masuk ke inbox hape. Hal ini saya pelajari dari pengalaman tahun lalu saat ada seorang teman saya curhat di blognya kalau dia kecewa ada yang membalas sms lebarannya hanya dengan sms template. So, tahun ini saya ingin lebih menyempurnakan agar lebih ada personalisasi bagi tiap orang.

Setiap Ramadhan harapan saya adalah bisa semakin baik dan semakin baik lagi. Yang saya rasakan proses pengiriman sms lebaran tahun ini sudah lebih baik dari tahun lalu. Alhamdulillah berarti tercapai harapan saya, setidaknya untuk satu aspek ini.

(berlanjut ke sms part 2)

Sep
30

Ramadhan kan pergi
Berganti takbir menggema bumi
Pertanda kemenangan
Bagi mereka yang beroleh kemuliaan


Selamat Idul Fithri 1429 H
Happy Ied’ Mubarok !!

Sidicx mohon maaf atas segala kesalahan dan kealpaan
Taqobalallahu Minna Wa Minkum
Semoga Allah menerima semua amal ibadah kita
dan Semoga kita berhasil menjadi insan yang lebih baik

Sep
28

Alhamdulillah udah nyampe di rumah..wah, pas nyampe gw nggak nyangka ternyata ada sedikit hal yang berubah di rumah gw…kamar ibu bapak sekarang ada ACnya. Wah alhamdulillah banget dah..

AC itu juga nggak baru koq..limpahan dari mas Dody yang baru pindahan ke rumah baru…rumah sewaan baru si lebih tepatnya…Dia ngasih ACnya buat dipasang di rumah. Wuih, lumayan adem laah…

Nah, sekarang gw nulis postingan ini dari kamar ortu, sekalian ngadem. Lagian di kamar gw dipake buat nyimpen barang-barangnya mbak Septi. Gimana gw bisa tidur dengan tenang? So, I end up in this quiet place alone.

Ah, seneng banget deh bisa pulang ke rumah lagi. Padahal paling baru 2 minggu lebih dikit gw nggak pulang. Kalo udah gini, gw jadi bisa ngerasain gimana senengnya temen-temen gw yang merantau ke Jakarta/Depok pada saat pulang ke kampung halamannya…huhu, sungguh mengharukan…

Hampir 80 persen lebih waktu gw di Ramadhan kali ini gw habiskan jauh dari rumah. Ya, ini Ramadhan kali pertama gw jauh dari keluarga. Sahur nggak di rumah. Buka juga sampai sekarang belum pernah bareng keluarga di rumah. Nah, jadi di hari-hari terakhir Ramadhan ini, gw pengen puasin bareng sama keluarga…

Sebentar lagi, tepatnya tanggal 30 September, mbak Yanti dengan tentunya dianter sama aa’ Idin bakal datang ke rumah dari Bintan. Kalo menurut rencana, mbak Yanti bakal ngelahirin keponakan kembar gw di Jakarta. Soalnya kalo di Bintan pasti ntar dijamin akan repot banget dah…Hore, makin rame aja deh rumah gw..Wuah, senangnya bisa ngerayain Idul Fithri dengan skuad keluarga yang full team di rumah kesayangan kami…

Ramadhan emang selalu menghadirkan sesuatu yang bisa bikin gw makin mensyukuri nikmat yang telah diberikan oleh kepada gw sekeluarga. Kenikmatan yang lebih indah dari harta dan kekayaan. Kenikmatan yang lebih indah dari gelar akademis atau pangkat setinggi langit. Kenikmatan yang jauh lebih indah dari sekedar kata cinta tak bernyawa. Kenikmatan sederhana yang bernama keluarga bahagia.

~I always love my lovely family~

Sep
15

~Akhir-akhir ini banyak orang yang nge-sms gw…Gw nggak kenal dan katanya tau nomor gw dari internet~

Semalem ada orang nge-sms gw…dia minta tolong bikinin puisi buat orang yang dia sayang yang besok akan ultah…Yang unik, orang ini langsung cerita aja masalahnya dia kayak orang curhat, padahal baru juga kenal lewat hape…ya udah berhubung gw orangnya baik (halah…), ya gw bikinin…

Mungkin banyak yang ngeliat gw suka bikin puisi dari postingan-postingan gw di blog ini kali ya. Tapi emang bener gw suka sih…Tapi nggak semua jenis puisi gw bisa dapet inspirasi dengan gampang…contohnya pas dimintain tolong sama Meri atau Agung buat bikin puisi yang bersemangat dan bakal ditempel di Ruang BEM Fasilkom, sampai sekarang blom jadi-jadi juga. Atau pas diminta Chandra bikin puisi haroki yang akan dibacain pas tampil nasyid di Ifthor Jama’i Fasilkom besok, sampai sekarang nggak jadi-jadi tuh…

Tapi…giliran diminta bikin puisi romantis alias cinta-cintaan, beeeh…lancar banget. Hehe, mungkin memang jadi genre tersendiri kali ya…gara-gara kebanyakan gaul sama pujangga macam si Duo Indra itu, haha…

Langsung deh ke puisinya, awal bikin gw nggak mikir judulnya apa. Setelah selesai baru deh kepikiran judulnya apa…Sedikit cerita lagi, sebenarnya gw nggak terlalu suka sih sama bahasa yang ada di puisi ini. Kenapa begitu?? Karena agak lebai alias berlebihan aja…Secinta-cintanya manusia kepada manusia, kan nggak boleh cintanya lebih dari cinta kepada Allah. Namun, berhubung tuh orang mintanya puisi yang daleeem bangeeett, ya udah jadi deh…

Ok, silahkan dinikmati…

Satu

Seiring bergulirnya waktu
Ku ingin selalu bersamamu
Habiskan hari memandangmu
Nikmati hangatnya tawamu

Kini, kau bertambah usia
Bertambah dewasa dalam menatap dunia
Namun ku tetap ada di sisimu
Menggenggammu erat, dalam dekapan hatiku

Sayangku, bukalah kedua matamu
Pandanglah ruang di hatiku
Ada aku, lirih membisikkan namamu

Sayangku, kuberikan nafasku untukmu
Resapi maknanya, aku ada untukmu
Mengalir tulus dalam tiap detik hidupmu

Jangan kau pergi dariku
Kembalilah pada hatiku
Karena aku dan kamu
Satu…

~Komen boleh kok, hehe…~

Sep
04

Nggak terasa yaah, ternyata udah kurang lebih 2 tahun gw keluar…

Sampe sekarang gw kadang masih suka bingung juga…untuk kembali, butuh persiapan dari diri gw. Persiapan mental, persiapan jiwa, persiapan hati. Alhamdulillah di Ramadhan kali ini gw ngerasain ada sesuatu yang beda dari diri gw. Dari awal Ramadhan ini, timbul rasa semangat yang sangat membuncah di hati, untuk bisa memperbaiki diri. Mungkin rasa itu sudah terpendam dalam-dalam selama 2 tahun ini. Dan kini, saking udah kangennya sama kondisi itu, gw pengen berubah.

Gimana berubahnya Dik? Bagi gw, jawaban itu gampang-gampang susah. Banyak orang yang pengen gw langsung berubah kayak gw yang dulu lagi. Tapi maaf, sangat sulit untuk bisa seperti itu. Lagian juga, gw emang nggak pengen diri gw yang sekarang jadi diri gw yang dulu lagi. Buat apa kembali ke masa lalu kalo misalnya gw bisa jadi lebih baik saat ini dan di masa depan. So, jawaban gw simple ajah…pelan-pelan.

Mungkin kalian nggak ngeliat banget, ya kan emang prosesnya itu yang nggak langsung jadi. Dalam rencana gw, sebulan Ramadhan ini bakal gw jadiin ajang persiapan hati dan jiwa gw buat bisa menjadi lebih baik, mungkin lebih baik dari saat itu dulu. Doain ajah semangat yang membuncah di awal nggak perlahan meredup menjelang akhir Ramadhan.

Sejujurnya, yang gw butuhin saat ini adalah sokongan dan dukungan serta perhatian yang tulus dari kalian. Gw ingin kalian datang sebagai sahabat, bukan sebagai hakim yang langsung memvonis gw bersalah atas apa yang telah gw lakukan. Kita sama-sama manusia bung, sangat wajar apabila kita yang memang tempatnya salah dan lupa ini berbuat khilaf.

Akan tetapi, keterpurukan itu ada masanya kawan…tetap terpuruk atau bangkit itu merupakan pilihan dari masing-masing kita. Dan gw memilih untuk bangkit, dan kembali berlari menuju masa depan yang lebih baik.

Tadi pagi pas sahur, gw denger atau lihat di TV ada quote yang sederhana namun dapat menginspirasi gw menjadi manusia yang lebih baik. “Yang terpenting dari keterpurukan bukanlah sedalam apa kita terpuruk, namun bagaimana cara kita untuk bisa bangkit dari keterpurukan dan kembali mengejar ketertinggalan“. Yah, kira-kira begitulah redaksinya, walaupun beda-beda dikit.

Intinya, gw yakin Ramadhan kali ini adalah momen yang sangat tepat bagi diri gw untuk bisa berubah. Dan perubahan ini bukan untuk menjadi diri gw yang dulu lagi, tapi menjadi Sidik yang baru yang lebih baik dari Sidik yang dulu ataupun Sidik yang saat ini. Doakan saya yah kawan…!!

Let’s make this Ramadhan a moment to turn my life back on the right track…yeah, I believe I can do it…

Aug
24

Mengapa kamu pergi di saat aku perlu kamu?

Mengapa kamu ada saat ku mau kamu tak ada?

Mengapa ada aku saat kamu tak sendiri?

Mengapa aku pergi saat kamu sedang sendiri?

Mengapa kini aku sendiri?

Mengapa kau tak sendiri?

Mengapa kita kita sendiri-sendiri?

Mengapa pernah ada?

Mengapa harus ada?

Mengapa kini tak ada?

Mengapa?

~ to be honest, tadinya gw nulis puisi ini asal ajah…nggak pengen di-post…tapi sekarang akhirnya keposting juga….ah…ya sudahlah…

Aug
16

Kebanyakan anak-anak SD gw SMPnya masuk ke SMP 10 sama SMP 228. Kalo gw masuknya ke SMP 10 alias Chap-Toen. Gile nih sekolah. Isinya banyak preman-preman, haha…Kerjaannya tawuran mulu, tapi menang terus, hehe…Mulailah gw dikenalkan dengan hal-hal baru. Dulu pernah ditawarin rokok, maklum anak SMP kan pada penasaran gitu. Tapi gw langsung nolak mentah-mentah. Uh, Alhamdulillah dari kecil gw udah anti sama yang namanya ROKOK !!

Selain itu, gw juga mulai rajin maen bola, ya di lapangan sekolah ataupun sepulang sekolah ke lapangan Pirus. Di situ mulai deh dibuka pertandingan bola antar kelas. Dari mulai kelas 1 sampai kelas 3 gw rajin ikutan kalo ada pertandingan antar kelas. Dan satu hal, pertandingan kayak gitu nggak seru kalo nggak ada yang namanya taruhan (Astaghfirullah). So, 3 taon maen bola pasti adalah taruhannya. Yang paling gampang ya yang kalah beliin minum yang menang. Di SMP gw juga mulai dikenalin sama Nge-Band. Mulai dari kelas 1 SMP semenjak gw kenal dan sahabatan sama Indra (yang sampai sekarang masih jadi sahabat terbaik gw), gw udah mulai ngeband. Yah, namanya juga anak kelas 1 smp, duitnya masih cekak. Gw dulu pernah nyobain studio band yang sewa per jam nya cuma 8000 perak !!! Waduh, itu studio udah sempit, drum nya juga suaranya kayak jerigen minyak dipukul, hahaha…

Di SMP 10, gw masuk tahun 1999 dan alhamdulillah lulus tahun 2002. Berarti gw angkatan 2002. Satu angkatan ada 9 kelas dengan 1 kelasnya sekitar 40 orang. Total ada sekitar 360 orang. Pas kelas 1 gw masuk ke kelas 1-3. Di kelas 2 gw masuk kelas 2-9. Di kelas 3 gw masuk kelas 3-2. Dulu pas lulus dari SMP, gw hapal lebih dari setengah angkatan gw. Sekarang mah udah lupa, udah lama.

Di kelas 1-3, temen-temen yang masih gw inget ada Sahabat karib gw Indra, trus ada si Diki yang agak-agak kemayu, ada si Gilang yang seinget gw dia pernah mabok pas lagi takbiran, ada si Baihaqi yang pendiem tapi berani banget. Ada si Fadil yang isengnya berlebihan. Ada si Johan pasangannya si Fadil. Udah segitu aja yang gw inget. Yang pasti, gw nemu sahabat terbaik gw di kelas ini. Dan kita selama 1 tahun duduk satu meja. Wali kelas gw pas itu namanya Ibu Juwariyah guru Agama Islam. Nah, dimulai deh rekor gw yang selalu punya wali kelas ibu-ibu, hehe…

Di kelas 2-9, lebih banyak yang gw inget karena kelas ini lebih asik dan lebih oke. Di kelas ini gw mulai bersahabat dekat dengan temennya si Indra, si Indra, hehe…pasti bingung. Sahabat gw yang pertama namanya Indra Adi Putra. Nah, yang gw baru kenal deket di kelas 2-9 itu Indra Aji Saputra. Gw duduk satu meja sama si Indra ini (sebut Aji aja). Selain sama Aji, di kelas 2-9 ada juga Sri Wahyuni yang pinter dan suaranya bagus, dulu sering nyanyi bareng sama gw. Ada Melly yang cantik banget dah, dulu aja sempet jadi SPG. Hahaha…ternyata nggak banyak denk…udah lupa juga…yang pasti gw inget sih 3 orang itu, soalnya gw duduk semeja sama Aji di meja nomor 2 dari depan. Nah, si Dhani sama Melly di depan kita. Oooh, masih ada denk. Ada Moya yang kembarannya si Maya. Ada si Adit Mr. Bean yang emang mukanya kayak mister Bean. Trus ada Big Boss, Banu Dewantoro, haha…Gile nih orang, kaya buanget. Dulu pernah gw maen ke rumahnya yang kayak istana di Sunter Agung. Wuuihhh…buat manggil dia yang lagi di kamar aja pake interkom, nunggunya aja 15 menit sendiri. Dari SMP kelas 1 udah bisa nyetir mobil, ikutan rally segala. Gile dah. Kalo di kelas 2-9 wali kelas gw itu Almarhumah Ibu Afrida. Beliau dulu ngajar Bahasa Indonesia.

Lanjut ke kelas 3-2, di sini seru juga nih. Gw duduk semeja sama anak baru pindahan dari Sukabumi. Namanya Syarief Ahmad Rangga Kusuma Dewa-Dewi, haha…Nggak denk, nggak pake dewa-dewi segala. Oke nih orang, awalnya pendiem banget, ehhh…nyatanya gila juga. Gara-gara nih orang gw jadi demen sama Green Day. Gimana nggak, setiap maen ke rumah, pasti muterin lagu Green Day. Akhirnya si Rangga ini jadi sobat karib gw juga. Nah, ini dia awal dimulainya petualangan panjang grup band Fusion. Udah lengkap. 4 orang keren membentuk band keren. Gw jadi vocalist, Indra jadi drummer, Aji jadi guitarist, dan Rangga jadi bassist. Hehe, asik dah, temen-temen satu meja gw jadi sahabat gw dan se-band sama gw.

Selain si Rangga, di 3-2 banyak orang-orang oke juga. Ada si Fika yang pinter juga, walaupun nasibnya jadi rangking 3 terus (di bawah gw donk pastinya dan di bawah si Rangga). Ada Agis yang cantik dan oke. Ada Nining yang baik dan sering ngobrol sama gw. Ada si Ika yang cuma sebentar doank ada di kelas karena pindah ke Kalimantan. Ada Abdul yang pinter, saingannya si Fika buat dapetin rangking 3. Ada Agus temennya si Abdul, nempel mulu kemana-mana. Ada si Heri jagoan lapangan bola, jago abis dah nih orang, apalagi klo maen bola lapangan. Siapa lagi ya?? hmmm…lupa. Nah, klo di kelas 3-2 ini wali kelasnya Ibu Tri guru Matematika yang baek banget. Oia, di kelas 3 ini ada satu hal yang gw inget banget sampe sekarang, haha…pertama kalinya gw pacaran. Sama siapa pacarannya??? Sama anak kelas 1 yang namanya Elvina Rossa, si penyanyi cilik yang suaranya oke banget. Sekarang sih udah gede, tapi suaranya tetep bagus, kuliah di Univ. Negeri Surabaya.

Setelah 3 tahun menuntut ilmu di sekolah yang seru ini, tibalah saatnya Ebtanas. Nah, alhamdulillah gw berhasil masuk sekolah favorit (gw nggak pernah bilang SMA 68 sekolah unggulan) bareng sama Indra dan Rangga. Si Indra terdampar di SMA 5 deket rumah, hehe…Perpisahannya kita nginep 2 hari 1 malam di Cibodas. Huh…banyak banget kenangan di situ, mulai dari yang nyenengin sampe yang bener-bener ngeselin dan nyedihin. Yang nyenengin adalah pas itu dikasih penghargaan buat 10 peraih NEM tertinggi. Alhamdulillah gw dapet peringkat tertinggi kedua di bawah si Hendri (Woi, dimane lo sekarang?? nggak ada kabar). Seneng juga karena sahabat gw masuk 5 besar juga. Si Rangga peringkat 4 dan si Indra peringkat 5. Tebak siapa peringkat 3 nya?? Anak 2005 Fasilkom pasti kenal, heheh…itu si Kukuh Setiadi alias KuSe…

Yang nyedihin, huhu…ada deh. Yang pasti waktu itu lagunya Dewa 19 yang judulnya Pupus cocok banget sama kondisi hati gw. Yang ngeselin, nggak ada sih, cuma banyak kenyataan yang cukup berat diterima aja. Seru banget dah di SMP itu…lebih seru dan nyenengin malah dibandingin di SMA.

SMA - Skip…(berlanjut ke bagian 3)

Aug
14

Kok gw tau-tau kepikiran tentang jaman-jaman sekolah dulu ya?. Ya udah, cerita ah tentang angkatan-angkatan pas gw sekolah doeloe, mulai dari jaman SD sampai SMA, terus lanjut juga ke kuliah.

Dulu gw sekolah nggak pake TK alias Taman Kanak-Kanak karena emang gw nya yang nggak mau TK. Umur 5 tahun gw udah semangat banget pengen sekolah SD. Gw nggak pengen TK karena menurut gw TK mah nggak seru, cuma nyanyi-nyanyi, makan bekal, berangkat dianterin, pulang dijemput, udah. Hmmm, kayaknya sih seruan SD deh. So, akhirnya gw aksel setahun karena nggak TK. Pas itu gw masuk SD tahun 1993. Alhamdulillah lulus 6 tahun, jadi klo diitung angkatan lulusnya, berarti gw angkatan 1999 SDN Serdang 13 Pagi.

Sekolah SD gw nggak terkenal, biasa aja malahan. Satu angkatan kalo nggak salah sekitar 40-an orang. Cuma ada satu kelas aja per angkatan. Kelas 1 gw diajar sama Pak Zainuddin alias Pak Udin. Wah, pas banget dah anak kelas 1 diajar sama beliau. Orangnya lembut dan sabar banget. Kelas 2 gw diajar sama sapa ya?? Lupa. Kalo nggak salah si Bu Sri namanya. Kelas 3 sama Bu Sri juga, tapi laen orangnya. Kelas 4 diajar sama Bu Margi, kalo nggak salah juga. Kelas 5, Waduh sama aja, gw lupa juga. Kelas 6 gw baru inget. Dulu gw diajar sama Pak Suratin. Seru deh dulu pas kelas 6. Sebelum pulang, beliau ngadain kuis gitu. Yang bisa jawab boleh pulang duluan, tapi setelah bel pulang, hehe…Kadang sambil belajar juga beliau ngasih pertanyaan, biar bisa pulang duluan. Pernah pas itu gw inget banget, beliau nanya ke gw “Sidik, Rengasdengklok itu di Jawa Barat bagian mana?”. Gw yang pas itu lagi males mikir (mungkin bengong lebih tepatnya) langsung aja asal goblek ngejawab “Saya bukan orang Sunda Pak !!”. Alhasil, gw langsung dapet hukuman pulang terakhir. Hahaha….klo gw inget, dodol abis gw ngejawab guru kayak gitu. Maapin saya ya Pak, hehe…

Temen-temen seangkatan pas SD masih ada beberapa yang gw inget. Ada Khairunnisa si cewek pintar yang selalu jadi kompetitor gw buat dapetin rangking 1 di kelas (walaupun akhirnya banyakan si Anis yang dapet rangking 1). Ada Redi yang jago maen bola, pernah berantem sama gw juga. Ada si Bahar, yang sekarang makin kurus aja kebanyakan ngerokok. Ada si Ima yang pas kecil dulu cantik, sayang kelas 3 pindah sekolah. Ada Ruri yang dulu digosipin jaman anak SD katanya pacaran sama gw, hahaha…Ada Okti yang putih kurus nggak tau sekarang kerja dimana. Ada si Yeyen yang rame banget dah. Ada si Syahrudin yang sekarang tingginya udah kayak tiang listrik (lebai banget dah…). Ada Retno yang umurnya jauh lebih tua dari kita-kita. Trus juga ada gerombolan anak RT 09 tempat gw dulu sering maen naek sepeda. Ada Sudaryono si keriting yang baek. Ada si Mamat, anak yatim yang dari kecil udah mandiri. Ada Bayu yang sok jadi pentolan. Ada wisnu yang disangka orang cina gara-gara matanya sipit. Ada Rita si kecil yang sekarang mungkin udah gede. Ada Rida yang sekarang gayanya udah kayak cowok. Ada Resti yang sekarang kuliah di UnDip. Ada Soni yang dulu pernah latihan PD di sma gw. Ada si Oktoviani yang sekarang udah punya anak, nggak tau berapa. Ada yang lain juga, sayangnya gw udah lupa.

Kebanyakan anak-anak SD gw SMPnya masuk ke SMP 10 sama SMP 228….(berlanjut ke bagian 2)

Sidicx The 10