Archive for the ‘Keluarga’ Category
28
Alhamdulillah udah nyampe di rumah..wah, pas nyampe gw nggak nyangka ternyata ada sedikit hal yang berubah di rumah gw…kamar ibu bapak sekarang ada ACnya. Wah alhamdulillah banget dah..
AC itu juga nggak baru koq..limpahan dari mas Dody yang baru pindahan ke rumah baru…rumah sewaan baru si lebih tepatnya…Dia ngasih ACnya buat dipasang di rumah. Wuih, lumayan adem laah…
Nah, sekarang gw nulis postingan ini dari kamar ortu, sekalian ngadem. Lagian di kamar gw dipake buat nyimpen barang-barangnya mbak Septi. Gimana gw bisa tidur dengan tenang? So, I end up in this quiet place alone.
Ah, seneng banget deh bisa pulang ke rumah lagi. Padahal paling baru 2 minggu lebih dikit gw nggak pulang. Kalo udah gini, gw jadi bisa ngerasain gimana senengnya temen-temen gw yang merantau ke Jakarta/Depok pada saat pulang ke kampung halamannya…huhu, sungguh mengharukan…
Hampir 80 persen lebih waktu gw di Ramadhan kali ini gw habiskan jauh dari rumah. Ya, ini Ramadhan kali pertama gw jauh dari keluarga. Sahur nggak di rumah. Buka juga sampai sekarang belum pernah bareng keluarga di rumah. Nah, jadi di hari-hari terakhir Ramadhan ini, gw pengen puasin bareng sama keluarga…
Sebentar lagi, tepatnya tanggal 30 September, mbak Yanti dengan tentunya dianter sama aa’ Idin bakal datang ke rumah dari Bintan. Kalo menurut rencana, mbak Yanti bakal ngelahirin keponakan kembar gw di Jakarta. Soalnya kalo di Bintan pasti ntar dijamin akan repot banget dah…Hore, makin rame aja deh rumah gw..Wuah, senangnya bisa ngerayain Idul Fithri dengan skuad keluarga yang full team di rumah kesayangan kami…
Ramadhan emang selalu menghadirkan sesuatu yang bisa bikin gw makin mensyukuri nikmat yang telah diberikan oleh kepada gw sekeluarga. Kenikmatan yang lebih indah dari harta dan kekayaan. Kenikmatan yang lebih indah dari gelar akademis atau pangkat setinggi langit. Kenikmatan yang jauh lebih indah dari sekedar kata cinta tak bernyawa. Kenikmatan sederhana yang bernama keluarga bahagia.
~I always love my lovely family~
23
Pagi itu terlukis wajah sumringah dari seorang ibu paruh baya. Matanya berbinar-binar penuh kebahagiaan saat melepas dua orang anaknya yang akan berangkat untuk mencari nafkah. Tersirat perasaan bahagia dan bangga pada diri ibu tersebut karena kedua anaknya kini telah mandiri.
Kedua anak itu kakak beradik. Sang kakak telah menikah dan memiliki satu orang anak yang sangat cerdas dan menggemaskan. Sang adik kini sedang mencoba mengaplikasikan ilmu yang ia dapat selama di bangku kuliah. Sang adik berangkat bersama kakaknya menaiki motor biru yang kekar. Tempat kerja sang adik berdekatan dengan sang kakak sehingga mereka dapat berangkat bersama.
Sang kakak telah menjadi orang sukses. Ia berhasil menjadi konsultan yang memiliki kompetinsi tinggi di bidangnya. Sang adik Insya Allah akan segera dapat berdiri sejajar dengan sang kakak, menjadi orang sukses selanjutnya. Ia tidak akan menyia-nyiakan waktunya saat ditempa di kawah candradimuka terbaik yang membawa nama bangsa ini. Ia bertekad akan menjadi orang yang dapat membuat bangga orang-orang terdekatnya dan yang pernah mengenalnya.
Sang ibu kembali memasuki rumah sederhana mereka. Rumah yang tidak berukuran besar, namun cukup luas untuk dapat berbagi cinta dan kasih yang penuh ketulusan. Dengan penuh kekhusyukan sang ibu berdoa untuk kebaikan kedua anak laki-laki yang sangat disayanginya itu. Tak lupa ia juga mendoakan kedua putrinya yang sebentar lagi akan mengikuti jejaknya sebagai ibu. Ya, tak terasa ia telah menjadi nenek bagi cucu-cucunya yang selanjutnya akan meneruskan perjuangannya di bumi Allah ini. Tersisa si bungsu yang masih terus memperbaiki diri dan mempersiapkan perbekalan sebelum berlayar dalam biduk keluarga bersama wanita yang telah dipilihkan untuknya.
Si bungsu saat ini masih sendiri, walaupun sebenarnya ia tak sendiri. Ia punya Allah yang selalu menyanyanginya. Ia punya keluarga yang terus mencurahkan kasih sayang padanya. Ia memiliki sahabat-sahabat terbaik yang selalu sedia mendengar keluh dan tawanya. Ia juga memiliki sebuah keyakinan bahwa ia dapat memberikan yang terbaik bagi semua.
Ia ingin mengikuti jejak ayahnya yang sangat ia hormati. Sang ayah mampu untuk menghasilkan empat orang anak yang merupakan kebanggaan bagi orangtuanya. Anak-anak yang dapat meneruskan cinta kasih yang telah ia dan istrinya berikan kepada keluarga kecil yang baru mereka bangun. Kecuali si bungsu, yang memang harus banyak bersabar menunggu saat indah itu tiba untuknya.
Kini, kedua orangtua yang telah memasuki masa senja tersebut hanya dapat berharap di sisa usia, mereka dapat melihat anak-anak mereka bahagia. Bahagia dengan keluarga kecil mereka. Bahagia dalam karier dan pekerjaan mereka. Bahagia dalam tiap nafas yang mereka hirup. Bahagia di hati. Bahagia di jiwa. Dan itu semua cukup untuk membuat kedua orangtua ini bahagia.
Walaupun tinggal ia yang masih sendiri, si bungsu tetap selalu ingin membahagiakan kedua orangtuanya. Ia berjanji dalam hati, pada saatnya nanti, ia akan menghadiahkan kepada ayah dan ibunya seorang wanita yang dapat menjadi cahaya dan kebaikan bagi seluruh keluarga. Wanita yang cantik hatinya, cantik raganya, cantik akalnya, cantik akhlaknya. Wanita yang selanjutnya akan bersama-sama sang ibu untuk memberikan cinta dan kasih sayang yang tulus baginya kelak.
Orangtua menyayangi anak-anaknya.
Anak-anak menyayangi kedua orangtuanya.
Potret indah sebuah keluarga bahagia.
30
Gw juga nggak mau kalah sama Ilman yang cerita tentang Pesta Blogger 2007. Di rumah gw juga ada pesta kok, hwehehe…Kalo yang belom baca postingan Part 1-nya, wajib baca dulu biar nyambung. Buka deh ya..
Cerita Pernikahan Kakakku (Part 1 - Akad Nikah)
Di postingan sebelumnya gw udah menceritakan dari mulai pagi sampai akad nikah dilaksanakan. Selanjutnya adalah sesi pemberian ucapan selamat dan doa restu dari keluarga dan para tamu undangan. Pada waktu pelaksanaan akad ini, saudara yang dateng juga udah banyak. Keluarga dari pihak bapak alhamdulillah bisa dateng banyak. Dari keluarga ibu juga nggak kalah banyak. Ada rombongan dari Bandung yang datang dengan beberapa mobil. Ada juga Pakde Kardi yang jauh-jauh datang dari Kutoarjo. Alhamdulillah juga Mbah gw yang masih ada, Mbah Salbiyah, Ibunya bapak gw, bisa datang dan memberikan doa restu bagi cucunya. Pokoknya rame deh. Pagi itu silaturahim terjalin dengan indahnya, antara keluarga dari ibu dan keluarga dari bapak yang jarang-jarang bisa ketemu dan saling bertukar cerita.
Seusai para tamu undangan memberikan ucapan selamat pada kedua mempelai, mereka langsung menuju tempat makanan. Oiya, pernikahan kakak gw ini mengaplikasikan prinsip pemisahan antara laki-laki dan wanita. Nggak menyeluruh sih karena emang tempatnya nggak cukup. Gw coba deskripsikan deh. Jadi, area tempat mempelai berada merupakan zona gabungan, dengan pintu yang memang cuma satu. Namun, pintu keluarnya ada dua sehingga bagi yang laki-laki alias bapak-bapak menuju ke arah kiri dan yang wanita alias ibu-ibu menuju ke arah kanan. Tempat duduk untuk para tamu juga dipisah. Tempat bagi ibu-ibu berada di sebelah kanan. Sementara tempat bagi bapak-bapak berada di sebelah kiri dan dipisahkan dengan gubuk-gubuk tempat makanan++ (Makanan tambahan: es krim, kambing guling, dan bakso). Manfaatnya banyak loh dipisah kayak gini. Selain untuk menjaga hijab antara yang laki-laki dan wanita, pemisahan ini juga membuat situasi lebih kondusif, teratur, dan rapih. Hmm…cara seperti ini mungkin akan gw terapkan di pesta pernikahan gw nanti. Nanti masih lama….hwehehe…
Di saat para tamu sedang menikmati hidangan, ternyata kedua mempelai pun kelaparan, hwehehe…Mereka dibawakan sepiring nasi beserta lauk dan sayurnya. Seru juga tuh pas lagi mereka suap-suapan. Jadi ngiri, hwehehe…terlihat banget kebahagiaan di wajah Mbak Yanti dan Aa Idin. Setelah makan ada sesi pemotretan bagi mempelai dengan pengarah gaya yaitu fotografer yang terlihat cukup handal dan profesional. Langsung dah mereka bergaya bagaikan raja dan ratu. Sip..sip..keren dah. Sekitar pukul setengah 12 mereka berganti busana sekalian waktu untuk istirahat dan sholat dzuhur. Kalo pas lagi akad pagi tadi mereka kompakan pake setelan berwarna putih, untuk kostum kedua nuansa warna pink yang diekspos. Komplit dari mulai selop sampai kopiah yang dipakai pun warnanya pink. Ngepas dan matching banget sama warna ruang pelaminan, kamar pengantin, dan tenda. Gw sendiri pas lagi jam segitu lagi ke mesjid bareng sama tamu dan saudara buat sholat dzuhur berjamaah.
Serunya pas lagi ketemu saudara adalah obrolan seputar hidup: kuliah, kerja dan/atau nikah. Sama aja kayak kemaren pas lagi gw ngobrol sama saudara. Nggak yang muda nggak yang tua nanyainnya sama aja: KAMU UDAH ADA CALON YA DIK? Buset dah…Banyak pertimbangan kali buat gw menentukan pendamping hidup. Nggak bisa main-main. Lagian sekarang pertimbangan gw buat nikah tuh lebih banyak. Gw nggak akan nikah sebelum kakak cewe gw yang nomor dua nikah. Lagian kan gw cowok gitu, usia optimal untuk menikahnya lebih tua daripada wanita. So, santai aja. Menikah memang penting, tapi lebih penting mempersiapkan pernikahan sebaik-baiknya….Huhu, bijak sekali gw…
Kembali ke cerita. Setelah sholat dzuhur, perut gw mulai berteriak-teriak untuk diisi dengan makanan. Memang gw baru makan pagi, itupun cuma sedikit. Entah kenapa hari itu nafsu makan gw sangat menurun. Padahal makanannya melimpah. Enak-enak pula. Ya udah, gw pun langsung mengambil makan secukupnya dan langsung duduk di samping Mas Dian, sepupu gw dari keluarga Ibu yang tinggal di Bandung. Tahukah lo apa percakapan yang kami bicarakan? Yap, jawaban anda tepat. Masalah jodoh lagi. Mas Dian nanyain juga gw udah punya calon apa belum. Hmmm…jawaban gw ya belum ada karena memang belum ada. Ntar lah Mas kalo emang udah ada pasti gw ceritain. Percakapan berlanjut dengan gw yang menanyakan tentang kabar kalo dia mau menikah. Dan ternyata memang benar dia akan menikah bulan Maret tahun depan. Oke deh Mas, semoga pernikahannya sukses ya.
Seperti tertulis di undangan dan jadwal acara, Resepsi pernikahan alias Walimatul Ursy dimulai pada jam 13.00 dan berakhir pada jam 17.00. So, sekitar jam 1 siang tamu pun mulai berdatangan. Kambing guling dan bakso pun mulai tersaji, kesempatan bagi gw untuk berburu makanan, hwehehehe…Tamu yang datang sangat beragam. Mulai dari keluarga bapak, keluarga ibu, tetangga dekat, tetangga jauh, temannya Mbak Yanti, temannya Aa Idin, temannya bapak dan ibu, sampai orang-orang penting semacam pak Lurah dan pak Jenderal (pakde gw, Pakde Mardi kan Letnan Jenderal). Semua datang dengan tujuan untuk bersilaturahim seraya mengucapkan selamat dan doa restu pada kedua mempelai dan keluarga. Kondisi pun mulai hectic ketika arus tamu menjadi makin padat. Undangan yang disebar berjumlah lebih dari 500 buah. Yang datang tamunya bisa mencapai lebih dari 1000 orang coz keluarga datang ramai banget.
Di pertengahan waktu resepsi, kedua mempelai kembali berganti busana. Kali ini nuansa merah yang sangat mendominasi. Oke juga tuh ganti warna terus. Selain sesi pemberian selamat dan doa restu, ada juga selingan berupa sesi pemotretan untuk keluarga atau kerabat dengan kedua mempelai. Gw yang emang demen megang kamera kebagian tugas tambahan menjadi tukang potret. Lumayan lah, nambah-nambah dokumentasi pernikahan selain dari fotografer. Oiya, hampir lupa. Dari awal memang rencananya acara resepsi akan diramaikan dengan penampilan nasyid secara Live oleh tim nasyidnya FKM UI. Tadinya pengen tampil jam 13.00. Namun akhirnya telat dan baru bisa tampil sekitar pukul setengah empat sore. Mereka membawakan sekitar 6 buah lagu. Nah, ada yang seru dan keren di penghujung penampilan mereka.
Ada penampilan nasyid spesial. Tim Nasyid FKM featuring Sidik. Hmm…berasa sangat spesial karena gw sebagai adiknya Mbak Yanti mempersembahkan sebuah tembang nasyid bagi kedua mempelai. Huhu…adik yang baik…Pada kesempatan kemaren itu gw menyanyikan “Hari Bahagia” milik Justice Voice. Sesuai banget tuh isi lagu sama momen pernikahan ini. Penampilan gw yang sederhana dan alami (karena memang tidak latian terlebih dulu. Baru juga kenal sama tim nasyidnya beberapa menit yang lalu) menjadikan elemen spesial makin ketara. Tapi jangan dikira penampilan gw minimalis dan tidak berkesan. Penghayatannya berasa banget sampe gw merem-merem gitu nyanyinya. Dan hasilnya? Sukses berat Man !! Ortu yang belum pernah denger gw nyanyi beneran langsung bilang suara gw bagus. Bahkan kakak pertama gw Mas Dody yang jarang banget muji gw, bilang kalo suara gw bagus. Hmmm…akhirnya mereka sadar. Gw jadi semangat terpacu buat terus memperbaiki kualitas vokal gw. Oia, kedua mempelai juga berterima kasih ke gw udah dikasih kado berupa lagu yang dinyanyikan dengan indah. Liat nih gaya keren gw pas lagi nyanyi….hwehehehe
Tamu yang datang tetap ramai hingga menjelang pukul 5 sore. Bahkan ada juga beberapa yang datang lewat dari pukul 5. Tetap aja kita terima walaupun mereka telat, hehe…Menjelang masuk waktu Maghrib proses perapihan pun dilakukan. Kursi-kursi mulai ditumpuk dan sampah-sampah dibersihkan. Tamu pun sudah meninggalkan lokasi pernikahan. Paling tinggal keluarga aja yang masih ada. Semua lelah, terutama keluarga gw dan kedua mempelai. Hari ini emang bisa dibilang hari yang panjang dan melelahkan, tapi berkesan dan terkenang selalu. Sampai malam pun kerjaan buat gw ada aja. Yang bantu inilah, itulah. Yang akhirnya bikin waktu belajar gw buat 2 ujian pada hari Senin jadi sangat-sangat tidak optimal. Susah banget buat nyari waktu belajar bener. Sampe pusing gw…
Overall, pelaksanaan resepsi alias walimatul ursy berlangsung dengan lancar, aman, dan terkendali.
[BERSAMBUNG KE PART 3-END]
30
Assalamualaikum…
Sesuai janji gw pada postingan terdahulu, hari ini gw akan memposting cerita-cerita seputar pernikahan kakak gw tercinta. Kalo belum baca postingan gw yang kemarin, baca dulu ya DI SINI.
Jumat Malam, 26 Oktober 2007
Kondisi di rumah gw sudah berubah. Nuansa warna pink ada di sana-sini. Gw sendiri nggak nyangka udah se beda ini rumah gw. Berhubung gw harus kuliah dulu, apalagi Jumat kemarin itu ada kuliah pengganti RPL sampai jam 4 sore, akhirnya gw baru bisa sampai di rumah jam 8 malam. Nggak enak juga sih sama keluarga karena nggak bisa ikutan bantuin segala hal teknis yang dikerjakan sepanjang Jumat itu. Ya udah, gw ngebantu sebisanya aja. Alhamdulillah banyak orang yang bantuin, mulai dari tetangga sampai sodara-sodara.
Nggak banyak sih yang gw kerjain malam itu. Akhirnya gw naik ke kamar gw, ternyata ada Mbak Septi, kakak kedua gw (bukan yang mau nikah) lagi nonton tipi. Ternyata dia tergusur coz tipi di bawah udah dipindahin. Kondisi di lantai dua rumah gw udah kayak gudang aja. Barang-barang ditaruh di atas semua, jadi penuh banget. Kamar gw pun ikut kena imbasnya. Malam itu yang tadinya niat gw buat ngerjain tugas kelompok RPL yang use case itu, akhirnya cuma kepake buat tidur doank. Gw tergeletak seadanya di karpet ruang keluarga sekitar jam 10 malam.
Sabtu, 27 Oktober 2007
Gw terbangun paginya sekitar jam 5 pagi. Langsung aja gw sholat subuh. Setelah itu rapi-rapi kamar dikit, langsung turun ke bawah buat ngebantu-bantu. Ternyata ga banyak juga yang bisa gw lakukan karena emang udah ditanganin sama tetangga. Gw aja sampe sempet dimarahin sama ibu gw coz cuma diem aja. Lah kan bingung mau ngapain. Akhirnya gw smsan aja sama Gista. Cerita kalo gw banyak bengong. Ternyata sama juga dia pas kakak pertamanya yang cewek nikah tahun lalu, dia juga nggak banyak kerjanya. Oo..emang gitu berarti. Akhirnya gw dapet kerjaan juga, dimintain tolong ibu buat ngegoreng ayam. Hmm…pekerjaan yang gampang-gampang susah. Tapi karena emang gw suka masak, ya lancar. Pekerjaan kalo dinikmatin mah enak-enak aja…
Abis ngebantuin, gw langsung naek ke atas lagi buat mandi. Blom sempet rapi-rapi banget, ya pake celana panjang sama kaos dulu, kali aja masih ada yang perlu dibantu. Baru pas jam setengah 8 gw mulai ganti pakaian rapi. Hari itu gw bakal make jas lengkap sama kemeja dan dasinya. Hmmm…jarang-jarang gw pake jas. Terakhir kali pake itu pas lagi wisuda SMA dulu, berarti udah lebih dari 2 tahun yang lalu. Acara rapi-rapi selesai plus disemprot pake parfum yang wanginya mantabh. Sekitar jam 8an rombongan mempelai prianya sampai. Wah, mereka sampai kepagian juga. Ya kita langsung siap-siap menyambut mereka.
Acara resmi dibuka oleh MC, siapa gitu namanya, sekitar jam setengah sembilan. Setelah basa-basi dari si MC tadi (malesin banget, mas-mas MC mesjid itu kalo ngomong huruf D sama T pasti bunyinya ada …tttsssss kayak suara desis gitu), acara dilanjutin dengan sambutan dari pihak keluarga mempelai pria yang diwakili oleh Pak H. Abdul Wahid Kohar (maap pak kalo salah nama, agak-agak lupa..). Sambutannya udah ditulis di kertas gitu, jadi dia bacainnya lancar. Selanjutnya sambutan dari keluarga gw, yang diwakilin oleh Pakde Soetiman. Pakde Timan yang emang udah biasa ngomong di depan orang (dia itu jadi Pak RW selama beberapa periode), nggak perlu teks. Mantabhnya sambutannya itu lancar dan panjang lebar. Yang unik itu Pakde Timan membaca akhiran -kan menjadi -keun, persis kayak Pak Harto dulu kalo ngomong. Sambutannya cukup mengharukan juga sih…Setelah itu penyerahan simbolik mempelai pria kepada keluarga mempelai wanita. Abis itu si Aa Muhyidin disuruh masuk ke dalam rumah buat menunggu detik-detik akad nikah.
Akad nikah rencananya akan dilaksanakan tepat jam 9 pagi. Namun, dikarenakan ada keterlambatan penghulu dari KUA kecamatan Kemayoran, akhirnya harus mundur sekitar 15-20 menit. Nah, akhirnya tuh penghulu dateng juga. Langsung deh acara akad nikah dimulai. Diawali dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Quran oleh sapa gitu, si pak penghulu mulai mengeluarkan kertas-kertas dan buku-buku terkait pernikahan. Sempat terjadi sedikit adu argumen karena si penghulu minta Mbak Yanti sebagai mempelai wanita keluar dan duduk di samping Aa Idin. Mbak Yanti nggak mau, sama aja kayak Aa Idin. Kan emang belum halal gitu. Ya udah akhirnya si penghulu itu masuk ke kamar bareng bapak sama ibu, nanyain apakah Mbak Yanti yakin mau nikah. Yaaa yakin lah Pak,,masa udah tinggal akad doank nggak yakin?!
Pelaksanaan tetap dilanjutkan dengan Aa Idin, bapak gw, penghulu, dan Pakde Kasman dan Pak Abdul Wahid Kohar sebagai saksi. Gw setuju tuh kalo mempelai wanita ya nggak perlu ada pas akad. Buat apa coba?! kan yang dibutuhkan adalah persetujuan dari Bapak gw sebagai wali atas lamaran nikah Aa Idin, ditambah sama penghulu biar resmi secara Islam dan negara serta 2 orang saksi dari kedua belah pihak. Pas bapak bacain akad, suaranya agak-agak bergetar gitu. Ya wajar lah namanya juga seorang bapak yang pengen menyerahkan anaknya kepada suaminya. Pasti bakalan terharu gitu. Yang gw salut tuh adalah Aa Idin pas lagi mengucapkan akad nikah tuh lancar banget. Tegas, lantang dan lancar. Emang udah siap lahir batin tuh buat nikah. Kemudian penghulu bacain doa diiringi tangis haru dari sanak keluarga yang hadir di acara akad nikah itu.
Alhamdulillah acara akad nikah lancar tanpa ada hambatan, kecuali terlambat karena si penghulu itu. Setelah resmi sebagai pasangan suami istri, mbak Yanti langsung dipasangin cincin kawin di jari manisnya. Abis itu cium tangan deh. Setelah itu baru bagian nangis-nangisan deh…sodara-sodara dan sanak keluarga memberikan selamat kepada kedua mempelai. Kemudian kedua mempelai disandingkan di pelaminan dan didampingi oleh kedua orangtua masing-masing. Aa Idin diwakilin sama kakak tertuanya karena ayahnya udah meninggal. Sesi foto-foto dilakukan setelahnya dengan diselingi oleh sesi pemberian selamat oleh tetangga-tetangga dan kerabat yang lain.
Ini nih beberapa foto yang gw ambil…

Overall, Jalannya acara sampai Akad Nikah berlangsung lancar, aman, dan terkendali.
[BERSAMBUNG KE PART 2]
21
Beberapa orang temen udah ada yang tahu kalo Sabtu, tanggal 27 Oktober 2007 nanti keluarga gw akan punya hajat. Apaan tuh? Kakak perempuan gw, kakak nomor tiga, bakalan nikah. FYI, gw itu empat bersaudara. Yang pertama laki udah nikah punya anak satu, cewek udah umur 1 tahun. Kalo mau tahu cerita tentang keponakan gw ini, baca postingan gw yang ini. Trus yang kedua perempuan. Belum nikah. Nah, yang ketiga ini yang mau nikah. Yang keempat gw. Kan biasanya kalo orang nikahan itu diadainnya di tempat yang perempuan, so kali ini keluarga gw yang kebagian sibuknya.
Gw pengen ceritain tentang calon mempelainya dulu deh. Kakak perempuan gw ini namanya Tri Handayani Wijayanti (sori Mal, kali ini gw ga ngikutin lo pake nama samaran buat saudara kandungnya, hwehehe). Umurnya sekarang 24 tahun, usia yang memang saatnya untuk menikah. Lulusan Matematika UI 2001. Nah, gw nggak tau nih kakak gw mimpi apa, sampe bisa dapet calon suami yang High Quality, really really high quality. Bagaimana nggak coba…Calon kakak ipar gw ini yang bernama Muhyidin, adalah mantan Mapres Utama FKM UI. Subhanallah banget tuh. Calon Aa’ (panggilan gw ke dia, coz dia orang Sunda) gw ini lulusan FKM UI 2001, tepatnya lulusan terbaik dengan IPK tertinggi sewaktu wisuda September 2005. Pas gw denger ceritanya, wah gw langsung terpana. Ternyata juga dia pas di tingkat UI juga meraih peringkat 4 terbaik, kalah dari Mbak Selvy alias Mbak Cepi Fasilkom UI 2000 yang jadi Mapres Utama UI. Hmmm…beruntung sekali engkau kakakku.
Back to mempelai…setelah nikah nanti rencananya kakak gw sama suaminya bakalan langsung terbang ke Pulau Bintan. Tau ga lo? Sebuah pulau di rangkaian kepulauan Riau. Bertetangga dengan Batam. Jadi, Aa Idin itu bekerja di Bintan, di Honeywell, sebuah perusahaan multinasional yang kantor pusatnya di Redmont, USA. Hmmm…sekali lagi beruntung sekali engkau kakakku. Harus banyak-banyak bersyukur tuh kakak gw. Insya Allah masa depan cerah deh. Menurut cerita Aa Idin, di sana rekan kerjanya banyak yang orang Singapura. Trus bosnya kebanyakan yang orang Amrik, jadi bahasa pengantar di kantor ya bahasa Inggris. Jadi pengen belajar nih, apalagi buat jadi Mapres juga harus jago bahasa Inggrisnya. Jujur aja nih, setelah tau kalo calon kakak ipar gw ini mantan Mapres, gw jadi semakin terpacu untuk bisa jadi Mapres. Doakan saya yang teman-teman. Amin.
Banyak yang bisa gw ambil pelajaran dan teladan dari calon kakak ipar gw ini. Profilnya yang memang High quality tetap diimbangi dengan sikapnya yang sangat santun low profile. Mungkin kalo kita nggak banyak cerita dan ngobrol, gw nggak bakalan tau kalo dia itu pernah jadi mapres. Prestasi di bidang organisasi pun nggak kalah mentereng. Dia pernah jadi ketua KopManya FKM, trus juga jadi ketua bidang syiarnya BSO Nurani FKM. Semakin semangat pengen bisa mengaktualisasikan diri sebebas-bebasnya di kampus. Prestasi akademis, prestasi organisasi, prestasi ilmiah, prestasi sosial, prestasi agama, prestasi seni, prestasi olahraga dan bermacam-macam prestasi lainnya.
Terakhir, selamat buat Mbak Yanti dan Aa Muhyidin. Selamat menempuh hidup baru dalam naungan cinta dan kasih sayang Illahi.
Barakallahu laka, wa baraka ‘alaika, wa jama’a bainakuma fi khoir. Semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, rahmah dan barokah. Amin Ya Rabbal Alamin.
(untuk cerita pas pernikahan, tunggu hari Ahad depan)
22
Gw punya seorang keponakan. Namanya Terabitha. Lengkapnya Terabitha Alilatul Bariza. Berdasarkan cerita dari sang ibu, artinya itu Terabitha, wanita yang harum namanya, menonjol kepandaiannya, dan besar memorinya. Hahaha….sebenernya yang terakhir walaupun terdengar hanya lucu-lucuan saja, itu memang arti yang sebenarnya. Kata Terabitha itu kan berasal dari kata terabyte, yaitu satuan yang ukurannya sama dengan 10 pangkat 12 byte. Hmm…setau gw sih saat ini satuan tertinggi untuk byte itu yang terabyte.
Mungkin lo nanya kali ya, kenape juga orang tuanya ngasih nama Terabitha, emangnya komputer. Jadi, si Bitha ini anak pertama dari kakak pertama gw, Mas Dody dan istrinya Teh Tuti. Kakak gw ini emang demen sama komputer. Dia juga yang pertama kali ngenalin gw sama komputer pas lagi gw masih kecil. So, mungkin nama Terabitha cukup unik dan bermakna dan akhirnya dijadikannya sebagai nama anaknya. Nah, embel-embel alias kepanjangannya itu ditambahin sama mereka berdua setelah berdiskusi. Unik kan namanya? Sampai saat ini gw ga pernah denger ada anak manusia yang bernama sama dengan dia. Wah, bener-bener udah kayak primary key aja harus unique, hehe…
Oiya, si Terabitha ini lahir tanggal 8 Oktober 2006. So, sekarang umurnya udah 7 bulan 2 minggu. Gw sangat mengikuti perkembangannya mulai dari kecil sampai sekarang. Gw pernah bilang, “Gw pengen punya adek cewek, jadi si Terabitha udah gw anggap sebagai adek gw”. Gw sayang banget dah sama dia dan dia pun juga udah sayang sama gw. Si Bitha ini termasuk bayi yang kalo ada orang yang belum dia kenal deket-deket dia, pasti dia bakal takut dan menangis. Nah, kalo sama gw dia udah nempel banget dah. Gw gendong, gw titah(baca: gw tuntun dari belakang buat belajar jalan), gw pangku dia mau aja….seneng banget malah. Kalo dia lagi maen ke rumah gw (rumah Mas Dody sama rumah gw deket banget. Kepleset tambah koprol 2 kali udah nyampe) pasti betah banget. Kalo dibawa pulang sama bapak atau ibunya dia biasanya nangis karena nggak mau pisah sama gw….hiks…hiks…so sweet….
Di hape gw kalo lo buka pasti paling banyak fotonya si Bitha. Gw selalu menyiapkan kamera hape gw kalo lagi berada deket dia karena sangat sayang kalo sampe kehilangan momen-momen lucu dari dia. Nah, sekarang gw pengen ngasih liat beberapa foto yang berhasil gw ambil. Sayangnya beberapa foto terbaru belom sempet gw pindahin ke flashdicx gw…so, yang udah ada dulu ya…

diambil tanggal 04 Maret 2007

diambil tanggal 17 Maret 2007

diambil tanggal 26 Maret 2007

diambil tanggal 04 April 2007

diambil tanggal 14 April 2007

diambil tanggal 18 Mei 2007
Hehehe….lucu-lucu kan…emang dah…dia itu item manis…sekarang aja kerjaannya merangkak dan mulai belajar berdiri trus jalan. Susah banget dah diemnya…sampe orang yang ngejagain dia keringetan karena cape sendiri.
Pokoknya gw sayang banget dah sama dia….Love U……..




