Archive for the ‘SosPolMas’ Category
06
<foto dari kiri ke kanan. Berdiri: Ivonne, Lutfi, Sidicx, Kemal, Zebew, Andra, Feroy. Yang moto: Danu>
Alhamdulillah kepengurusan BEM Fasilkom 2007/2008 udah berakhir. Secara resminya sih udah rampung pada hari Rabu, 30 April 2008 kemaren. Saya yang pada kepengurusan itu diamanahi menjadi Kepala Biro Humas dan Media juga telah merampungkan prokernya yang terakhir pada hari Sabtu, 3 Mei kemaren. Pada hari itu diadakan Seminar OnLiners yang merupakan proker penutup dan extended ke BEMnya Ilman (dan saya juga).
Selama kurang lebih 1 tahun bertugas di BEMnya Smel kemaren, banyak suka dan duka yang saya alami. Namanya juga hidup, pasti nggak semuanya bakalan enak. Tapi yang pasti, saya sangat menikmati itu semua, karena menambah banyak pengalaman hidup saya.
Kalau mau dievaluasi, sebenarnya kinerja saya beserta teman-teman di Humas&Media belumlah optimal. Masih banyak yang bisa dioptimalkan, misalnya penerbitan Buletin Boolean dan Mading. Sangat-sangat disayangkan kedua media tersebut hanya dapat terbit dengan intensitas yang sangat jarang, sehingga kurang terasa kebermanfaatannya. Semoga pengurus Humas dan Media pada kepengurusan selanjutnya (dia-dia juga sih orangnya, hehe…) bisa memperbaiki itu semua, amin.
Yang paling saya rasakan kerjaan pada biro Humas dan Media yang lalu adalah pada saat menerima kunjungan dari berbagai macam Himakom universitas lain yang ada di luar JaBoDeTaBek. Biasanya saya dan teman-teman Humas menjadi sangat sibuk karena semuanya kita yang mengurus. Saya sangat menyesal karena tidak bisa memberikan sambutan dan penerimaan yang lebih baik kepada para tamu tersebut. Apalagi kadang banyak BPH yang menghilang tanpa alasan dan tidak ikut menyambut. Sangat terasa sekali kurangnya penghormatan kami sebagai tuan rumah yang baik. Semoga pengurus BEM selanjutnya bisa memperbaiki hal ini dan menjadi tuan rumah yang lebih baik bagi tiap tamu yang berkunjung, amin.
<foto dari kiri ke kanan. berdiri di atas: Mahend, Sawie, Yudha, Smel, Ivan. Duduk di tengah: Sidicx. Jongkok di depan: Tieta, Ilman, dan Irvan>
Penyelenggaraan Bedah Kampus UI 2008 juga menjadi ajang bagi saya untuk pertama kalinya menjadi semacam PO alias Project Officer alias ketua panitia Stand dan Presentasi Fasilkom. Jujur aja, pas itu saya ngerasa sangat-sangat sibuk. Apalagi yang dipilih sebagai panitia lainnya adalah BPH ditambah beberapa pengurus BEM lain. Saya ngerasa banget kalo saya lebih banyak bekerja sendiri, kayak ditinggalin sama yang lain. Tapi tetap aja saya harus bergerak, kalo nggak ya nggak bakalan jadi acaranya. Semoga pengurus Humas yang selanjutnya dapat mengurus dan menyajikan sesuatu yang lebih baik pada penyelenggaraan Bedah Kampus bulan November 2008, amin.
Dari keseluruhan program kerja Humas dan Media pada kepengurusan lalu, saya merasa Seminar OnLiners ini sebagai proker terbaik, dari segi kinerja panitia dan hasil acara. Panitia yang merupakan perpaduan antara angkatan 2006 dan angkatan 2007 yang sedang magang SBF Humas bekerja dengan sangat baik. Yang dapat saya lihat adalah, sosok kepemimpinan dari Manggala Eka Adideswar alias Adi sangatlah berpengaruh. Sampai-sampai seminar ini awalnya disebut Seminar Adi, hehe…tapi Adi berhasil mengkoordinir rekan-rekannya dalam kepanitiaan ini untuk bisa menghasilkan seminar yang berkualitas dari segi konten, penyajian, pengisi, maupun hasil. Selain itu saya juga mendapat pengalaman baru dan pertama kali menjadi moderator pada suatu seminar. Alhamdulillah ada efek samping positif juga karena ada wartawan dari Kompas dan Seputar Indonesia (Sindo) yang meliput acara ini. Semoga di kepengurusan selanjutnya kinerja baik ini dapat tetap dipertahankan, amin.
Terakhir, untuk Lutfi, Zebew, Yunus, Titha, Ivonne, Kemal, Danu, Andra, Adi, Feroy, dan Ilyas, thanks a lot for a great time together…semoga kita semua bisa sukses selepasnya dari kepengurusan BEM Fasilkom 2007/2008, amin.
<foto dari kiri ke kanan. Baris atas: Danu, Zebew, Ilyas, Lutfi, Andra. Baris bawah: Feroy, Yunus, Kemal, Ivonne, Tieta. Paling depan: Sidicx (saya itu…). Foto ini minus Adi>
29
Pemimpin besar itu kini telah pergi, kembali ke haribaan Sang Illahi Robbi. Kemarin, pada hari Ahad tanggal 27 Januari 2007 pukul 13.10 WIB, Mantan Presiden Republik Indonesia, Jenderal Besar Purn. H.M Soeharto wafat di Rumah Sakit Pertamina Pusat akibat kegagalan fungsi multi organ. Beliau meninggal dunia setelah selama sebulan terakhir ini dirawat di RSPP.
Bangsa Indonesia jelas mengalami kehilangan besar setelah wafatnya salah satu putra terbaik bangsa ini. Saya pribadi menghaturkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan. Semoga Allah membalas amal perbuatan yang telah dilakukan oleh beliau selama hidup, Amin.
Kalau kita melihat sejarah, Indonesia di masa kepemimpinan Pak Harto adalah Indonesia yang terbaik. Tak usah menutup mata, akui saja dengan jujur akan hal ini. Kala itu, Indonesia pernah mendapat predikat negara swasembada untuk beberapa komoditas pangan, antara lain beras. Dalam hal stabilitas ekonomi dan keamanan pun sangatlah terjaga dibandingkan dengan kondisi saat ini. Yang paling terlihat jelas adalah pembangunan Indonesia secara nyata di hampir semua lini kehidupan. Sangatlah wajar apabila Pak Harto diberikan gelar Bapak Pembangunan Indonesia.
Tulisan saya kali ini ingin mencoba untuk mengambil pelajaran dan kebaikan dari apa-apa yang pernah Pak Harto lakukan pada masa kepemimpinannya dulu. Tak ada gunanya lagi masyarakat terus mencaci-maki beliau. Toh percuma, beliau sudah tidak ada lagi. Yang paling penting adalah bagaimana kita bisa mengambil segala yang baik dan membuang segala yang buruk.
Saya pribadi mengagumi beberapa hal dalam diri The Smiling General ini. Ada beberapa catatan dalam gaya kepemimpinan maupun kepribadian Pak Harto yang saya lihat baik untuk kita contoh.
Pertama, Pak Harto adalah orang yang TEGAS, tidak mencla-mencle. Sebagai orang militer, sifat ini sangatlah kentara dalam kepribadian Pak Harto. Dan ketegasan memanglah sifat wajib bagi seorang pemimpin besar. Dengan ketegasannya, Pak Harto memiliki wibawa dan dihormati oleh semua pihak. Dengan ketegasannya, Pak Harto bisa mengatur para pembantu kenegaraannya dalam memerintah Indonesia. Sifat TEGAS ini yang sampai saat ini belum saya temukan pada pemimpin-pemimpin negeri saat ini. Jadi, ada baiknya ketegasan sikap Pak Harto bisa ditiru oleh para pemimpin Indonesia.
Kedua, Pak Harto adalah seorang PERENCANA ULUNG. Program Pelita I-VI (CMIIW) yang dicanangkan selama masa kepemimpinannya merupakan bukti yang nyata bahwa beliau merencanakan dengan matang segala kebijakan yang akan dilaksanakan di Indonesia. Mulai dari pembangunan di bidang pertanian, pertanian dan industri, sampai industri menjadi tahapan Indonesia menjadi seperti sekarang ini. Pak Harto juga seorang yang mementingkan proses, walaupun itu dalam waktu lama. Seperti pepatah jawa, alon-alon waton kelakon, pelan-pelan yang penting sampai, itulah yang dilakukan dalam proses pembangunan Indonesia. Dan perencanaannya pun banyak yang mengalami kesuksesan, walaupun pastinya ada yang belum berhasil terlaksana dengan baik.
Ketiga, Pak Harto adalah orang yang KOMITMEN terhadap keputusan yang telah dibuat. Seperti yang dikatakan oleh Pak Siswono Yudhohusodo pada saat talkshow di Metro TV pada Ahad sore kemarin, Pak Harto membuka seluas-luasnya ide dan masukan sebelum membuat keputusan, namun setelah keputusan didapat maka beliau akan sangat komitmen terhadapnya. Sikap ini lah yang penting dimiliki oleh pemimpin. Apa yang dilakukannya setelah memegang kekuasaan pemerintah haruslah sesuai dengan apa yang telah dia janjikan ketika kampanye. Kebijakan Pak Harto merupakan bukti bahwa beliau komitmen terhadap pembangunan Indonesia secara menyeluruh.
Keempat, Pak Harto adalah orang yang SAYANG terhadap KELUARGAnya. Beliau juga seorang yang sangat mencintai istrinya, almarhumah Ibu Tien. Beliau selalu bisa meluangkan waktunya untuk keluarganya di sela-sela kesibukan memimpin negeri ini. Sering juga Pak Harto menunjukkan rasa cintanya kepada istri tercinta dengan mengajak serta di setiap tugas kenegaraan. Sangat penting bagi seorang pemimpin untuk tidak melupakan orang-orang terdekatnya ketika telah memegang tampuk kekuasaan.
Masih banyak lagi sikap dan kepribadian serta gaya kepemimpinan Pak Harto yang dapat kita ambil sebagai pelajaran dalam kehidupan kita. Yang pasti adalah kita sebagai rakyat Indonesia, yang katanya negara yang menghargai jasa-jasa pahlawan bangsa, haruslah menghargai dan menghormati segala jasa yang telah diberikan oleh Pak Harto. Dari semenjak perang kemerdekaan, beliau telah banyak sekali berjasa bagi Indonesia. Pengabdiannya terus dilanjutkan saat masa-masa pembangunan Indonesia.
Tercatat ada beberapa peristiwa penting dalam sejarah Indonesia yang tidak lepas dari jasa beliau. Yang paling terkenal adalah kepemimpinannya saat Serangan Umum 1 Maret untuk merebut kembali kota Yogyakarta. Dan akhirnya para pejuang kita berhasil merebut kembali Yogyakarta, walaupun hanya untuk waktu 6 jam saja. Kemudian berliau juga menjadi komandan saat Operasi Mandala untuk merebut kembali Irian Barat dari tangan penjajah Belanda. Operasi tersebut juga berhasil dengan sukses. Dan yang paling lama adalah ketika menjadi presiden kedua Republik Indonesia. Selama kurun waktu hampir 32 tahun pemerintahan beliau, Indonesia mengalami kemajuan dan pembangunan yang signifikan. Dan masih banyak jasa-jasa beliau yang lainnya.
Sebagai penutup, saya tidak ragu untuk menyebut beliau sebagai salah satu putra terbaik Bangsa Indonesia. Bahkan apabila ada pemeringkatan bagi 100 manusia yang paling berpengaruh di Indonesia, saya akan memberikan peringkat 1 kepada Jenderal Besar Purn. H.M. Soeharto. Sangat patut pula apabila pemerintah Republik Indonesia memberikan gelar pahlawan kepada beliau, mengingat segala jasanya dari mulai masa perjuangan kemerdekaan sampai masa pembangunan Indonesia.
Selamat Jalan Pak Harto…
Selamat Jalan Bapak Pembangunan…
Selamat Jalan Manusia Paling Berpengaruh dalam sejarah bangsa Indonesia…
Semoga kami dapat mewarisi semua hal-hal yang baik dalam dirimu dan mengambil pelajaran dari apa yang telah terjadi dalam kehidupanmu, Amin.
14
Tulisan ini sebenarnya ingin saya tulis dan saya posting dari beberapa hari yang lalu, Tapi baru sempat hari ini muncul di www.sidicx.com. Naiknya harga kedelai dalam beberapa waktu belakangan ini membuat banyak pihak, kebanyakan warga kelas menengah ke bawah, mengalami kesulitan berkepanjangan. Saya termasuk di dalam pihak-pihak yang dibuat susah karena naiknya harga kedelai ini.
Seperti kita semua ketahui, kedelai merupakan bahan utama pembuatan tempe dan tahu. Naiknya harga kedelai berakibat langsung kepada naiknya harga tempe dan tahu di pasaran. Sampai saat ini saya juga belum tahu pasti kenapa harga kedelai naik. Namun, menurut ibu saya, harga kedelai naik karena kapal laut yang biasa mengangkut kedelai impor dari Amerika Serikat mengalami kerusakan. Masih menurut ibu saya, proses perbaikan kapal laut itu akan memakan waktu kurang lebih 3 bulan. Waduh, kalo gitu saya harus puasa makan tempe dan tahu selama 3 bulan donk ?!! Nooooo…!!!
Naiknya harga kedelai ini tidak hanya terjadi di Jakarta saja, namun juga di seluruh wilayah Indonesia. Kenaikannya beragam dari 50% sampai lebih dari 100%. Bagaimana pengusaha tempe dan tahu tidak menjerit sekencang-kencangnya bila bahan baku usahanya naik hingga 2 kali lipat ?! Akibatnya, saat ini banyak pengusaha tempe dan tahu yang mengurangi produksinya, bahkan ada yang sampai benar-benar berhenti berproduksi. Memang ada beberapa yang tetap berproduksi, namun omsetnya sangat menurun. Mereka pun semakin bingung. Bila menaikkan harga tempe dan tahu agar bisa mendapatkan untung, jumlah pembeli berkurang. Akhirnya banyak diantara mereka yang memilih memperkecil ukuran tempe dan tahun produksinya.
Sekarang kembali ke saya. Kenapa saya membuat tulisan ini? Alasannya sangat simpel. Saya adalah PECINTA BERAT MAKANAN OLAHAN KEDELAI. Saya sangat menyukai tempe yang diolah dengan berbagai macam cara. Begitu pula dengan olahan kedelai lain seperti tahu, oncom, susu kacang kedelai, sampai kedelai rebus. Bagi saya, tempe merupakan salah satu makanan wajib yang tiap harinya harus saya konsumsi, hampir sama seperti nasi. Di rumah pun, tempe adalah lauk pauk yang hampir selalu ada di meja makan. Favorit saya adalah tempe goreng tepung yang dimakan selagi panas. Wow…maknyus dah…
Akan tetapi, lagi-lagi karena harga kedelai yang meroket, beberapa hari belakangan ini tempe menghilang dari menu makan saya. Ibu saya bilang harga tempe mahal Dik, jadi dengan uang yang sama, sekarang hanya dapat tempe dengan ukuran setengah dari biasanya. Huhu, jatah makan tempe saya pun harus dikurangi. Puncaknya adalah hari ini. Benar-benar tidak ada tempe goreng tepung kesukaan saya. Kata ibu hari ini tempe dan tahu menghilang dari pasar. Selidik punya selidik, ternyata hari ini seluruh pedagang dan pengusaha tempe melakukan demonstrasi kepada pemerintah akibat kenaikan harga kedelai. Mereka merasa dicuekin oleh pemerintah, padahal tempe dan tahu adalah makanan yang dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia yang memang kebanyakan kelas menengah ke bawah.
Pemerintah Indonesia, dengerin tuh apa kata rakyat kecil. Hidup ini sudah susah, masih ada dibuat lebih susah dengan tempe dan tahu yang harganya mahal. Rakyat mau makan apa coba?!
Makan batu? keras !!
Makan rumput? emangnya kambing !!
Makan hati? setiap hari kaleee !!
Jadi, tolonglah buat pemerintah, segera ambil langkah serius dan cepat untuk menangani masalah kenaikan harga kedelai ini. Saya sendiri bingung, masa karena satu kapal laut yang mengangkut kedelai rusak, seluruh negeri ini menjerit. Yang saya lebih heran lagi apakah pemerintah negeri ini sudah benar-benar tuli dan budeg sampai tidak mendengar jeritan rakyat penjuru negeri. Waduh…Jangan cuma ngurusin Pak Harto yang sudah ditunggu sama malaikat Izrail donk !! Masa cuma gara-gara satu orang manusia, berjuta-juta orang yang lainnya terlantar karena harga kedelai yang meroket itu ?!
Alhamdulillah di TV, acara berita mulai menyiarkan perihal tingginya harga kedelai ini. Setelah beberapa waktu terakhir ini isi dari acara berita cuma perkembangan kesehatannya Pak Harto. Semoga dengan maraknya pemberitaan di TV dapat membuka mata para petinggi di pemerintahan bahwa ini adalah masalah besar yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Semoga solusi atas permasalahan kenaikan harga kedelai ini dapat segera ditemukan, sehingga saya dan jutaan rakyat Indonesia yang lain dapat bernafas lega dan kembali menikmati nikmatnya olahan tempe dan tahu. Amin.
Katakan hitam adalah hitam
Katakan putih adalah putih
~mohon maaf bila ada isi tulisan saya yang membuat ada pihak yang tidak berkenan~
09
Liputan Pilkada DKI Jakarta yang dilaksanakan Rabu kemarin di TPS tempat gw milih…
Adang-Dani meraih 241 suara
Fauzi-Prijanto meraih 185 suara
Tidak sah meraih 21 suara
Total suara masuk sebanyak 447 suara dari jumlah terdaftar lebih dari 560 orang pemilih.
berikut ini poto-poto yang kemarin gw ambil pas pemungutan suara di TPS 26 Serdang.

>> Pencatatan jumlah suara untuk tiap calon

>> Wah…semangat banget nontonnya
Nah…gitu tuh liputannya…
Selesai??? cepet banget???
blom lah…
Jadi, kemaren pas lagi penghitungan suara seru banget…diawal-awal nomor urut 2 menguasai dengan keunggulan maksimal sejauh 12 suara dari nomor 1. Namun, dari pertengahan sampai akhir, kubu nomor 1 bisa bernafas dengan lega karena bisa unggul perlahan sampai akhirnya meraih keunggulan suara sebanyak 56 suara dari nomor 2. Alhamdulillah deh…Pekik takbir pun bergema…
Emang daerah rumah gw pas Pemilu tahun 2004 dikuasai oleh PKS. PKS unggul dengan margin lumayan besar dari PDI-Perjuangan. So, pas taun ini Adang menang mah ga terlalu kaget juga di daerah gw…
Udah gitu dulu deh…lagi ribet nih banyak banget kesibukan….
06
Pilkada tinggal 2 hari lagi lho…ente jangan ampe lupa ye !!!
Gw pengen cerita nih tentang pengalaman pertama gw untuk nyoblos…sebenernye sih temen-temen seangkatan gw kebanyakan udah pada nyoblos pas Pemilu taon 2004. Tapi karena gw emang umurnya lebih muda coz aksel TK, so gw akhirnye cuma bisa jadi penonton pas entu. Tapi taon ini gw udah bisa nyoblos Pilkada DKI Jakarta 2007 ini. Gw sendiri bener-bener excited (waduh…bahasa Jawa ya?? kagak ngarti gw) banget dengan kesempatan ini. Maka itu gw kagak pengen hak gw untuk nyoblos taon ini gw sia-siain. Inget yeeee…jangan ampe lupa nyoblos!!


Nah entu tuh gambar kartu pemilih gw. Kartu sakti yang menjadi tanda kalo gw udah boleh nyoblos. Kata kakak gw, gw entu norak banget sampe kartu pemilih aje dipoto segala. Tapi kagak nape-nape, yang penting gw bisa nyoblos…asikk..
Nah, kembali ke si Pilkada Jakarta tadi…telat banget dah kalo sampe sekarang belom tau sapa aja calonnya…tapi kagak nape dah gw kasih tau lagi biar lo kagak salah milih. Calon nomor 1 alias wahid alias one alias uno alias ichi alias siji alias setunggal itu Adang Darajatun (bukan Dorojatun) sama Dani Anwar. Trus yang calon nomor 2 entu Fauzi Bowo alias Foke (darimane Foke-nye…kagak nyambung banget..) sama Prijanto (ejaan lama…kuno gila..). Semoga lo-lo pade yang baca udah pada tau yang bakalan lo coblos. Kan kagak lucu banget tuh pas lo di dalem bilik suara lo malah cap-cip-cup buat milih yang mane yang lo pilih. Lebih kagak lucu lagi kalo lo kagak nyoblos…apalagi golput….kagak banget dah…
Kalo lo nanya ke gw, gw pilih yang mane, gw lebih milih ga jawab. Gw lebih suka ngejelasin siapa sih yang gw pilih daripada ngasih tau langsung nomor berape ato siape yang gw pilih. Nih, pemimpin yang gw pilih tuh adalah orang yang punya karakter kayak di bawah ini.
1. Die musti orang yang taat sama agama. Dalam kasus ini ya agama Islam donk, soale yang agama laen kagak ada yang ikut pilkada. Kagak lucu lah (lucu lagi, lucu lagi) kalo kite dipimpin sama orang yang kagak soleh. Ntar kalo die nyuruh ato ngelakuin yang berdosa kan kite yang milih juga kena cipratan dosanye…tul ga??
2. Die musti orang yang pengen, mau dan mampu ngebuat perubahan. Masa kite mau Jakarta yang udah busuk banget kayak gini tambah busuk lagi. Orang yang ‘bener’ pasti pengennye Jakarta jadi kota yang Modern, Aman, Sejahtera lah….tul ga?? Kagak lucu kalo 5 taon lagi kita masih permasalahin banjir lagi. Kagak lucu kalo 5 taon lagi kita masih permasalahin macet lagi. Kagak lucu kalo 5 taon lagi kita masih permasalahin kriminalitas lagi. Triple Post deserve to die?? kagak lah…jelas-jelas 3 hal yang gw tulis barusan beda…yeee…
3. Die musti orang yang pinter dan pandai ples cerdas. Bukan cuma orang yang pendidikannya tinggi ato jadi tukang insinyur di luar negeri doank. Percuma gelar tinggi-tinggi kalo kampanyenya tetep aje pembodohan dan ngebegoin orang doank. Tau lah lo-lo pade sape yang gw omongin…”Coblos yang jidatnye jenong yee….” ato “Coblos yang punggungnye bolong yee..” (buset dah, serem amat…emangnye sundel..). Pokoknye yang pantes dipilih tuh yang punya kemampuan, bukan berdasarkan fisiknya.
4. Die musti didukung oleh rakyat, bukan cuma didukung sama partai ataupun oleh para birokrat atau poliTIKUS. Inget lagi nih, yang ntar bakal dipimpin kan rakyat Jakarta secara umum bukannya partai atau politikus. Lagian juga nih, kalo kebanyakan yang ngaku-ngaku dukungan malahan ntar bingung kalo pas udah jadi gubernur banyak yang nagih tagihan yang dulu buat kampanye…hehe…caaapeee deeehh..
5. Die musti orang yang rendah hati, merakyat, ples kagak sombong. Orang jago kagak pernah berkoar-koar kalo die jago. Orang ganteng pun pasti bakalan ganteng menurut orang laen walaupun die kagak ngomong. Beda sama orang yang SOK AHLI…pasti dia bakal berkoar-koar semaksimal mungkin supaya orang-orang pada tau kalo dia itu (sok) ahli…Yang sekarang kite perluin tuh Gubernur yang die tuh mau turun ke jalan buat ngedenger permasalahan langsung dari mulut rakyat, trus langsung deh nyariin solusinye. Bukan CaGub yang kerjaannya ngebangga-banggain diri mulu padahal buktinye kagak ada…
6. Die yang punya sifat-sifat yang gw sebutin dari 1 sampe 5 MUSTI KITE PILIH. Hanya keledai yang mau salah milih sampe lebih dari sekali. Naudzubillah deh gw jadi kedelai eh keledai. Mending gw jadi orang ganteng aje deh dengan milih Gubernur yang bener.
Kesimpulannye………..COBLOS NOMOR 1
Gampang khan?!
[serius mode ON]
Buat temen-temen yang UAS TBA, gw cuma mau menginformasikan, Waktu pencoblosan itu dari jam 07.00 sampe jam 13.00. Setelah jam 1 siang itu udah waktunya buat ngitung kartu suara. SOOOOOO…..plis deh…abis selesai UAS temen-temen langsung menuju ke tempat Pencoblosan dan Menggunakan hak pilih temen-temen. Gw sama sekali ga pengen (dan ga ikhlas) kalo karena kuliah terus ada orang yang kehilangan hak pilihnya. Inget lho…1 suara temen-temen sangat berpengaruh buat Jakarta selama 5 tahun ke depan. Pokoke WAJIB NYOBLOS, hehehe…
[serius mode OFF]
terakhir…….
COBLOS NOMOR 1
COBLOS NOMOR 1
COBLOS NOMOR 1
.:. Kagak cukup sekalee!! Kagak cukup sekalee!! Kagak cukup sekalee!!
favourite quote:
Effendi Ghazali: Pak WaPres (Ucup Kelik) kenapa kumisnya ditutupin terus??
Ucup Kelik aka WaPres: Takut dicoblos…
(News dot com tadi malam)









